Skip to main content

"To fly, we have to have resistance"

Hari ini kembali aku tebayang lagi akan sebuah elang yang terbang dengan sayapnya menuju langit tinggi. Dia terbang seperti tanpa hambatan. Dia terbang seperti memang sudah ditakdirkan. Tapi bila kita melihatnya dari sisi sang elang, mungkin tidak semudah itu.

Dari kecil aku suka sekali bermain game. Mulai dari atari, nintendo, sega, dingdong. Hampir semua aku pernah memainkannya. Walaupun banyaknya hanya numpang bermain saja di rumah teman, tapi aku benar-benar tergila-gila untuk bermain game.
Terlebih lagi kalau sudah libur sekolah, aku bangun pagi-pagi sekali dan mulai bermain sega di rumah sampai malam baru selesai (sampai orang tua marah). Di suatu game "Sonic, The Hedgedog", aku benar-benar penasaran dibuatnya. Aku sudah jauh sekali melewati level-level yang aku anggap mudah, tapi level yang kali itu adalah level untuk menghadapi 'raja terakhirnya' sulit sekali untuk dilewati. Sampai malam hari aku masih belum berhasil untuk melewatinya, terpaksa aku sudahi karena aku diomelin telah menyabotase tv seharian (hehe).


Seberapa sering kita menemukan hidup kita lebih sulit dari yang sebelumnya? Dari hari ke hari, bukannya tambah ringan beban yang ditanggung, malahan lebih berat lagi. Di kuliah, kita berharap semester ini akan ringan dari tugas, ujian akan lebih mudah, tapi ternyata kita dihadapkan kepada sesuatu yang sebaliknya. Dosennya killer, ujiannya sulit, ditambah lagi praktikum yang sukar dimengerti. Di dunia pekerjaan, kita menduga dengan masuknya bos baru, pekerjaan kita akan lebih kosong, lebih bisa fokus akan suatu pekerjaan, dengan job description yang lebih jelas pula. Tapi kenyataannya? Kita dihadapkan akan hari-hari yang lebih 'mengerikan' dari yang sebelumnya pernah ada. Entah kutuk apa yang telah menimpa kita?

"Difficulties increase the nearer we get to the goal." (Goethe)

Hidup ternyata memang bukan bertambah mudah. Setiap harinya kita akan menemui sebuah persoalan yang baru yang perlu kita selesaikan. Kita akan disibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang mungkin sebelumnya kita tidak pernah bayangkan bisa mengerjakannya. Apa yang tengah terjadi?
Pelajaran dari video game tadi, semakin lama level permainan akan semakin sulit untuk ditaklukkan. Semakin jauh kita berjalan, semakin banyak yang akan kita temui. Sama seperti semakin banyaknya seorang atlit lompat jauh akan terjatuh ketika dia ingin memperjauh jarak lompatnya. Ya, kita akan menemui lebih banyak kesulitan dihari ini, dibandingkan hari yang kemarin. Tapi jangan khawatir, itu berarti kita sedang meningkatkan kualitas hidup kita, kita semakin mampu untuk 'menyelesaikan' permainan hidup ini satu per satu.

Belajar dari sebuah elang yang sedang terbang tinggi. Bila kita memandangnya, itu adalah sesuatu yang mudah bagi dia. Memang dari sejak dia ditetaskan dari sebuah telur, elang ditakdirkan bisa terbang tinggi. Tapi coba kita melihatnya dari sebuah sisi lain. Seberapa kuatnya otot sayapnya harus bertahan untuk menembus kencangnya angin yang yang ada, seberapa tajamnya pandangan dia agar dia dapat melewati gunung-gunung tinggi, seberapa terlatihnya dia untuk bisa menguasai tekhnik menukik tajam dan melambung tinggi dalam berbagai situasi udara. Sungguh luar biasa bukan?

"To fly, we have to have resistance." (Maya Lin)

Teman, latihlah dirimu kuat menghadapi semua tantangan hidup ini. Selesaikanlah satu persatu dengan mengandalkan kekuatan dari Allah. Kita harus punya resistansi terhadap semua permasalahan, dengan itu kita sanggup untuk terbang tinggi dan melewati badai hidup ini. Jangan pernah takut, jangan pernah menyerah, Tuhan beserta dengan kita!

"Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. " (Mazmur 23:1)

God Bless Us!

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…