Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2006

Kesurupan

Nonton berita pagi ini di sctv bikin shock juga, tentang berita kesurupan di beberapa daerah. Memang bukan kali ini saja, tapi sudah banyak kasus seperti ini menimpa sltp atau slta di indonesia.

Lucunya lagi berita tadi pagi bilang bahwa kejadian tersebut terjadi setelah selesainya acara "Istiqosah" (kalau tidak salah spellingnya). How come?

Solusinya adalah memanggil paranormal. Disebut-sebut beberapa nama paranormal bahkan sempat diwawancara dan disorot ketika melakukan ritual pengusiran roh kesurupan di sekolah tersebut (beberapa disebutkan ada yang mendiami pohon-pohon di sekolah).

Dikatakan juga, siswi-siswi (kenapa tidak ada siswa ya?) yang kesurupan dicap sebagai siswi yang labil.

Terakhir pembawa acaranya bilang "Akhirnya hanya paranormal yang bisa menyembuhkan dan menyelesaikan hal ini".

Sempet membuatku termenung dan berpikir...

Hal-hal seperti ini yang terlihat, yang teridentifikasi, yang mencoba ditawarkan solusinya (walaupun tidak benar)...itu yang seri…

Terasing

Bagai tembok melapisi langkahku
Komunitas menjadi salah kaprah
Entah diriku atau orang lain yang salah
Tapi aku merasa terasing

Aku hanya ingin sendiri
Tidak ingin ditemani
Jangan pernah berusaha untuk mendekat
Tidak ada gunanya

Gie pernah bilang
"Lebih baik terasing,
daripada tenggelam dalam kemunafikan"
Apa ya topeng yang selama ini kupakai?

Aku benci diriku sendiri
Bahkan dengan apa yang kulakukan
Tapi seringkali dengan impian
aku kembali bisa tenang

Apakah yang menjadi persyaratan komunitas?
Menjadi hebat dan bisa segalanya?
Apa benar seperti itu, ataukah...
aku hanya mengulangi perkataanku sendiri?

Lelah dengan semua ini
membuatku ingin sendiri di kamar
berlanjut dengan khayalan
dan imaginasi liar yang tak pernah orang lain hargai

Memang mereka tak akan pernah dengar
Bahkan mungkin menertawakan
Sayangnya, aku pun saat ini lelah membuktikan
bahwa impian itu ada, khayalan itu nyata!

Biarlah aku terasing
Terasing dalam kedamaian
Kukatakan kedamaian,
padahal tidak

Friendship

like a wind blows
softly removes the dust
we are dust
in our friendship
... we've been through a lot of love
a lot of tears and a hug of bears...
the one is everlasting
our love...
it's time to take a rest
take a deep breath and take it slow
the journey being so long
and here we are, still together
…we still have this
in our new life atmosphere
along our next journey...
you and me …

we love you
and it will always be!
have a wonderful and warm family
coz we always have this
"friendship"

Kebebasan bukan pilihan!

Saya pernah melihat tayangan di televisi yang menayangkan kesaksian tentang seorang pemuda yang mengklaim telah terbebas dari jeratan narkoba. Awalnya dia adalah seorang pecandu narkoba yang sudah parah sekali, sampai seluruh keluarganya dibuat menderita juga karena satu-persatu barang-barang di rumah harus dijual untuk membiayai pengobatan si anak. Dia memberikan kesaksian bagaimana dia bisa lepas dari keterikatannya dengan barang haram tersebut, dan sekarang sudah mulai bisa ‘berdiri’ kembali untuk menjalani kehidupan yang sebenarnya. Terpikir oleh saya ketika menonton tayangan itu, bagaimana seandainya dia tidak pernah mendapatkan kesempatan itu, kesempatan untuk terbebas. Bagaimana seandainya keluarganya tidak mendukung dia, malahan meninggalkan dia seorang diri, bahkan tidak mengakuinya lagi sebagai anak di dalam keluarga. Mungkin pemuda ini akan menghabisi hidupnya dalam ketergantungan narkoba dan berakhir dalam over dosis. Man, life is so cruel!!!Kita semua walaupun sebagai ana…