Skip to main content

Coba aja, toh lu ga akan ditonjok kok...

Pagi diary.
Hari ini ada kejadian lucu. Karena hari senin, jadi jemputan bus hiba lebih cepet 15 menit. Tapi ternyata begitu nyampe di tugu kujang bareng adekku dan diantar oleh abang...busnya udah kelewatan. Alhasil di depan mobil ada bus hiba juga, tapi bukan langganan kita (soalnya busnya abondemen). Dengan cuek bebek gw dan adek gw naek. Sebenernya gw ga berani naek,tapi gw belajar menjadi asertif dari adek gw, jadi naek aja. Sampe di atas bus, penumpang yang lain pada bengong ngeliatin, soalnya mereka ga kenal wajah kita. Tapi lagi2 adek gw cuek, dan gw ikutan aja.
Dibagiin roti dan aqua. Dengan muka polos dan datar, nerima roti dan aqua itu.
Adekku sms (tempat duduk kita pisah, soalnya udah penuh juga), dia udah bilang ke pengurusnya. Akhirnya pas si mbak itu ada di depan dia tanya "Mas juga yang tadi ketinggalan bus bni ya?". Terus akhirnya gw "ngaku" dan nanya bayar berapa? Dia bilang ten bucks, dan gw bayar sekalian ama adek gw. Lega akhirnya...fiuhh...
Hm, ternyata "langsung dilakukan" memberi efek yang bagus juga. Yang penting kan bayar aja...
Hari ini belajar tentang asertif itu deh. Mencoba aja sesuatu ketika situasi urgent, ga usah pedulikan perasaan sensitif untuk sejenak. Toh ga bakal ditonjok! Hehehe...

Overload?
Aku lagi overload. Proyek drama natal ada 2, terus ensamble, terus lagi rekaman band, terus film dokumenter, terus ada proyek kantor ke riau dan palangkaraya. Wakakakakaka, udah ga bisa diceritain deh stressnya kaya apa.
Tapi pagi ini sambil jalan ke kantor, sambil berdoa dan meminta kekuatan yang SEMPURNA dari Dia. Kalo ga gitu, gw mungkin ga bakal kuat...

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…