Skip to main content

CHOIR (Micnya terlalu dekat!!!)

Hari rabu kemarin ada kejadian lucu. Jadi gw nebeng dengan deddy temen kantor sampai ke plaza semanggi, rencana mau ngejar jemputan hiba yang jam 5.30. Jadi dengan santai gw duduk-duduk santai di balok trotoar sebelum mcD. Secara ga sengaja, di jendela satu bus yang lewat, gw ngeliat temen gereja, anak permata juga. Weleh, ngapain mereka ke jakarta ya? Akhirnya dadah-dadahan. Kebetulan juga ketemu dengan abang yang satu gereja, jadi lebih seru ngobrolnya di balok trotoar itu. Busnya datang, jadi aku bersiap-siap. Sialnya dia ambil jalur kanan! WEKS! Gw udah ga semangat ngejarnya, walau sebenarnya kondisi macet masih memungkinkan untuk ngejar.
Akhirnya aku dengan penuh kegeraman (ga segitu kaleee) jalan santai menuju plangi. Lucunya lagi, pas lagi jalan...eh ketemu ama anak permata yang tadi dadah-dadahan di bus (Vina+Nia). Mereka bilang mau natalan di balai sarbini. Gw diajakin, tapi gw pikir males banget lah, udah ngantuk dan cape...bawaannya pengen cepet pulang aja. Akhirnya gw meneruskan perjalanan ke arah depan plangi. Sampai disitu, dapet telp dari Ika "Bang, ikutan natalan yuk!". Wakz, diajakin lagi. Tapi lagi-lagi dengan kebulatan hati gw menolak.
Satu detik setelah menutup telepon, aku langsung berubah pikiran. "Ngapain juga pulang cepet-cepet...". Aku langsung callback, tapi sibuk mulu. Akhirnya gw coba hubungi anak permata lainnya, berhasil. Aku minta mereka tunggu di depan sarbini.

Believe it or not, itu pertama kalinya gw masuk balai sarbini (tenang tor, masih banyak kok orang-orang yang belum mampu masuk juga...hehehe). Waktu acara dimulai orang-orang udah ada yang nyalain fosfor yang harusnya dinyalain pas candle light. Tapi gw jaga supaya ga nyala dulu, sayang aja gitu.
Ello nyanyi 2 buah lagu, dengan hanya bermodalkan gitar accoustic hitam miliknya. Ck ck ck, suaranya memang ok, walau malam itu keliatan dia agak nervous (chord gitarnya beberapa kali salah mulu) dan kurangnya improvisasi. Apalagi pas temen rap-nya datang nemenin dia di lagu "O Happy Day", kurang greget aja.

Nah, yang aku pengen ceritain sebenarnya...
Disitu ada penampilan sebuah choir. Gw lupa choir dari mana, tapi dilihat dari persiapan panggung sebelum mereka mulai bernyanyi, pasti ok ni pikirku. Micnya sudah ada yang khusus untuk mic choir gitu, yang bentuknya tinggi, dan kemudian melengkung ke bawah. Setahuku itu mic sensitif sekali dan dapat meredam 'hiss'. Satu kejanggalan, ada seorang pemuda dengan santainya menambah mic, dia memegangnya pula dekat sekali dengan mulutnya (yah, ga terlalu dekat lah tapi lebih dekat dari yang lain). Aku udah langsung berpikir, waduuuhh, pasti suaranya ga balance ni.
Dan bener aja, pemuda itu memainkan suara bas dalam choir itu. Mic yang terlalu dekat mengakibatkan suara dia jadi agak dominan gitu. Sepanjang mereka bernyanyi, gw pengen tetap menikmati perpaduan suara mereka, tapi terus terganggu dengan dominannya suara bass gara-gara mic yang terlalu dekat.
Ingin rasanya aku bilang kalo mendingan mic-nya ga usah dipegang, atau matikan saja. Tapi sayangnya tidak bisa.
Paduan suaranya tetap bagus, tapi jadi kurang harmonis.


Hm,
Sering kali dalam hidup seperti itu ya?
Sengaja atau tidak sengaja, kita ingin menonjolkan diri kita lebih dari yang lain. Beberapa waktu yang lalu aku pernah bahas dengan seorang teman, mengenai seseorang di milis yang kayaknya berusaha tenar banget. Dia bilang begini "yah, mungkin dia butuh pengakuan, Tor...".
Tapi aku ga suka seperti itu, i would prefer doing all things behind the scenes. Walau gw akui juga, rasa ingin menonjolkan diri itu hampir selalu ada dalam setiap event, dan untuk meredam itu susah dan tidak mengenakkan hati. Tapi aku pikir...itu harus dilakukan setiap kali rasa itu muncul. Gw ga tau apakah gw berhasil atau tidak, mungkin juga dalam banyak event gw gagal dan menjadi sok tenar (ampuni aku kalau seperti itu, Tuhan).

Untuk menjadi renungan...
Seandainya kita ada disebuah choir, liat dong mic yang ada di depan kita...
Apakah sudah terlalu dekat? Bersediakah kita untuk menjauhkannya sedikit suara yang lain bisa lebih terdengar dan menjadi harmonis?
Ataukan mungkin juga sudah terlalu jauh? Kita tidak pernah percaya lagi dengan kemampuan kita untuk membuat sesuatu menjadi lebih indah?

Seperti lirik sebuah lagu:
"Jadikan aku alat musik-Mu yang indah diantara kumpulan alat musik-Mu yang lain..."

Comments

  1. Wow!!
    what a perfect analogy ;)

    but belum tentu dia spt yg kamu pikirkan lho... caranya saja yg mungkin terlalu 'nampak' buat orang kebanyakan termasuk kita... :)

    so, what about yourself??

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…