Skip to main content

Ingin sekali aku membelikanmu biola...

Bidadari, 
Ketahuilah
Ingin sekali aku membelikanmu biola
Sebuah biola yang terbagus
Dimana tanganmu akan membuat irama
Mengalir bersama nada-nada indah

Bidadari,
Setiap aku mendengar kau memainkannya
Di dalam studio kita
Kau seolah ingin mendendangkannya untukku
Namun kau malu untuk aku lihat

Bidadari, 
Aku selalu bilang
Belajar memainkannya tanpa melihat tangan kirimu
Malam itu aku ingat
Engkau beranikan diri memainkannya di depanku
Tanpa melihat tangan kirimu

Bidadari, 
Andai kau tahu
Betapa ku ingin membelikanmu biola
Sebuah biola yang terbagus
Menggantikan biola kita 
Yang mungkin sudah tidak bisa menyamai
Permainanmu yang indah

Tapi, 
Bidadari, 
Aku bukan ingin membuat puisi ini menjadi lelucon
Aku bukan ingin meremehkan keinginanku sendiri
Tapi ini jujur dari dalam hatiku
Kita belum punya cukup uang untuk membelinya

Bidadari, 
Fhea anak kita yang berumur 3 bulan
Butuh konsumsi susu yang cukup banyak 
Bahkan diusia sekarang dia sudah cukup aktif ngoceh
Memang ASI tersedia cukup banyak juga
Tapi bagaimana seandainya dia sakit?

Bidadari, 
Aku juga baru sekolah lagi
Butuh banyak uang untuk biaya sekolah per Term
Butuh banyak uang juga untuk ongkos pulang dari kampus
Butuh banyak uang juga untuk membeli text book

Bidadari, 
Kantorku tahun ini sepertinya tidak ada kenaikan gaji
Apalagi bonus!
Walau hati ini masih berharap
Seandainya ada, kubelikan untukmu biola itu

Bidadari, 
Asal kamu tahu
Sebanyak engkau mengutarakan keinginanmu
Keinginan untuk membeli biola yang bagus
Lebih banyak yang aku pikirkan untukmu
Untukmu sebuah biola yang terbagus

Aku tahu engkau pasti mengerti hatiku. 
I love you, Bidadari! 



Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…