Skip to main content

Mencipta lagu

Dari kecil aku sudah dikenalkan dengan musik. Bukannya menjadi expert di bidang musik, tapi aku sangat menggemarinya karena aku melihat banyak orang yang menggemarinya. Dari dulu juga aku sadar bahwa aku tidak pernah bisa menjadi expert untuk sesuatu hal, begitu pula untuk bidang musik. Kemampuanku selalu hanya rata-rata, itu juga yang menyebabkan aku punya keinginan untuk mempelajari banyak hal, ketimbang hanya satu hal.

Untuk musik, awalnya aku kenal pop. Jenis musik sentimentilnya Julio Iglesias (kaset yang pertama aku beli : can't help fallin in love with you). Cukup lama aku berkutat dengan pop, sampai ternodai dengan jenis blues. Nada pentatonic blues agak khas dan kuat, sehingga aku suka. Kemudian cukup dalam aku berkutat di dunia rock, dari extreme sampai rage agains the machine. Hehehe, tapi tetep aja aku bukan maniak rock. Sampai kemudian ke jazz. Dari jazz yang cool sampai yang dalem aku udah denger. Banyak yang aku suka, tapi banyak juga yang ga suka--mungkin karena kerumitannya. Aku pun bukan penggemar sejati jazz, tapi ya...aku suka.

Lucunya, dari semua musik itu, aku tidak pernah menjadi penggemar dari satu jenis musik saja. Aku suka semua, tapi entah kenapa aku tidak bisa mempelajarinya sampai dalam. Just a little bit beyond the average. Sampai waktu sma aku mulai dengan modal nekat menciptakan sebuah lagu. Niatnya jazz, dibilang temen lagu dangdut. Hahaha...

Sampai hari ini, aku cukup banyak mencipta lagu. Tidak sampai ratusan, hanya puluhan. Itupun berbeda-beda genre, slow, pop, rock, jazz. Mungkin aku memang tidak suka akan sesuatu yang monoton, sehingga otakku selalu berusaha melawan diriku sendiri ketika mulai menciptakan lagu hampir mirip dengan yang dulu-dulu atau lagu lain.

Jangan-jangan aku memang pencipta lagu? Aku cukup 'mudah' untuk mencipta lagu. Just give me words, and i will humming for the notes. Atau pake gitar tentunya yang paling mudah lagi.
Metode mencipta lagu pun aku punya banyak kemajuan akhir2 ini. Dulu, aku tulis di buku, kemudian mulai menuliskan note-notenya sambil memegang gitar. Sekarang, aku bisa mencipta dengan menuliskan puisi dulu di PDA, kemudian untuk note aku tidak perlu menuliskannya, langsung record di PDA juga. Cara ini lebih simple dan mudah.

Tapi yang tidak bisa dirubah adalah lamanya menciptakan lagu. Ada proses dimana aku mengulang-ulang beberapa bait, menemukan nada yang tepat untuk reffrein, atau menyisipkan nada-nada ganjil di antara bait, memasukkan coda, atau beberapa melodi yang membuat berbeda dengan yang lain. Ya, menciptakan sebuah lagu agar bisa berbeda dengan yang lain memerlukan waktu yang cukup banyak, dan aku sangat concern untuk hal yang satu ini. Aku rela waktu yang dibutuhkan lebih lama, dibanding rush project untuk sebuah lagu (asal cepat selesai).

Apalagi sekarang ada cubase, groove agent, yang bikin tambah gampang lagi aku bikin lagu. Peralatanku pun udh komplit, mulai dari Gitar listrik, gitar acoustic, efek, midi controller, keyboard, bass, condenser mic. Hahahaha...

Kalau aku bisa memilih, profesi yang aku inginkan dalam hidup ini adalah pencipta lagu.

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…