Skip to main content

Trying to Survive

Gile, satu phrase baru yang gw dapet hari ini setelah baca comment dari Tiyo..."Trying to Survive". Ternyata gw sadar level orang untuk hidup memang berbeda-beda. Ada yang 'memilih' untuk hanya bekerja, ada yang untuk meniti karir, ada yang untuk bertahan supaya dapat terus hidup.
Hm, dibawah level itu mungkin ada yang hanya menganggap 'bekerja' itu untuk mendapatkan uang tanpa mengeluarkan keringat. Ah, mataku kini terbuka...ternyata banyak sekali jenisnya.

Tapi tetep gw paling suka frase yang dibilang 'trying to survive', kata itu mengandung makna lebih banyak dari kata lainnya, mengandung lebih banyak keringat, lebih banyak perjuangan, dan lebih banyak waktu yang dihabiskan.

Gw suka tantangan itu...'trying to survive' !!!

Dari kecil gw sadar gw itu game freaks. Mulai dari jaman ATARI gw suka maenin kaset Tarzan (2D) yang masih culun gitu. Kerjaannya cuma lari, terus loncatin sungai yang ada buayanya. Gw bisa mengulang game itu ratusan kali hanya supaya bisa selamat.
Jaman SEGA waktu itu ada game Lion King yang waktu di level tertentu, si simba kecil loncat dari pohon satu ke pohon lainnya, terus dari kepala jerapah satu ke kepala badak dan ke tangan-tangan monyet yang bergelantungan menunggu untuk digapai. Gila, itu stage susaaah banget! Dan sekali jatoh pasti langsung mati. Gw bisa dengan rela cape-cape ngulang dari stage awal untuk sampe ke stage itu, dan bisa ngabisin banyak sekali 'life' yang udah dengan hati-hati di jaga dari stage awal.

Jaman sekarang gw masih paling maniak maenin Warcraft - Frozen Throne. Dimana ada human, undead, orc, dan night elf memiliki karakteristik prajurit dan bangunan yang berbeda. Night elf dalam mengumpulkan lumber hanya perlu mengarahkan 'wisp' ke arah pohon dan seperti peri dia mengitari pohon itu saja dan mendapat lumber, tanpa harus menghabiskan dan menebangnya. Berbeda dengan night elf, human akan menebang pohon tersebut hingga habis untuk mendapatkan lumber. Sayangnya, pohon dalam suatu map tidak dapat tumbuh lagi (berbeda dengan Age of Empire yang kalo abis panen gandum bisa ditanam lagi). Dan itu berarti ketika dalam area markas lumber sudah habis, mau tidak mau harus memberanikan diri menutus 'Peasant' untuk menebang di tempat yang agak jauh dari markas. Tentu saja akan ada resiko peasant tersebut terbunuh. Oleh karena itu harus diperbanyak tower dan mungkin sekaligus membangun markas baru di dekat situ, sehingga apabila diserang musuh, prajurit kita yang dipimpin oleh hero dapat menggunakan Town Portal untuk pindah secara teleport ke markas yang diserang.

Seperti itu mungkin pemahaman yang gw miliki untuk Trying to Survive. It's all about challanges and risk. It's about dead or alive. Itu bisa jadi bukan merupakan impian ideal kita lagi, tapi mau tidak mau harus bisa dijalani.

Mungkin suatu saat...gw akan belajar tentang Trying to Survive dalam kehidupan yang nyata...
Maybe...someday...

Comments

  1. On pinging, tagging games and RSS icons
    Millionsofgames: "We initially developed MOG as an internal project because we found that there were so many good online games being produced, we needed some way to keep track of them...We've really tried to ...
    Find out how you can buy & sell anything, like things related to private road construction on interest free credit and pay back whenever you want! Exchange FREE ads on any topic, like private road construction!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…