Skip to main content

Fhea dibaptis

Tanggal 28 Juni 2009 Fhea dibaptis di GBKP Km. 7 Medan

Seru juga acaranya, karena agak mendadak terjadinya. Sebelumnya, rencana baptis di medan tidak jadi karena memang tidak ada jadwalnya. Setibanya di Medan pun tidak langsung ada perubahan rencana.
Barulah setelah kami berkunjung ke rumah Bibi Uda&Bapa Uda Pasar 7, disitu kebetulan ada saudara yang tahu bahwa tgl 28 Juni itu ada yang dialoken di gereja. Nah, jadi seharusnya (biasanya) bisa numpang baptis anak kecil disitu.

Akhirnya diutarakan ke Mama&Mami mengenai hal ini. Mereka sih tetap bilang bahwa tidak masalah di Bogor atau di Medan sama saja. Mama&Mami berpikir terlalu maksa dan memang paling tidak enakkan ke orang-orang. Dan juga mereka berpikir bukan di GBKP Km 7 alokennya itu.

Besoknya setelah tahu kalau acaranya memang di GBKP Km. 7. Jadi hari itu juga telpon ke Bogor untuk meminta dibuatkan surat keterangan dari GBKP Bogor (thanks to Mom&Bella for quick respon hehehe, padahal itu hari keberangkatan Mom&Dad to Jerusalem), terus jas dan kebaya juga yang memang tidak dibawa ke medan terpaksa harus dikirim ke Medan. Eh, untungnya lagi ada Bulang&Karo Timothy yang lagi ada di Bogor pas besoknya akan pulang ke Medan. Jadi bisa nitip deh.

Jadi, all set up! Hebat banget dalam sekejap selesai persiapan dengan perubahan rencana seperti itu. Padahal gw orangnya termasuk tidak suka unplanning action. Tapi untuk ini, damai sejahtera banget :)

Hari persikapen juga lucu kejadiannya. Jadi ternyata jam persikapennya dimajukkan jadi hari jumat jam 9 pagi. Sementara kami masih ada di Kabanjahe dan berpikir untuk pulang ke Medannya siang hari. Karena baru dapat kabar hari sabtu malam, jadilah aku dan bidadari berangkat ke Medan dengan naik Sutra!!! Widih, ngebut booooo. 1 jam sudah sampai di Medan (estimasi kalau naik kendaraan pribadi mungkin sekitar 2 jam). Sampai gereja jam 08.30, itupun persikapen sudah dimulai. Wah, pertama kali nih ikutan persikapen untuk anak. Hahahaha, iya lah, wong baru punya anak satu hehehe.

Sampai juga hari dibaptisnya. Fhea ikut kebaktian digendong Tigannya. Lucu sekali tampangnya serius sewaktu mendengar khotbah Pendeta dari atas mimbar. Tangannya berpegang pada kursi depannya, sambil duduk dia memperhatikan dengan tegas ke arah Pendeta. Sampai kemudian dia tertidur. Sewaktu acara pembaptisan Fhea masih tertidur. Kemudian Pendeta membaptis kepalanya dengan air, disitulah Fhea langsung terbangun sambil menangis menghadap kepada jemaat karena digendong oleh Mamanya. Jemaat yang melihat kejadian itu langsung tertawa kecil sehingga sempat heboh juga acaranya sewaktu itu.

Di rumah diadakan acara kebaktian kecil. Sebelumnya aku dengan bidadari bagi tugas untuk memimpin kebaktian. Karena kami lihat Pendeta Bulang Timo belum datang. Eh, pas sebelum acara dimulai, dia datang. Akhirnya Bulang Timo memimpin acara dan membawa khotbah. Khotbahnya simpel dan lugas. Dilanjut dengan kata-kata dari semua yang hadir disitu, mulai dari Bulang&Tigan Fhea sampai kalimbubu semua. Semua merasa senang dengan acara baptis Fhea dan bilang salut untuk keputusan baptis Fhea yang akhirnya diputuskan di Medan. Bahkan Mami sempat terharu karena akhirnya Fhea bisa dibaptis di Medan, karena merupakan cucu pertama.

Voofhea Chiara Kembaren
Lahir : 17 Desember 2008 (RS Salak, Bogor, jam 05.50)
Baptis : 28 Juni 2009 (GBKP Km. 7, Medan, jam 11.00)

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…