Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2006

Seandainya engkau tidak seperti itu...

Andai saja engkau tidak seperti itu
Mungkin saat ini tidak ada disini
dirimu bersamaku

Bisa jadi aku sekarang sedang terlelap
di tengah kecamuk pedihnya hati
dan tidak bisa berdiri lagi

Andai saja engkau tidak seperti itu
Maka aku tidak punya kesempatan
untuk mencintaimu seperti ini

Bisa jadi aku sedang lemah
atau berlagak kuat
untuk menghadapi dunia

Andai saja engkau tidak seperti itu
Aku tidak akan pernah belajar tentang kelemahan
Yang juga aku miliki banyak sekali

Terima kasih Tuhan
Karena dia seperti itu
andai saja tidak, aku tidak akan seperti ini.

Apa yang tidak pernah dilihat...itu yang diberikanNya pada kita

Hari ini aku teringat akan JC (baca:jessie), keponakanku yang umurnya masih 2.5 tahun. Waktu kemarin mamanya sempet telpon ke handphoneku (dari medan) dan bilang kalo JC mau ngomong ama ku. Ternyata dia lagi ngambek dan nangis, dan bilang ke mamanya pengen ngomong ama aku. Akhirnya aku bicaralah dengan dia. "Ayok kita pasyang musyik musyik yok Pak Engah...", kata dia dengan polosnya. "Jessie mo nali-nali...". Hehehe, jadi kangen deh aku!!!

Menjadi anak kecil mungkin akan menjadi hal yang paling menyenangkan, karena kita bebas mengungkapkan apa saja, tanpa rasa bersalah dan juga lepas dari perkiraan logika. Pernah suatu hari ketika aku baru pulang kantor, kebetulan JC belum tidur. Begitu pintu dibuka, dia sudah menyambut dengan tertawa. Sambil langsung berlari ke arah yang berlawanan. Aku agak heran tiba-tiba dia sambil tertawa berlari kesana kemari. Tampaknya gembira sekali. Sambil aku melepas sepatu, aku memperhatikan kalo JC tampak dengan semangat mengambil sesua…

i love guitar ;)

Engkau harus mati dulu, baru engkau akan hidup...

1/16/06
20:57
[writing on my PDA]

Malam ini aku tdk pulang ikut jemputan. Td abis nonton SAW 2.
Film horror,tapi seru banget. Walau pas adegan-adegan tertentu aku agak "geli" melihatnya.Aku tertarik pada sebuah karakter "manusia" yang diperankan oleh seorang laki-laki berperawakan besar. Orang yang ingin cepat pada solusi ketimbang brainstorming, orang yang rela mengorbankan orang lain demi diri sendiri, yang bahkan rela menyakiti diri sendiri hanya demi tercapainya sebuah ambisi yang sebenarnya tidak mungkin tercapai. Bisa kita bayangkan bahwa akhirnya dia mendapatkan pet unjuk bahwa kombinasi kunci untuk mendapatkan obat penawar yaitu tertulis pada tengkuk belakang teman-temannya (baca:para saingannya). Dia rela membunuh, membiarkan mati temannya asalkan dia mendapatkan apa yang dia perlukan, memburu, bahkan menyayat tengkuknya sendiri (karena dia tidak dapat melihat angka yang ada di tengkuknya sendiri). Padahal, kalau dia berpikir sejenak, setelah dia dapatkan de…