Skip to main content

Apa yang tidak pernah dilihat...itu yang diberikanNya pada kita

Hari ini aku teringat akan JC (baca:jessie), keponakanku yang umurnya masih 2.5 tahun. Waktu kemarin mamanya sempet telpon ke handphoneku (dari medan) dan bilang kalo JC mau ngomong ama ku. Ternyata dia lagi ngambek dan nangis, dan bilang ke mamanya pengen ngomong ama aku. Akhirnya aku bicaralah dengan dia. "Ayok kita pasyang musyik musyik yok Pak Engah...", kata dia dengan polosnya. "Jessie mo nali-nali...". Hehehe, jadi kangen deh aku!!!

Menjadi anak kecil mungkin akan menjadi hal yang paling menyenangkan, karena kita bebas mengungkapkan apa saja, tanpa rasa bersalah dan juga lepas dari perkiraan logika. Pernah suatu hari ketika aku baru pulang kantor, kebetulan JC belum tidur. Begitu pintu dibuka, dia sudah menyambut dengan tertawa. Sambil langsung berlari ke arah yang berlawanan. Aku agak heran tiba-tiba dia sambil tertawa berlari kesana kemari. Tampaknya gembira sekali. Sambil aku melepas sepatu, aku memperhatikan kalo JC tampak dengan semangat mengambil sesuatu dari dus mainannya. Aku hanya menunggu sambil terus tersenyum melihat tingkahnya yang 'overaction' itu...hihi.

Seperti yang aku duga, dia mengeluarkan mainannya. Langsung bergegas dibawanya ke depan aku dan memperlihatkannya kepadaku sambil bilang "Pak Engah...ini maenan jc yang baru...tuh bisa di pencet-pencet..." kata dia sambil menggelengkan kepalanya setengah tanda dia begitu exited dan bangga. Ternyata mainan barunya itu adalah keyboard mini yang kalau 1 tuts dipencet langsung berbunyi suatu lagu anak-anak. JC tetap asik memperlihatkan bahwa keyboard itu bisa ganti-ganti suara/ lagu, dan aku mencoba untuk terlihat tertarik akan apa yang sedang dia perlihatkan.

Aku menuju tempat makan, perut sudah agak lapar-kerja seharian ternyata memerlukan energi juga. JC tidak mau melepas mainan barunya itu. Ia tetap memegang erat-erat mainan tersebut sambil tetap berlalu lalang di depanku yang sedang menyantap makan malam sambil menonton tv. Kondisi rumah seketika itu jadi ramai sekali karena JC memainkan keyboard barunya itu, bahkan suara tv sudah terkalahkan. Aku sempat takjub juga melihat begitu asiknya dia dengan keyboard mainan barunya itu. Aku tetap melanjutkan makan malamku sambil tersenyum-senyum. Aku punya suatu rencana di benakku.

Selesai makan, aku langsung ajak JC bermain-main, tentunya dengan mainan barunya itu. Aku mengikuti lagu yang dimainkan oleh keyboard barunya itu, bernyanyi bersama, dan bahkan menari sambil tertawa-tawa. JC terlihat begitu puas sekali ketika sadar kalau aku juga menikmati mainan barunya itu.

Setelah itu, aku pikir ini saatnya menjalankan rencanaku. Aku ajak JC ke atas, sambil membawa keyboard barunya itu. "Kita maen-maen di atas yok jes...", kataku sambil tersenyum. JC langsung mengiyakan. Aku tuntun JC naik tangga menuju kamarku.
Sesampainya di kamarku dia langsung mencoba menguasai situasi. Dia melihat ke sekeliling, apa saja yang ada di dalam kamarku itu dia coba lihat dan menghapalnya. Hehehe, memang anak pintar...dia tidak pernah bersikap sembrono, tapi hati-hati sekali.

Akhirnya aku mengambil tempat duduk di bangku kamarku. Tepat di depanku ada keyboard Roland milikku, sebuah keyboard impianku juga. Aku angkat JC supaya bisa duduk di pangkuanku. Dia agak kaget dan mungkin bertanya-tanya apa yang sedang akan aku lakukan. Tangannya masih memegang erat keyboard mainan dia tadi. Kemudian aku lepas cover keyboardnya dan mulai terlihatlah tuts hitam putih keyboardku itu.
Pastinya dia takjub, dan mulai penasaran terhadap benda yang sedang ada di depannya itu. Aku nyalakan powernya dan mulai memainkan sebuah rhytme yang agak groovy. Dia mulai beranikan dirinya memencet tuts-tuts yang ada, walau masih dengan satu tangan. Kemudian menyadari kalau yang dipencetnya itu berbunyi, dia senang. Dan kemudian dia mulai memencet lebih banyak lagi tombol bahkan tombol selain tuts dia ikut pencet juga. Sampai akhirnya dia lupa akan keyboard mainan yang sedang dia pegang erat di tangan kanannya itu, dan keyboard itupun terlepas dan jatuh dengan pelan. Tiba-tiba dia ada di sebuah dunia lain, berbeda dengan yang baru saja dia alami. Sebuah dunia keyboard sungguhan.

Hehehe. Cerita yang lucu dan memiliki makna dalam bagiku.
Beberapa hari ini aku mulai membaca buku "Heaven is so real!". Sebuah buku kesaksian seorang wanita yang mengaku telah diberi penglihatan tentang surga. Pertama mendengar tentang buku ini aku sudah tertarik. Namun bukan berarti langsung percaya terhadap apa yang ditulisnya.
Aku teringat perkataan kakekku yang berbicara seperti ini "Ya, jadi...kita sebagai manusia harus sadar bahwa Allah itu sebenarnya berada di luar logika manusia dan sama sekali tidak bisa dipelajari sempurna oleh akal manusia. Sehingga benar bahwa Allah itu Roh adanya, dan itu berarti apabila kita ingin mengenal Allah, kita pun harus percaya pada hal-hal yang sifatnya Roh dan tidak masuk akal. "

Heaven is so real.
Aku percaya surga itu ada...

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…