Skip to main content

Posts

Showing posts from 2006

Sebuah Kesunyian yang akhirnya ternikmati

Kapasitas diri harus kutambahkan Keinginan tidak boleh hanya berkembang Tapi tertanam sebagai sebuah impian Dan kemudian terwujudkan Aku tidak boleh menyerah Di sebuah titik yang jauh dari kotaku ini Aku menyimpan sebuah harapan Walau tidak pernah mengimpikan secara dalam Tapi aku ingin berbuat sesuatu Suatu tonggak sejarah di sini! Mamah bilang pekerjaan itu tempat bermain nak Bermainlah sambil bekerja, bukan sebaliknya Sabar ya mah... Sedang kucoba menikmati permainan ini Dan sedang kucoba pula untuk memenangkannya Sudah seminggu lebih dua hari aku berada disini Awalnya sunyi untuk hatiku Tapi kemudian, rasa mulai gundah untuk kembali Kupikirkan dan kemudian kutahan Ternyata tinggal kunikmati, hilanglah rasa itu Lebih dari apapun yang kulihat dan rencanakan Engkau sesungguhnya merajut hidup ini Dengan rancangan-Mu yang indah Ajar aku percaya... Ajar aku menikmatinya ;) “To accomplish great things, we must not only act, but also dream; not only plan,

Foto Bersejarah

Sekilas, foto ini tampak biasa saja. Hanya foto permata bogor yang tengah sibuk berjualan di keramaian jemaat di sebuah gereja, tepatnya gereja batak karo protestan bandung pusat. Pada saat kesibukan itu, mereka mencuri-curi waktu untuk berfoto dan mengabadikan moment tersebut. Disamping kiri ada adikku yang tanpa sengaja juga ikut masuk kedalam foto ini. Beruntungnya, sewaktu foto dijempretkan, datanglah seorang wanita berpakaian merah sambil tersenyum polos seolah tidak tahu kalau sedang ada 'pemotretan'. Sebuah foto biasa memang, namun kalau tahu sejarahnya mungkin akan lain cerita. Foto ini diambil tgl 22 februari 2004 ketika permata bogor sebagai panitia sedang mencari dana untuk bkso II di gbkp bandung pusat. Percaya atau tidak, mulai dari foto ini aku mulai mendoakan wanita berbaju merah itu. Aku ingat, malam itu di depan monitor komputer, di kamarku, aku memandang foto ini, dan mulai mengucapkan sebuah doa dari dalam hati...bahwa aku ingin agar Tuhan mempertemukan aku

Gallery Foto2 lama...

Detective , Jes? Gambar dibuat sebelum mereka jadian...xixixi ;) Jes?? Ah, Demdut...where are u now? Gambar dibuat sebelum mereka putus. Hehehe, harusnya demdut yg dibawah...kok jd berubah? Ini waktu gw ikutan perang di film Saving Private Ryan Joi Bakti jadi bintang film di Mummy Ini B'Rbn + B'Tms waktu maen film TROY It's lovely playing guitar in a snowland...someday... Looking up... Spiderman? Scary ! Gambar ini diambil pas gw masih jadian ama Dian Sastro. Gambar ini diambil waktu gw masih jadian ama Jeon (My Sassy Girl) Thousand of faces...who knows??? Mirip Chicha ga? Lebih kurus dikit sih... It's burning! Hihihi...emang gw tuh orangnya iseng dan terkadang ga ada kerjaan ya??? ;)

Proyek Ketaatan : Mijitin Bulang tiap malem

Hari-hari belakangan ini aku disibukkan dengan kegiatan yang cukup unik. Sebuah proyek kecil dan tidak terlihat, karena terjadi di rumah setiap aku pulang kerja. Proyek ketaatan itu berjudul mijitin Bulang tiap malam. Bulang sekarang tinggal di rumah, bogor. Nenek yang pergi meninggalkan Bulang memaksa keadaan menjadi tidak mudah buat kami semua. Dan Bulang sendiri yang memutuskan untuk tinggal di bogor, karena kalau tetap tinggal di sei batu gingging pasti akan terasa sekali suasana sedih dan sendiri. Paulus Keliat, begitu nama Bulangku. Seorang yang bijaksana dan keras. Latar belakang kehidupan pada saat jaman kemerdekaan membentuk karakter yang begitu kental dengan militer di dalam diri Bulang. Namun demikian, belakangan aku melihat sosok ini berubah di mataku, berubah menjadi sosok yang berpikir panjang dan penuh kasih. Sudah hampir 4 malam berturut-turut aku memijit bulang. Ah, malam ini aku pulang jam 10 dari kantor. Badan sudah penat, dan mata sedikit berkunang-kunan

i love the co-incident

daun akan berembun jika pagi hari daun akan layu dan berguguran ketika musim kemarau daun akan terlihat segar saat diberi air ritma yang terprediksi seringkali hilang hilang dari pandangan mata dan terungkap terungkap saat sudah mulai terlihat hidup itu tidaklah membosankan justru dirimu yang membosankan bagi hidup hidup itu hidup

Berjalan di dalam Tidurku

Sepertinya aku sedang melintasi suatu mimpi Sebenarnya mimpi itu sendiri tidak pernah berakhir Namun terkadang aku senang berjalan di dalam tidurku Karya itu harus selalu baru, harus selalu segar Walau hal itu tidaklah berarti tidak boleh meniru Dan hal itu juga tidak selalu disukai Hey, aku ingat! Aku pernah punya mimpi bahwa aku sedang duduk di atas gunung sambil melukis sebuah gunung Aneh memang karena aku sendiri tidak bisa melihat gunung yang kulukis Ketika pertambahan daya kreativitas dituntut exponensial Saat-saat kritis ialah ketika limit yang dimiliki mendekati nol Tapi toh sebenarnya hasilnya tidaklah nol juga Di gunung itu aku hanya memegang sebuah kuas dengan satu warna cat Di depanku ada sebuah kanvas yang sudah pernah tertulis Ingin aku menghapusnya terlebih dahulu sebelum memulai, tapi buat apa? Rasa ingin mencipta ini bagai raksasa yang lebih besar dari diriku sendiri Terkadang pikiranku dikuasainya dengan kekuatannya, sehingga aku menjadi tak berda

Nenek gw yang baik itu udah ga ada lagi...

Tepat hari ini jam 9.30 pagi, bang Ago telpon dari medan, dan bilang "Tor, nenek kita yang baik itu udah ga ada lagi...", sambil menangis. I'm speechless! "Kehidupan bukanlah sesuatu yang bisa dijaga untuk tidak habis, namun demikian jagalah agar setiap tetesan kehidupan itu berharga di mata Tuhan. " (itor)

Kesurupan

Nonton berita pagi ini di sctv bikin shock juga, tentang berita kesurupan di beberapa daerah. Memang bukan kali ini saja, tapi sudah banyak kasus seperti ini menimpa sltp atau slta di indonesia. Lucunya lagi berita tadi pagi bilang bahwa kejadian tersebut terjadi setelah selesainya acara "Istiqosah" (kalau tidak salah spellingnya). How come? Solusinya adalah memanggil paranormal. Disebut-sebut beberapa nama paranormal bahkan sempat diwawancara dan disorot ketika melakukan ritual pengusiran roh kesurupan di sekolah tersebut (beberapa disebutkan ada yang mendiami pohon-pohon di sekolah). Dikatakan juga, siswi-siswi (kenapa tidak ada siswa ya?) yang kesurupan dicap sebagai siswi yang labil. Terakhir pembawa acaranya bilang "Akhirnya hanya paranormal yang bisa menyembuhkan dan menyelesaikan hal ini". Sempet membuatku termenung dan berpikir... Hal-hal seperti ini yang terlihat, yang teridentifikasi, yang mencoba ditawarkan solusinya (walaupun tidak benar)...

Terasing

Bagai tembok melapisi langkahku Komunitas menjadi salah kaprah Entah diriku atau orang lain yang salah Tapi aku merasa terasing Aku hanya ingin sendiri Tidak ingin ditemani Jangan pernah berusaha untuk mendekat Tidak ada gunanya Gie pernah bilang "Lebih baik terasing, daripada tenggelam dalam kemunafikan" Apa ya topeng yang selama ini kupakai? Aku benci diriku sendiri Bahkan dengan apa yang kulakukan Tapi seringkali dengan impian aku kembali bisa tenang Apakah yang menjadi persyaratan komunitas? Menjadi hebat dan bisa segalanya? Apa benar seperti itu, ataukah... aku hanya mengulangi perkataanku sendiri? Lelah dengan semua ini membuatku ingin sendiri di kamar berlanjut dengan khayalan dan imaginasi liar yang tak pernah orang lain hargai Memang mereka tak akan pernah dengar Bahkan mungkin menertawakan Sayangnya, aku pun saat ini lelah membuktikan bahwa impian itu ada, khayalan itu nyata! Biarlah aku terasing Terasing dalam kedamaian Kukataka

Friendship

like a wind blows softly removes the dust we are dust in our friendship ... we've been through a lot of love a lot of tears and a hug of bears... the one is everlasting our love ... it's time to take a rest take a deep breath and take it slow the journey being so long and here we are, still together … we still have this in our new life atmosphere along our next journey... you and me … we love you and it will always be! have a wonderful and warm family coz we always have this "friendship"

Kebebasan bukan pilihan!

Saya pernah melihat tayangan di televisi yang menayangkan kesaksian tentang seorang pemuda yang mengklaim telah terbebas dari jeratan narkoba. Awalnya dia adalah seorang pecandu narkoba yang sudah parah sekali, sampai seluruh keluarganya dibuat menderita juga karena satu-persatu barang-barang di rumah harus dijual untuk membiayai pengobatan si anak. Dia memberikan kesaksian bagaimana dia bisa lepas dari keterikatannya dengan barang haram tersebut, dan sekarang sudah mulai bisa ‘berdiri’ kembali untuk menjalani kehidupan yang sebenarnya. Terpikir oleh saya ketika menonton tayangan itu, bagaimana seandainya dia tidak pernah mendapatkan kesempatan itu, kesempatan untuk terbebas. Bagaimana seandainya keluarganya tidak mendukung dia, malahan meninggalkan dia seorang diri, bahkan tidak mengakuinya lagi sebagai anak di dalam keluarga. Mungkin pemuda ini akan menghabisi hidupnya dalam ketergantungan narkoba dan berakhir dalam over dosis. Man, life is so

Can't Stop Praising !

SING IT LOUD !!!! I'M PRAISING YOUR NAME, LORD !!!! Can't Stop Praising Words and Music by Tulele Faletolu and Marty Sampson Try to find the words To express the way you are But the beauty of the lord Cannot be described in just one lifetime Look at the sun over the seas Look at your grace that covers me Now I know Yes I know Now I know I know your love has saved me In the morning I can't stop praising your name In the evening I can't stop praising your name In the morning I can't stop praising your name In the evening I can't stop And I want you to know Yes I want you to know Oh yes I Lord you're so amazing Every word you say is true Better than the finest treausre So glad that I found you You held me close When I was down Your world has turned my world around Now I know Yes I know Now I know I know how much I love you Hallelujah We praise your name We praise your name

Kisah 2 Orang Kesatria

"Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri." (Roma 14:4) Ada sebuah cerita tentang dua orang kesatria karangan aku sendiri. Mereka pada masa muda mereka sudah terpanggil untuk berlatih menjadi benar-benar seorang kesatria yang sejati. Setiap hari mereka melatih badan mereka supaya kuat, berlari dengan cepat, memukul dengan kuat, dan mengeluarkan suara keras supaya orang gentar melihatnya. 2 kesatria ini tidak saling mengenal, walaupun sebenarnya rumah tinggal mereka tidaklah jauh. Setiap hari mereka berlatih sendiri-sendiri di depan halaman. Karena sanking tingginya pagar rumah mereka, mereka tidak bisa melihat ke seberang rumah mereka. Dua-duanya semakin hari semakin kuat dan tangguh, dan hampir tak terkalahkan. Mereka begitu yakin bahwa mereka sudah mampu untuk membela rakyat mereka ketika nanti ada se

Reuben Morgan - wanna be like

Reuben Morgan concert yesterday opened by performances from trueworshippers. They were rocks the audiences. All the songs are makes my heart shaking and my feet cannot stand still :) Maybe i just skip the Jonathan Prawira session, cause i think everybody is began to tired at that time. No, not because the performance! But, all the audiences were exchausted after TW, and they were waiting for Reuben. And then, "the show" begin. Reuben and his folks begin to shaking the istora with song "Hallelujah (hear our praises)". And from that to end, all the songs are great!!! Really really great (except the projector man forgot to display the lyrics on the screen, so everybody just saying "hemm...hemm....hem..." hehehe). One thing i got (from plenty things showed to me), are the moment they were not playing the songs. You see what i mean? Just playing the music, making drum beats, guitars that creating atmosphere (hm, such a heaven atmosphere i think), and the

Turn the music on !!!

Sounds funny or not, tapi lately aku jarang banget denger musik. Tersadar lagi kemaren pas latihan band untuk BKSO yang bentar lagi, bahwa aku sama sekali belum pernah denger lagunya (jadi ngulik lagunya berdasarkan perkiraan aja...). So foolish! But then i realize...kalau aku tinggalkan musik, berarti aku telah meninggalkan suatu kebiasaan yang akan aku lakukan nanti di surga which is untuk 'selamanya'. Berawal dari beli gitar listrik lagi (hiks, uang tabungan abis euy) aku jadi mikir kalo sayang banget aku ga optimalin apa yang udah aku punya saat ini. Again, reminds me for MAXIMAZING YOUR CAPACITIES. So...what i do?updating new songs, buying new cd's...ALRIGHT !!! That simple? Yeah, that simple! Lets turn the music on !!! Let Your Spirit keep firing up my heart !!!! *** SAFE IN A CRAZY WORLD (by Corrinne May) I try to smile my tears away, I try to keep my cool. Oh but one more door gets in my way I feel like such a fool Trampled and bitter, My heart just wa

Being Humble

Don't know what to say Thinking about my self and what other person might seez on me I guess they're wrong But maybe they're right I'm not the only person that seez me I'm only my self, not others So, i'm lacking of being humble Getting the positive one? Or hitting my self with the negative one? Am i that arogant? Am i that foolish not to admit it? Who am i, who are you... Let time remain To seez all things with honesly

"Mereka anak baik-baik..."

Pulang dari kantor, naik damri. Kebetulan karena beberapa hari ini damri baru "keluar dari penjara" karena kasus polisi yang mintain duit untuk trayek kita, jadi bus kita terpaksa gonta ganti jalur, keluar masuk penjara, dan bayar duit ke polisi (kurang lebih 42 juta...ckckck). Damri yang jam 06 sekarang lewatin sentul. Sebenernya kalo lewat sentul aku jadi lebih jauh, karena harus naek bus sekali lagi. Tapi yah, memang masih lebih enak dibanding kalo naek bus ke uki dulu...mpffhhhh ngebayanginnya aja udah "ga bijaksana"...Hahaha Malam itu akhirnya aku turun persis persimpangan jalan baru. Hujan baru mengguyur bogor (memang kota hujan susah ya...), saat itu masih gerimis. Tapi aku enggan mengeluarkan payung, toh bentar lagi busnya juga lewat pikirku. Sambil menunggu bus, aku berdiri di pinggir jalan sambil menatap sekitar. Dideket tempatku berdiri ada anak-anak kecil bergelombol. Kurang jelas mereka sedang apa, tapi sepertinya mereka sedang bermain-main karena s

Kereta Sayur

Pulang dari KP di Cijantung, karena mobil tebengan ga cukup pulang ke bogor, akhirnya aku balik bareng temen-temen yang lain naek kereta. Kita ngangkot sampe stasiun kereta UI. Masuk gang kecil dan sampai di stasiun. Sampe loket stasiun, loketnya udah tutup. Temen-temen pada bilang "Ya, tukang karcis juga butuh tidur. Lagian memang ga pernah kereta malem ke bogor harus bayar tiket. Gratis lah! Paling juga kalo apes bayar 1000 ke tukang karcis yang nagih di atas kereta". Itupun kalo dia ketemu kita...hehehehe :) Akhirnya datang juga kereta malam itu. Tepat jam 9.30 malam. Keretanya tetep aja penuh, heran ni orang-orang dari mana semua sampe malem gini baru pulang. Karena padat banget, terpaksa berdiri. Gelayutan deket orang-orang yang tampangnya lusuh semua. Jadi inget, ada temenku menjuluki kalo kereta ekonomi tuh "kereta sayur". Hehehe, karena memang udah kaya pasar juga sih di dalem. Ga nyampe 10 detik, pasti udah ada tukang jualan ngelintas di depan kita. Ya

Hari ini...

Udah lama ga nulis blog. Rasanya semakin jauh dengan kehidupan nyata...hehehe, apa semakin mendekati kehidupan nyata? Hari ini, mo curhat lagi ni. Di website yang aku develop (www.permatagbkp.com) dapet shoutbox tentang website competititon. Aku langsung tertarik dengan shouting itu, akhirnya jadi buka-buka website-website kampus-kampus dan membanding-bandingkan. www.itb.ac.id Simple and mature. Ini 1st winner dari website campus competition. Waktu aku buka, konsep halaman depan...simple. Background white dengan design yang seadanya (seadanya lebih sulit dibanding dengan boros pernak-pernik). Wah, webssite ini dibilang ready for IPv6, cool !!! Hehehe, entah kenapa waktu aku buka website ini...kembali hatiku bilang..."ughh, seandainya gw waktu itu kuliah di kampus ini...". Old story flashback on my mind. Aku klik ke sana sini, ngeliat link yang ada di website ini. Ada fasilitas, pictures, uggghhhh....Asli, pikiran untuk turn back time ada... Seandainya gw sekolah lagi,

Aku dan Flu Burung (sebuah puisi)

Ketika malam menjelang Aku semakin tersiksa Suara berulang-ulang Membuat aku tersiksa Kupejamkan mata Namun mulut tetap terbuka Kepalan tangan merata Lemas dan murka Akankah semua ini berakhir? Kapankah selesainya? Andai ini malam terakhir! Andai malam ini aku tertidur nyenyak

Rumah Teh Dago

[taken from www.langitmerah.blogdrive.com] Biasa, nih, b5 lagi pingin ngumpul lagi. Pas libur harpitnas kemaren (31/3) ada rencana mo ke Cibodas. Pemahaman kita semua, Itor bakal minjemin mobil. So, terlihat semua beres-beres aja. Pagi-pagi, setibanya di rumah Itor, dia langsung ngabarin, "nggak ada mobil, nih, Bos." Kejadian nyaris persis kayak tukeran kado dulu itu. Dia bilang kagak bawa kado tepat pas dia menginjakkan kakinya di lantai rumah DM ketika acara tukeran kado. Ya, udah gak papa, Tor. Kita naik angkot aja. Sebelum jalan, kita sarapan dulu. Ada yang nyarap bubur, ada yang nyarap lontong sayur, tapi alhamdulilah nggak ada yang sampe sarap. Sambil makan, tau-tau ada ide, "ke Bandung aja, yuk!" Nah lo! Siapa takut? Gue juga lupa ide siapa itu, yang jelas, kita sepakat "makan siang" di Bandung terus langsung pulang hari itu juga. Naik angkot ke bandara baranangsiang. Langsung naik bus MGI jurusan Bogor - Bandung. Duduk di deretan bangku paling

Tidak ada yang salah dengan RUTINITAS

Suatu hari aku pulang dari kantor sudah larut malam, sekitar jam 9. Dengan tampang lusuh aku berjalan pulang, pake baju kantor, tas ransel yang isinya laptop, pokoknya gaya banget deh (menurutku) kaya eksekutif muda. Dari arah yang berlawanan aku melihat ada yang persis gayanya sama dengan aku, dengan baju kerja, memakai tas ransel (mungkin isinya laptop juga), dan tampangnya juga lusuh (tapi masih lusuhan gw weee). Terus sekilas aku melihat wajahnya, hm...mungkin dia abis pulang kerja juga. Tiba-tiba hatiku protes, tadi udah bangga-bangga 'bergaya' karena pulang dari kerja malem, eh ga taunya ga cuma aku yang seperti itu. Mungkin most of workers juga seperti aku. Pikiranku mulai menclok sana sini sambil berjalan pulang, berkata pada diri sendiri "enak aja aku jadi sama dengan orang pada umumnya...ga bisa! harus berbeda dong!". Banyak sekali hal terlintas dengan alasan supaya tidak menjadi sama dengan kebanyakan orang itu. Sampai aku sempet tanya juga ke beberapa te

Awesome trip (Kota Waringin Estate)

Aku harus segera berangkat ke Kota Waringin Estate, karena mau ada pemasangan VSAT di sana. Kalau pernah liat parabola pasti tau lah bentuknya VSAT, karena mirip-mirip. Kota Waringin Estate (KWE) adalah salah satu unit kebun dari group perkebunan kelapa sawit di kantorku. Letaknya di daerah Pangkalan Bun, dan perjalanan ke sana harus melewati laut (speed boat). Cukup menantang pikirku. Dan aku pun langsung menuju ke sana tanpa basa-basi, sendirian! Hehehe, modal nekat memang. Awalnya aku sangat tenang sekali. Sampai di bandara soekarno-hatta aku langsung check in. Pesawat jam 6 pagi mengharuskanku naik bus damri yang jam 4 pagi. Aku harus naek pesawat ke pontianak dulu, baru transit ke pangkalan bun. Dan dari situ baru naik speed boat menuju KWE. Perjalanan yang aku pikir pasti seru dan asik. Sayangnya kamera yang aku bawa kehabisan batre (huh!), jadi moment2 yang kuabadikan diambil dari iPAQku yang resolusinya kurang bagus (maklum, pda murah). Sesampainya di Pontianak, belum ada

Susahnya membuat sebuah film rohani

Fiuh, udah lama kayaknya ga nulis. Hehehe, semoga ga banyak yang kangen. Sebenernya udah sering pengen nulis, cuma ngerasa ga nyempet aja-padahal kalo disempet-sempetin sih harusnya bisa ;) Hampir tiap hari aku sekarang balik dari kantor nebeng bis jemputan bank BNI. Lumayan, harga abondemennya setengah dari harga kereta express pakuan. Setidaknya bisa berhemat untuk masa depan (haha). Di dalam bis hiba ada teve-nya, asik juga sebagai pengantar tidur dalam perjalanan. Entah yang pegang remote teve tersebut siapa, tapi hampir dalam setiap perjalanan pulang selalu manteng di satu stasiun teve saja. Awal-awal aku masih menikmati, karena waktu itu tayangan bajaj bajuri yang lucu dan cukup bisa bikin ketawa lah. Tapi setelah itu biasanya ada sebuah sinetron "rohani". Karena versinya berbeda dengan kepercayaanku, pada awalnya aku tidak begitu memperhatikan. Tapi lama kelamaan, memang ternyata insting filmku selalu ingin mengikuti jalan cerita film tersebut. Padahal kalo dibilang

Seandainya engkau tidak seperti itu...

Andai saja engkau tidak seperti itu Mungkin saat ini tidak ada disini dirimu bersamaku Bisa jadi aku sekarang sedang terlelap di tengah kecamuk pedihnya hati dan tidak bisa berdiri lagi Andai saja engkau tidak seperti itu Maka aku tidak punya kesempatan untuk mencintaimu seperti ini Bisa jadi aku sedang lemah atau berlagak kuat untuk menghadapi dunia Andai saja engkau tidak seperti itu Aku tidak akan pernah belajar tentang kelemahan Yang juga aku miliki banyak sekali Terima kasih Tuhan Karena dia seperti itu andai saja tidak, aku tidak akan seperti ini.

Apa yang tidak pernah dilihat...itu yang diberikanNya pada kita

Hari ini aku teringat akan JC (baca:jessie), keponakanku yang umurnya masih 2.5 tahun. Waktu kemarin mamanya sempet telpon ke handphoneku (dari medan) dan bilang kalo JC mau ngomong ama ku. Ternyata dia lagi ngambek dan nangis, dan bilang ke mamanya pengen ngomong ama aku. Akhirnya aku bicaralah dengan dia. "Ayok kita pasyang musyik musyik yok Pak Engah...", kata dia dengan polosnya. "Jessie mo nali-nali...". Hehehe, jadi kangen deh aku!!! Menjadi anak kecil mungkin akan menjadi hal yang paling menyenangkan, karena kita bebas mengungkapkan apa saja, tanpa rasa bersalah dan juga lepas dari perkiraan logika. Pernah suatu hari ketika aku baru pulang kantor, kebetulan JC belum tidur. Begitu pintu dibuka, dia sudah menyambut dengan tertawa. Sambil langsung berlari ke arah yang berlawanan. Aku agak heran tiba-tiba dia sambil tertawa berlari kesana kemari. Tampaknya gembira sekali. Sambil aku melepas sepatu, aku memperhatikan kalo JC tampak dengan semangat mengambil sesu