Skip to main content

The Journey to My Wedding

Sebenernya udah lama mau nulis cerita tentang wedding gw :) tapi ga sempet-sempet mulu. hehehe. Moga-moga kali ini sempet nulis sampai selesai.
Perjalanannya dimulai dari perjalanan ke medan bersama calon mempelai (xixixixi).

10 November 07
To the Airport

Hari itu menjadi hari penentuan untuk mundur atau tidaknya kami menjadi pengantin. Wakakaka. Tapi engga, kita jadi kok berangkat ke medan. Anggota yang lain sudah berangkat duluan tgl 9, meanwhile kita tgl 10 nov. "Dan semua dapat tiket gratis dari Air Asia..." (gaya Oprah). Bener deh, Tuhan itu baik. Semua anggota keluarga berangkat dengan tiket gratis, karena lagi ada promo dari Air Asia. Gw udah agak lupa kejadian di airport kaya gimana, yang pasti baru kali itu gw naek pesawat dimana dipesawat ada seorang wanita tertidur sambil menyandarkan kepalanya ke pundakku (so sweeeettt...)

Penyambutan yang mengenyangkan - BPK
Wakakaka, dijemput sama calon mertua. Mama dan Mami (begitu gw memanggil orangtua calon mempelai). Kedua wajah mereka begitu cerah dan penuh harap. Hehehe, jelaslah...ngejemput anaknya gitu lo, plus calon menantu pula :) Di bogor sudah dapat kabar kalau Mama Uda Chicha (cape nulis 'calon mempelai') sedang dirawat di ICU karena sakit. Tapi ternyata keceriaan tidak luput hari itu. Sewaktu ditanya mau makan apa, gw yang lagi duduk dibelakang bareng Chicha langsung membisikkan 'BPK' ke Chicha. Hahaha, akhirnya setelah berpikir-pikir tempat mana yang paling enak di medan, kita ke Ula Kisat (kalau ada yang bertanya apakah itu BPK, singkatan dari Babi Panggang Karo - ups haram ya?). Maaak jangg, memang selalu enak banget makan BPK, apalagi di Ula Kisat itu daging BPKnya ga banyak gajihnya, which is gw ga suka gajih. Jadi, gw santap lah 2 porsi nasi plus BPK porsi gw dan porsi sisa Mami dan Chicha. Hahahaha, ternyata gw ama Mama itu penyantap BPK sejati!

sampai sini dulu, nanti lanjut lagi...

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…