Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2007

Suatu Kebesaran Hati

Rasanya sudah cukup lama aku tidak pernah dimaki-maki, dicabik-cabik, dan dikata-katai macem-macem. Selama ini aku selalu berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan orang lain. Tapi tentunya, telur tanpa retak tidak akan pernah menetas. Demikian juga proses pendewasaan diri perlu suatu kejatuhan, agar bisa mengerti dan paham betul rasanya, bukan sekedar tahu dan kira-kira tahu.

Tapi kali ini bersyukur aku kembali jatuh, namun tidak tergeletak. Saat aku mulai bangkit, dan merekonsiliasi semuanya, tiba-tiba aku kembali dicambuk sampai terjatuh. Bahkan diludahi setelah terjerembab. Beruntung aku punya Tuhan!

"be careful with words, someday it will kill yourself".

Aku disebut orang yang sok suci, anak kecil yang tidak tahu apa-apa, perusak hubungan orang lain, tidak peduli dengan perasaan orang lain, dan tukang janji yang tidak bisa menepati. Aku tidak ingin mengaminkan itu semua. Tapi aku ambil sisi baiknya, sedikit banyak hal ini menjadi koreksi yang cukup tajam bagi aku. Seh…

Have to be resistant!!!

Salah satu benda paling berharga yang pernah dibelikan orang tua sewaktu kecil adalah jam tangan. Aku ingat sekali, merknya Casio, dan ada 4 tombol di samping kiri dan kanan. Ada untuk menyalakan lampu, stopwatch, alarm, world time. Ikat jamnya terbuat dari karet, dan bentuk layarnya sedikit kotak. Yang membuat aku bangga, jam itu tertulis 'water resistant'.

Belakangan ini aku mengalami masa-masa down. Saat-saat dimana keinginan hati mau ke gereja tapi terganjal oleh sesuatu, masa dimana menjauhkan diri dari semua persekutuan yang ada, detik-detik ketika mau saat teduh di pagi hari pun keburu terintimidasi oleh hal-hal yang tidak perlu. Membuat aku berpikir tidak sehat, dan melakukan yang diluar keinginan roh.

Aku terjatuh.

Ya itu benar. Banyak sekali yang telah kutinggalkan, baik itu pelayanan maupun kehidupan sosial. Entah seberapa dalam, aku tidak tahu. Yang pasti, aku baru tersadar ketika semuanya sudah menjadi berantakan, ruwet dan tidak terkontrol.

Tahu tidak apa yang mul…

Let's Make Music!

Segalanya sudah siap
Mari hentakan kaki
Mengedipkan mata
dan meresapi hadirat-Nya

Melodi yang tercipta ini hanya untuk-Mu
Seperti dari awalnya,
diriku memang hanya untuk-Mu
Semoga Engkau berkenan

Satu-satunya cara untuk menjadi populer

Kalo kamu bilang satu-satunya cara untuk menjadi populer adalah dengan mempromosikan diri, berarti kamu ga cocok baca tulisan ini :)

Gw ga pernah mimpi jadi artis. Tapi kalau menjadi populer, gw pikir semua orang di dalam dirinya pasti punya bagian untuk bisa diakui oleh teman-temannya, entah itu dalam bentuk apresiasi, sosialisasi, ataupun si-si yang lainnya (i'm not to good on this).

Kalau gw bilang gw ga mau populer, itu bohong banget. Narsis mode selalu ada dalam diri gw ketika melakukan sesuatu, dan itu selalu memberontak dalam setiap kesempatan untuk bisa keluar dan dilihat orang. Seakan dia berteriak di dalam diri gw, otak gw, dan setiap raga yang ada (buset, hiperbolis banget). Tapi memang bener seperti itu adanya. Mungkin karena itu juga si lucifer jatuh ke dalam dosa kesombongan, dia terlalu narsis dengan apa yang dimilikinya. Preet!

Temen-temen gw sering bilang kalo lagi becandaan, "Eit, dosa pertama...dosa pertama...inget...". Maksudnya adalah kesombongan. Ya, m…

BIG STEP BEGAN FROM A small STEP

Big step began from a small stepSeekor anak burung rajawali hendak belajar terbang, suatu saat dia berbicara seperti ini kepada induknya ”Ibu, saya ingin belajar terbang seperti ayah. Dia terbang tinggi sekali, tidak ada yang mengalahkannya. Beritahu bagaimana caranya bu untuk bisa terbang seperti itu”, kata sang anak rajawali. Si Ibu hanya tersenyum simpul dan bilang ”Baiklah, kita mulai sekarang. Coba engkau sekarang belajar mengepakkan sayapmu seperti ini”, kata si Ibu sambil memperagakan gerakan kepakan sayap. ”Ah Ibu, hal ini terlalu sederhana. Saya ingin terbang tinggi seperti Ayah, bukan seperti ini”, kata sang anak dengan kesal dan tidak mau mengikuti gerakan sang Ibu. Tahun 2007 sudah dimulai. Sebuah titian batu menanti untuk diloncati, yang memberikan arti dalam hidup kita masing-masing. Terserah kita mau mulai dari mana, dari hal yang seperti apa, dan dibagian hidup yang mana. Setiap bagian dari hidup kita menunggu untuk diadakan perubahan, menantikan untuk dikembangkan. Se…