Skip to main content

Mengalah itu Indah

Pagi ini aku berangkat naik bus ke uki dari terminal. Ada kejadian lucu di bus.

Tempat dudukku di bangku tiga. Bagian pojok sudah terisi oleh seorang pria. Seperti biasa, jarak kakinya sudah melebar untuk space yang cukup buat dia bersandar. Aku tadinya duduk di bagian pinggir. Ketika semakin banyak orang yang akan naik, aku bergeser ke bangku tengah, supaya tidak repot menyempitkan bahu dan membiarkan orang lewat menuju bangku tengah.

Seorang bapak berjaket kulit akhirnya menemaniku duduk. Kami pas bertiga. Dia duduk dibagian pinggir. Seperti yang sudah aku duga, akan terjadi ke'hebohan'. Karena pria yang duduk di pinggir kanan sudah terlanjur mengambil space lebih banyak, akhirnya aku menjadi korban yang teraniyaya ketika bapak yang dipinggir kiri mulai mendorong-dorongkan bahunya 'mengemis' space yang cukup buat dirinya agar kedua kakinya bisa masuk tepat sejajar dengan bangku yang dia tempati.

Aku tak bergoyah, karena ini bukan salahku pikirku. Aku 'pura-pura' memejamkan mataku dan membiarkan semuanya terjadi, membiarkan diriku tercabik-cabik dan teraniaya (haha). Tapi lepas memasuki jalan tol, kejadian ini terus berlangsung. Si bapak mengambil beberapa alternatif tindakan. Dia berdiri dan pura-pura membenahi jaket yang dia pakai, kemudian 'blukk!" dia duduk sambil menggeser badanku. Ada lagi gerakan dia membetulkan kerah dimana tangan kanannya bergerak ke atas sambil menggeser bahuku.

Awalnya aku mendumel di dalam hati. Oh my God, egois sekali semua orang di dunia ini. Beratus kali aku duduk di pinggir dalam posisi yang sama dengan bapak ini, aku pun menyerah dan mengalah. Apakah kali ini pun ketika posisiku 'diatas angin' aku harus menyerah dan kalah?

Akhirnya aku mengalah. Aku condongkan badanku ke arah depan dan tanganku memegang bagian belakang bangku depanku. Aku menangkap reaksi ini menimbulkan keheranan bagi si bapak ini. Aku tetap tenang dan memejamkan mata, seolah nyaman dengan posisi ini (padahal tidak sama sekali, karena tas yang aku rangkul cukup besar dan tinggi sehingga daguku tidak bisa berada di atas tas, sehingga mukaku terpaksa kubenamkan di sisi belakang tas).

Tapi setelah tindakan ini, si bapak sama sekali tidak ada gerakan gasak gusuk lagi. Situasi tenang dan nyaman.

Hampir sampainya di uki, bahkan hal ini terjadi. Si bapak memutar badannya ke kiri, dan hanya menempelkan pantatnya di bangku. Tentunya ini memberiku cukup banyak space untuk bisa menyandarkan punggungku di bangku.

Ah...ternyata mengalah ini indah...

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…