Skip to main content

Dilema: private or public transportation

Hampir 2 minggu ini nyoba bawa mobil kalau kuliah.
Alasannya simpel, karena beberapa kali pulang kuliah sudah tidak ada kendaraan pulang lagi. Pernah ke slipi, setelah nunggu hampir 1 jam bus tidak kunjung datang; terpaksa ke uki lagi naik omprengan. Tidak enaknya kalau naik omprengan di uki adalah SEMPITTTT! Pernah kebagian naik mobil carry, di tengah dipaksa 6 orang berhadapan. Dengkul vs dengkul pun terjadi. Atau kalau duduk di depan, dipaksa berdua. Pernah gw sepanjang perjalanan tidak bisa tidur karena duduk dengan kaki ngangkang diantara perseneling

Akhirnya diputuskan untuk beli mobil. Kebetulan tanah kavlingan di medan sudah laku terjual plus ada sodara 'menjual' mobil kijang kapsul dengan hanya 30 jt. Walau ternyata setelah diselidiki, tidak exactly 30jt. Banyak lagi embel-embelnya. Tapi akhirnya sudah bisa membawa mobil kijang ke rumah. Mobil 'pribadi' pertama hasil dari bisnis tanah! Hahahaha

Enaknya bawa mobil ke kantor dan ke kampus adalah
-tidak pusing memikirkan nyambung-nyambung angkot/bus
-tidak perlu menunggu bus dengan jurusan yang diinginkan
-tidak mungkin ketinggalan kereta
-bisa pulang dengan jam bebas

Tapi ternyata dengan membawa kendaraan pribadi, menghilangkan suatu rutinitas yang penting dan mungkin yang paling penting diantara semua kegiatan yang dilakukan saat berangkat atau pulang, yaitu 'TIDUR'. Beberapa kali aku harus berhenti di pinggir tol dan memaksa melelapkan diri selama 15 menit kemudian baru menyetir lagi kalau sudah pulang kuliah. Man! It's 23 o'clock, and i've been doing activities from 5 o'clock in the morning!

Anyway, kemarin gw berhasil menemukan cara yang paling bagus menghilangkan kantuk. Karena kebetulan iPod gw udah berhasil dapet yang baru dari eStore setelah klaim mati total, gw pilih2in lagu-lagu yang 'sangar' such as Amazing atau Crazy-nya Aerosmith. Pokoknya pick songs that really rock!!! Dan setelah itu gw nyanyi sambil teriak-teriak di mobil sambil nyetir.
Gosh, beneran! Jadi ga ngantuk lagi! Kemarin gw survive sampai bogor, padahal pas sampe di semanggi aja mata udah berat banget! Mungkin perlu dicari journal kedokterannya yang menyatakan bahwa menyanyi dengan suara keras bisa meningkatkan kadar glukosa darah sehingga otak menjadi lebih segar dan mata menjadi tidak ngantuk.

Well, sampai saat ini masih dilema. Walaupun in the dark side sebenarnya gw sebagai warga negara Indonesia harusnya complain tentang buruknya transportasi di Indonesia ini, tapi mo gimana lagi? Dishub Bogor dan DKI sampai saat ini sepertinya tidak mau damai lagi tentang bus-bus akap yang tidak boleh lagi lewat uki.

Yang terbaik sebenarnya adalah menggunakan public transportation karena bisa beristirahat di jalan dan sampai rumah bisa sedikit lebih segar dan bermain-main dengan Fhea (kalau dia bangun).
Tapi untuk kondisi saat ini, gw simpulkan bahwa private transportation is better kalau pulang tengah malam. Tentu saja kalau punya budget yang cukup dan uang bensin yang memadai. Lebih komplit lagi kalau punya partner yang bisa diajak berangkat dan pulang. Kan lumayan bisa gantian nyetir (iya ga bro Nangkoel? hehe).

Comments

  1. Pilihan yang bijak Bro...
    jagan lupa blog aku juga di follow yah!!!

    ReplyDelete
  2. Mobil baru..heheeee..

    Kapan kita pake jalan2 bro?? Pengen main ke bogor euy.. libur lebaran gimana bro??

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…