Skip to main content

Aktualisasi Diri tidak harus nanti

Diagram of Maslow's hierarchy of needs, represented as a pyramid with more primitive needs at the bottom.

Aku sudah lama mendengar hal ini. Dari pelajaran sosiologi di SMU (walau sudah lupa), dari khotbah pendeta, dari seminar, dari training hrd. Yah, walau awalnya aku ga inget nama yang ngasih ini diagram siapa (boscow, brasco, moslow...eh ternyata maslow wakakaka), setidaknya aku ingat point terakhir yang disebutkan disini.

Aktualisasi Diri. Kata yang cukup 'arogan' untuk didengar. Kalau mendengarnya, tersirat benih-benih kesombongan, dengan konsep kemapanan bahwa setiap kebutuhannya sudah terpenuhi. Setiap orang yang menjabarkan tentang konsep Aktualisasi Diri selalu dalam sebuah persepsi bahwa orang tersebut sudah uzur, sudah pensiun, sudah berhenti kerja, dan memiliki penghasilan banyak dan tinggal berkarya tanpa harus dibayar. Ya, kurang lebih seperti itu.

Tapi bagiku...aku ingin melakukan aktualisasi diri sekarang! Yes, why not now?

Hal ini dimulai dengan cita-cita dari dulu memiliki alat musik komplit punya sendiri dan dengan uang sendiri. Kurang lebih, hal itu sudah tercapai. Dan aku aktualisasikan hal tersebut dengan rela meminjamkan alat-alat untuk kegiatan gereja, kegiatan permata free of charge. Walau kadang kecewa dengan perlakuan para peminjam, tapi aku senang bisa mengaktualisasikan diri dengan alat-alat musik dan sound system yang aku miliki. Eitts, jangan terlalu membayangkan alat-alat musik dan sound system yang aku miliki itu mahal dan keren. Ga juga. Bass aku beli second 500rb, ampli beli yang local 1.5jt. Gitar accoustic beli home made 1.5jt. Dengan modal segitu, aku sudah bisa memberikan sebuah alat-alat komplit untuk mendukung pelayanan gereja. Mantabbb!

Setelah alat-alat musik standard, mulai berkembang deh. Tuhan sungguh memperkenalkan aku dengan ajaib dengan yang namanya dunia digital mixing. Bener-bener ajaib, karena hal ini hasil dari sebuah proses kesetiaan mengerjakan hal yang sederhana dan mini. Awalnya aku iseng-iseng install software Sony Sound Forge di komputer. Dengan sound card onboard (murah meriah), aku kerjakan tugas pertamaku dubbing mixing. Tau ga apaan? Bikin dubbing panggung boneka kakr. Wakakakaka, naskahnya aku bikin sendiri (bisa dilihat di www.eethore.com) dan itu dipentaskan di acara kakr di ragunan. Pengisi suara guru-guru kakr. Duh, ngeditnya susah banget pake sound forge, karena belum multitrack. Tapi gw kerjain tuh satu-satu crossfade antar suara...semua dipelajari saat itu juga. Ngerjain proyek mini dan 'culun' itu aja makan waktu 2 minggu full. Sampe begadang-begadang pula. Dan akhirnya pas pementasan, sound systemnya pun hanya tape mini compo biasa...wakakakaka...anak-anak KAKR pada ga kedengeran yang belakang. Gosh!!!

Tapi aku belajar setia untuk perkara kecil (yes!). Beberapa proyek datang lagi, mulai dari bikin iklan radio, bikin dubbing drama untuk komsel GKKD...macem-macem deh. Semua pake SoundForge. Nah, iseng-iseng lagi maen sama temen...denger kata-kata Sonar dan Cubase. Mulai coba install. Bahhh, pertama liat interface Sonar pusinggg...ga bisa. Mana 3 cd pula. Langsung di uninstall. Dengan tuntunan Tuhan (amin!), aku install Cubase. Dulu cubase 2 (sekarang udh 3). Buset, asik banget masuk ke dunia multi tracking mixing. I LOVING IT!

Belakangan aku beli sound card external, midi controller, speaker flat dan mic condenser. Semua untuk mendukung digital mixing ini. GILA YA, semua hanya untuk proyek-proyek yang kebanyakan gratisan. Ya...all i do it for free.

Sampai mo nikah, pengen banget bikin souvenir cd yang isinya lagu-lagu ciptaan sendiri dengan maenin alat musik semua sendiri. Website udah jadi (www.eethore.com) dan mau dipajang disitu semua lagu-lagu yang udah jadi, dan bisa di download for free.

Yes...aktualisasi diri bisa dimulai kapan saja. Tidak tergantung penghasilanmu. Gaji gw juga ga gede-gede banget, tapi gw berani sisihkan untuk semua ini...untuk aktualisasi diri.

I'm gonna making music for God, not for sale...all for free!

Comments

  1. mas boleh paparkan dunk cara menggunakan Sound Forge 9? Plizzz

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…