Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2005

"Tuhan, sekarang waktunya untuk ngapain?"

Tak terasa sudah hampir musim salju lagi...i mean...xmas is coming!
Bagiku natal itu selalu sesederhana dari penampilannya, namun tidak sesederhana tujuannya.

Masih teringat waktu dulu jaman aku masih sma, kita merayakan natal dengan bejubel kegiatan, latihan nyanyi, latihan puisi, latihan drama, latihan latihan...semua tiba-tiba harus dilatih. Hehehe, untungnya waktu itu aku sekolah di bogor, yang pulangnya jam 1 siang, dan jarak rumah tidak jauh dari sekolah. Sehingga bisa dengan mudah mengantisipasi semua kegiatan.

Kini natal bagiku adalah dimana harus memeras tenaga sedikit lebih banyak untuk dapat membagi waktu antara pekerjaan dan "kegiatan pelayanan". Kata kerja yang kedua bisa berarti ambigus, itu karenanya aku memakai tanda kutip.
Kegiatan pelayanan bagi beberapa orang adalah pelayanan itu sendiri, sedang bagi banyak orang itu hanya sebuah tingkah laku yang hyperactive di saat-saat tertentu.

Bicara tentang kegiatan pelayanan, aku selalu mencerminkan diriku dengan per…

Coba aja, toh lu ga akan ditonjok kok...

Pagi diary.
Hari ini ada kejadian lucu. Karena hari senin, jadi jemputan bus hiba lebih cepet 15 menit. Tapi ternyata begitu nyampe di tugu kujang bareng adekku dan diantar oleh abang...busnya udah kelewatan. Alhasil di depan mobil ada bus hiba juga, tapi bukan langganan kita (soalnya busnya abondemen). Dengan cuek bebek gw dan adek gw naek. Sebenernya gw ga berani naek,tapi gw belajar menjadi asertif dari adek gw, jadi naek aja. Sampe di atas bus, penumpang yang lain pada bengong ngeliatin, soalnya mereka ga kenal wajah kita. Tapi lagi2 adek gw cuek, dan gw ikutan aja.
Dibagiin roti dan aqua. Dengan muka polos dan datar, nerima roti dan aqua itu.
Adekku sms (tempat duduk kita pisah, soalnya udah penuh juga), dia udah bilang ke pengurusnya. Akhirnya pas si mbak itu ada di depan dia tanya "Mas juga yang tadi ketinggalan bus bni ya?". Terus akhirnya gw "ngaku" dan nanya bayar berapa? Dia bilang ten bucks, dan gw bayar sekalian ama adek gw. Lega akhirnya...fiuhh...
Hm, te…

Cara menguasai pikiran

Beberapa hari ini hal ini semakin menjadi. Pikiranku semakin melayang kemana-mana, dan entah kenapa itu semakin mengganggu. Kadang aku ingin beristirahat dari semua, lari dari apa yang ada dalam pikiranku ini, tapi aku kemudian tahu bahwa setiap hari aku akan menghadapinya.

Pulang dari kantor kemaren malam, aku turun dari bus hiba persis di depan pangrango plaza. Dari situ aku nyebrang jalan untuk menuju ke rumah. Pas aku berada di tengah jalan, ada angkot lewat dan sepertinya dia mengharapkan aku untuk naik di angkotnya. Padahal aku sama sekali tidak memberi kode mata, atau menyetop angkot itu. Tapi beneran tuh ketika aku sampai di seberang, angkot berhenti dan menunggu aku untuk naik. Heran juga nih angkot kok ngotot banget. Akhirnya dengan cuek bebek aku lewatin tuh angkot. "Wong ga di stop kok berhenti!", kataku dalam hati.

Sepanjang perjalanan menuju rumah (agak lumayan jauh juga jalannya), aku mengulangi kejadian yang barusan itu di dalam pikiranku. Kadang aku juga mu…

I only want You here with me...

Saat teduh pagi ini menjadi tempat pergumulan tersendiri bagiku.
Bangun jam 5, dan aku mulai memasang tape "saat menyembah 1-franky sihombing".
Dengan lembut lagu "Lebih dari segalanya...ku berharap pada-Mu, lebih dari para penjaga mengharap fajar pagi...".
Aku mencoba untuk mulai berdoa dan fokus kepada Tuhan. Namun pikiran ini entah bagaimana tidak bisa melakukannya. Terbagi dengan pikiran mengenai pekerjaan yang harus dan akan aku lakukan hari ini. Aku terus berusaha...tapi tetap tidak bisa. Padahal di depanku sudah ada renungan Sentuhan Hati dan Alkitab tergeletak tak berdaya.
Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku dan berteriak putus asa..."I only want You here with me Lord...". Frase itu terus kuulangi beberapa kali sampai keluar air mata putus asa...ya, putus asa!
Akhirnya karena waktu, aku menghentikan doaku dan mulai membaca renungan hari ini. Kata-kata yang indah itu, kembali meresap ke dalam hati.
Namun baru aku akan merenungkannya...terdengar ke…