Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2008

Mengalah itu Indah

Pagi ini aku berangkat naik bus ke uki dari terminal. Ada kejadian lucu di bus.

Tempat dudukku di bangku tiga. Bagian pojok sudah terisi oleh seorang pria. Seperti biasa, jarak kakinya sudah melebar untuk space yang cukup buat dia bersandar. Aku tadinya duduk di bagian pinggir. Ketika semakin banyak orang yang akan naik, aku bergeser ke bangku tengah, supaya tidak repot menyempitkan bahu dan membiarkan orang lewat menuju bangku tengah.

Seorang bapak berjaket kulit akhirnya menemaniku duduk. Kami pas bertiga. Dia duduk dibagian pinggir. Seperti yang sudah aku duga, akan terjadi ke'hebohan'. Karena pria yang duduk di pinggir kanan sudah terlanjur mengambil space lebih banyak, akhirnya aku menjadi korban yang teraniyaya ketika bapak yang dipinggir kiri mulai mendorong-dorongkan bahunya 'mengemis' space yang cukup buat dirinya agar kedua kakinya bisa masuk tepat sejajar dengan bangku yang dia tempati.

Aku tak bergoyah, karena ini bukan salahku pikirku. Aku 'pura-pura'…

Menunggu seorang Kayla

Menunggu seorang Kayla...

Semua tampak seperti pelangi
Binar-binar mataku bersinar
Seperti tak kuasa menerima keajaiban ini
Rasanya seperti mimpi dalam negeri khayangan

Menunggu seorang Kayla...

Semua adalah kemustahilan yang terjadi
Semua adalah harapan yang belum pernah kurasakan
Ini semua tiba-tiba menjadi satu
membentuk pelangi yang menakjubkan

Menunggu seorang Kayla...

Pasti dia mirip Mama-nya
Lembut dan rendah hati
Begitu perhatian dan penuh kasih
Menggetarkan dan luar biasa

Menunggu seorang Kayla...

28 desember 2008

Mei be Yes, Mei be No

Kebingungan pasti sering melanda kita sebagai insan yang memang punya kebebasan berpikir. Kebingungan bukan saja melanda ketika kita sedang memilih antara yang benar dan yang salah, tapi justru yang paling menyulitkan adalah ketika kita harus memilih antara yang benar dan yang benar.

Ada sebuah cerita fabel tentang seorang Kancil yang suatu hari bertemu dengan temannya Sang Gajah yang besok akan berulang tahun. Karena Si Kancil adalah sahabat Sang Gajah, maka Sang Gajah mengundang Si Kancil untuk dapat hadir di pesta ulang tahunnya besok jam 15.00.
Si Kancil tentunya senang sekali karena diundang ke pesta Sang Gajah.
Di tengah jalan, dia bertemu dengan Bang Buaya, yang berkata bahwa anaknya akan melangsungkan pernikahan besok jam 15.00. Si Kancil diharapkan sekali hadir untuk memeriahkan acara resepsinya. Si Kancil dengan semangat meng-iyakan undangan Bang Buaya.

Esok harinya, Sang Kancil terburu-buru menyiapkan semuanya. Dia harus hadir ke pesta ulang tahun Sang Gajah dulu pikirnya. Kare…