Skip to main content

Kebebasan bukan pilihan!

Saya pernah melihat tayangan di televisi yang menayangkan kesaksian tentang seorang pemuda yang mengklaim telah terbebas dari jeratan narkoba. Awalnya dia adalah seorang pecandu narkoba yang sudah parah sekali, sampai seluruh keluarganya dibuat menderita juga karena satu-persatu barang-barang di rumah harus dijual untuk membiayai pengobatan si anak. Dia memberikan kesaksian bagaimana dia bisa lepas dari keterikatannya dengan barang haram tersebut, dan sekarang sudah mulai bisa ‘berdiri’ kembali untuk menjalani kehidupan yang sebenarnya.

Terpikir oleh saya ketika menonton tayangan itu, bagaimana seandainya dia tidak pernah mendapatkan kesempatan itu, kesempatan untuk terbebas. Bagaimana seandainya keluarganya tidak mendukung dia, malahan meninggalkan dia seorang diri, bahkan tidak mengakuinya lagi sebagai anak di dalam keluarga. Mungkin pemuda ini akan menghabisi hidupnya dalam ketergantungan narkoba dan berakhir dalam over dosis.

Man, life is so cruel!!!

Kita semua walaupun sebagai anak Tuhan, pastinya memiliki keterikatan terhadap satu atau lebih hal. Bisa jadi hal ini berkaitan dengan karakter, kebiasaan, ucapan, atau pikiran. Dalam hidup kita, sering kita berusaha untuk terbebas dari hal-hal tersebut tapi kok sepertinya sulit sekali. Entah sudah berapa kali kita memperbaharui komitmen kita kepada Tuhan, tapi kok balik-balik lagi ya?

Rasul Paulus pun mengalami hal seperti ini juga. Dalam suratnya ke jemaat Korintus dia berkata Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.” (II Kor 12:7).Duri dalam daging dapat diartikan sesuatu yang menyakitkan yang hanya bisa dirasakan oleh kita sendiri, orang lain tidak. Setiap orang memiliki kelemahan, itu pasti. Tapi berfokus kepada kelemahan kita hanya akan membuat kita tidak bisa menemukan kelebihan kita, kita tidak akan pernah bertambah baik.

Ada sebuah ilustrasi tentang seseorang anak kecil. Dia sedang duduk di bawah pohon yang cukup rindang bersama dengan temannya. Ketika mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba ada kotoran burung jatuh tepat ke baju si anak. Akhirnya si anak membersihkan kotoran tersebut dari bajunya. Mereka langsung membahas bahwa noda tersebut tidak bisa hilang biarpun disikat berkali-kali. Baru selang beberapa menit, kotoran burung kembali jatuh, kali ini ke kepala si anak. Dengan tangannya dia langsung membersihkannya karena merasa jorok sekali. Kemudian mereka meneruskan obrolan mereka. Tak lama kemudian, kotoran burung kembali jatuh di atas kepala mereka. Kontan saja mereka kesal, dan menengok ke atas. Ternyata memang tepat di atas kepala mereka terdapat sarang burung.

Seperti ilustrasi tersebut, kecenderungan kita adalah memikirkan apa yang terjadi di sekitar kita karena ada akibat dan efeknya terhadap kehidupan kita. Kita sering merasa gagal, sering merasa tidak mampu melakukan sesuatu, sering menjadi anak bawang dalam segala hal, merasa tidak mampu lagi terbebas dari kebiasaan dosa, dan lain sebagainya. Ada benarnya untuk concern terhadap hal-hal tersebut. Tapi mungkin kita perlu retreat sejenak dan melihat big picture dari hidup kita, jangan-jangan semua hal tersebut adalah hanya sebagai akibat dari kita “duduk di bagian pohon yang salah”.

Yohanes 15:5 berkata “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. “ Dari ayat ini jelas sekali terlihat bahwa Allah ingin agar kita berfokus kepada hubungan kita dengan Dia, supaya kita bergaul erat, mengenal Dia, dan mengetahui kehendak-Nya. Dan justru fokus-fokus kita kepada masalah-masalah yang terjadi, keterikatan-keterikatan kita dengan kebiasaan dosa, kelemahan-kelemahan kita tidak perlu dijadikan fokus utama kita dalam menjalani kehidupan, karena hal-hal tersebut akan secara otomatis sirna ketika kita mengetahui kebenaran dan kehendak Tuhan dalam hidup ini. Tentunya Tuhan akan memberi kita kekuatan untuk mengatasi segalanya.

Kebebasan dari dosa bukanlah pilihan, tapi hak kita sebagai anak Tuhan. Pilihan status kita berada di antara bebas dan tidak bebas, sedangkan hak berarti hal tersebut sudah menjadi milik kita. Dan memang benar, kebebasan dari dosa sudah menjadi milik kita, Tuhan Yesus yang memberikannya. Suka atau tidak, diambil atau tidak, itu sudah dinyatakan menjadi milik kita. Dan bersyukurlah kita mengetahui kebenaran ini sehingga kita dapat berkata “…aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”( II Kor 12:10)

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…