Skip to main content

Naik Angkot

Kemaren sabtu ada acara syukuran nikahan Grey. Semenjak vario kami hilang, setiap mau jalan-jalan atau pergi-pergi mengandalkan mobil pinjeman Mamah.
Nah, pas hari itu mobil mau dipake Mamah juga karena dia mau pergi ngajar ke depok. Aku udah males sebenernya berangkat, karena bogor juga sedang mendung dan gerimis, ditambah lagi tidak ada kendaraan. Siang itu aku udah ambil gaya males aja setiap dipastiin berangkat atau tidak ama Mamah Fhea.
Tapi akhirnya kita berangkat juga...by angkot!

Dan ternyata, we really enjoyed that moment. Hahaha, silly memang...tapi semenjak kita selesai pacaran, kita jarang banget jalan ke mana-mana naek angkot. Karena semenjak nikah, sudah langsung ada vario, dan kalau jauh perjalanan juga kadang bisa minjem mobil Mamah.
  • Kita jalan kaki ke depan kompleks.Setiap jalan, selalu aku rangkul bahu Mama Fhea (so romantic)
  • Naik angkot 05 dari Cimahpar ke RP
  • Nyambung angkot 16 sampai rel kereta
  • Jalan kaki sambil nanya-nanya tukang warung "Jl. Beo dimana ya?"
  • Akhirnya nemu deh rumah makan nasi timbel di Jl. Beo itu
  • Makan-makan
  • Pulang bareng jalan sampe dapet jalan raya. Gerimis sedikit, jadi terpaksa pake payung sambil rangkulan bahu (duh, lagi-lagi romantis)
  • Naik angkot 07.
  • Nyambung angkot 03 ke Malabar
  • Sampai di rumah ortu, siap-siap mau acara ngapuli
Overall, gw merasakan hal yang romantis dan beda lah hari itu. Beda lah sama kalau lagi naik mobil pinjeman. Mama Fhea juga berseri-seri hari itu hehe.

Yang mengagumkan, dia sempet bilang gini waktu kita lagi ngobrol-ngobrol di angkot "Bang, kita harus bisa belajar susah lah...". Walau ngomongnya sambil becanda, tapi aku sadar saat itu...aku punya seorang istri yang luar biasa!

Love you always, bidadari...

Comments

  1. baca blog elu kali ini bikin gw melo deh..
    ugh, i miss those moments with him :((

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…