Skip to main content

Tidak ada yang salah dengan RUTINITAS

Suatu hari aku pulang dari kantor sudah larut malam, sekitar jam 9. Dengan tampang lusuh aku berjalan pulang, pake baju kantor, tas ransel yang isinya laptop, pokoknya gaya banget deh (menurutku) kaya eksekutif muda. Dari arah yang berlawanan aku melihat ada yang persis gayanya sama dengan aku, dengan baju kerja, memakai tas ransel (mungkin isinya laptop juga), dan tampangnya juga lusuh (tapi masih lusuhan gw weee). Terus sekilas aku melihat wajahnya, hm...mungkin dia abis pulang kerja juga.
Tiba-tiba hatiku protes, tadi udah bangga-bangga 'bergaya' karena pulang dari kerja malem, eh ga taunya ga cuma aku yang seperti itu. Mungkin most of workers juga seperti aku. Pikiranku mulai menclok sana sini sambil berjalan pulang, berkata pada diri sendiri "enak aja aku jadi sama dengan orang pada umumnya...ga bisa! harus berbeda dong!".
Banyak sekali hal terlintas dengan alasan supaya tidak menjadi sama dengan kebanyakan orang itu. Sampai aku sempet tanya juga ke beberapa teman. Ada temanku bilang kalo kita memang dari sononya adalah peniru, peniru dari orang sebelum kita. Dia kutip kata-kata dari buku yang cukup terkenal "Copy cat". Tapi aku langsung tidak setuju, karena hal tersebut sungguh-sungguh bertentangan dengan paham creativity intelligent yang aku anut.

Sampai pada hari ini, di kantor ada PD Jumat. Hari ini aku share leadernya, dan kita sedang membahas buku Purpose Driven Life-chapter 8 "Direncanakan bagi kesenangan Allah". Aku hampir tidak persiapan untuk menjadi share leader kali ini. Biasanya aku mencari-cari atau membuat suatu perumpamaan yang identik dengan cerita hari ini, tapi aku nge-blank. Sampai akhirnya aku sharing tentang chapter itu. Dan akhirnya aku mengerti (hehe, lucu juga...aku yang khotbah, eh aku juga yang kena isi khotbah itu).

Jadi gini, di buku itu yang aku simpulkan adalah ada 2 kegiatan sebenarnya yang kita bisa lakukan dalam kehidupan ini, yaitu menyenangkan hati Tuhan atau tidak menyenangkan. Tentunya kita pilih yang pertama.
Untuk menyenangkan hati Tuhan dibagi lagi menjadi 2 pilihan besar, yaitu menjadi pendeta (istilahku yang artinya semua kegiatan yang dilakukan sifatnya rohani), atau menjadi pekerja sekuler. Tapi bagaimana caranya kita menjadi pekerja sekuler dengan tetap menyenangkan Tuhan? Bukankah kedua hal tersebut bertentangan?

Hehehe, awalnya aku tidak mengerti juga, sampai akhirnya buku ini menyampaikan arti dari sebuah penyembahan. Penyembahan bukan hanya musik, bukan hanya kegiatan gerejawi, bukan hanya berdoa dan bersaat teduh, tapi penyembahan adalah hidup kita. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap tafsiranku selama ini tentang "Allah merindukan adanya penyembah-penyembah sejati yang menyembah dalam roh dan kebenaran". Di ayat ini, sebenarnya Allah ingin berkata bukan hanya lagu, pujian, atau kegiatan rohani yang kita lakukan, tapi Allah ingin hidup kita dalam roh dan kebenaran. Owwww !!!

Aku dulu membenci kata rutinitas. Seperti di awal cerita ini, aku menganut paham creativity intelligence, yang berarti kita harus inovatif, kreatif, berbeda dengan orang lain, tidak meniru, dan menjadi lebih baik. Tapi sekarang setelah mengerti tentang penyembahan, aku mempertanyakan kembali...sebenarnya yang salah itu siapa? Rutinitas itu sendiri atau kegiatan yang kita lakukan dalam rutinitas itu?

Tidak ada yang salah dengan rutinitas. Tidak ada yang salah kita setiap harinya bangun jam 5, bergegas mandi, baca alkitab dan berdoa 3 menit, berangkat tanpa sarapan dulu, sampai di kantor, bekerja, pulang jam 5, pulang ke rumah, mandi (kadang langsung tidur), nonton tv. Tidak ada yang salah juga menjadi manusia pada umumnya (yang terlihat secara fisik), memakai tas ransel isi laptop, pulang malam, dan sampai rumah mengerjakan pekerjaan kantor lagi. Sama sekali tidak ada yang salah dengan semua itu. Yang harus diperhatikan sebenarnya adalah apa yang kita lakukan dalam rutinitas kita sehari-hari? Penyembahankah? Atau hanya menjalani kehidupan apa adanya?

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…