Skip to main content

Self Fulfilling Prophecy

Self Fulfilling Prophecy
ditulis oleh: Julbintor Kembaren

Ada sebuah cerita menarik mengenai seorang prajurit Napoleon. Suatu ketika saat ikut serta dengan Napoleon berlayar, dalam suatu kejadian prajurit ini berhasil menyelematkan Napoleon dari sebuah kecelakaan. Napoleon kemudian di depan banyak orang menyalami prajurit ini dan berkata "Terima kasih, Mayor!". Prajurit ini kaget karena dirinya hanyalah seorang prajurit, bukan Mayor. Menjadi seorang Mayor haruslah menempuh pendidikan, perjalanan, dan perjuangan yang sangat lama. Sungguh sangat jauh dengan kondisinya saat ini. Si prajurit ini hanya tersenyum simpul sambil berkata dalam hati "Ah, aku hanyalah seorang prajurit".

Sampailah waktunya makan bersama. Si prajurit ini seperti biasa memasuki barak tempat para prajurit makan bersama. Meja-meja di tempat prajurit agak tidak terawat dan terkesan lebih kotor dibanding dengan tempat makan para atasannya. Si prajurit kemudian masuk ke dalam antrian untuk mengambil makanan. Tiba-tiba dari belakang pundaknya ditepuk oleh penjaga tempat makan disitu. Penjaga itu bilang "Maaf, mengapa anda makan di tempat ini, Mayor? Tempat anda ada disebelah sana" sambil menunjuk tempat makan para atasan seperti Kapten dan Mayor. Si prajurit kontan saja kaget dan bingung. Dia bersikap tidak peduli dengan perkataan si penjaga tempat makan dan tetap mengantri makanan di tempat tersebut. Dalam hatinya dia berkata "Kenapa orang-orang ini terus berkata bahwa aku Mayor. Aku adalah seorang prajurit!"

Si Prajurit pun pulang ke rumahnya dan bertemu dengan keluarganya. Sehabis makan malam, si prajurit ini pun menceritakan kejadian yang baru saja terjadi dengannya kepada sang istri.
"Istriku, hari ini aku berhasil menyelamatkan Napoleon dari sebuah kecelakaan kapal. Lucunya, dia mengucapkan terima kasih kepadaku dan menyebutkan bahwa aku adalah seorang Mayor. Kemudian sewaktu aku makan siang di barak, aku diminta untuk makan di tempat para atasan seperti Mayor menyantap hidangannya. Aneh sekali, masakan hanya gara-gara seorang Napoleon berkata bahwa aku adalah seorang Mayor maka jabatanku tiba-tiba menjadi seorang Mayor?"
Istrinya berpikir sejenak dan mengambil nafas panjang. Dengan tenang sang istri berkata "Pak, kamu adalah seorang Mayor kalau dirimu percaya akan hal tersebut".

Teman-teman Permata Pondok Gede, bukankah hidup seringkali seperti itu? Dalam banyak hal, yang menghambat diri kita menjadi seseorang yang besar adalah diri kita sendiri. Kita punya kecenderungan tidak percaya pada potensi besar yang kita miliki, bahkan ketika banyak orang disekitar kita sudah mengkonfirmasi kepada kita sekalipun. Mirisnya, bahkan ketika Allah sendiri sudah mengatakan kepada anda, anda hanya mengira bahwa Allah sedang bercanda.

"Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya..." (Matius 25:15)

Saya percaya bahwa Tuhan menitipkan setidaknya satu buah talenta kepada masing-masing kita sesuai dengan kesanggupan kita untuk kemudian kita kelola dan kembangkan untuk melayani Tuhan. Minimal kamu punya satu talenta yang siap dipakai Tuhan, maka kamu sudah siap melayani Tuhan dan menggoncangkan dunia! 
Jadi, sekarang keputusannya ada di kamu. Sekali kamu percaya dan mengatakan bahwa dirimu adalah seorang "Mayor" hanya karena seorang "Napoleon" berkata seperti itu, maka kamu sedang meraih sebuah kesempatan besar dalam hidupmu untuk melayani Tuhan. Jangan tunggu sampai kamu diusir dari tempat makan prajurit, tidak perlu bertanya kepada puluhan temanmu untuk mengkonfirmasi apakah ini benar panggilanmu atau tidak. Tuhan yang sudah memanggilmu, bukan yang lain.

Selamat melayani dan menggoncangkan dunia!

(eethore@gmail.com)

*penulis adalah anggota Mamre GBKP Runggun Bogor

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…