Skip to main content

Rapat Besar Para Pemulung Barang Bekas (sebuah harapan)

Pagi ini setelah aku turun dari bus kopaja 66 di blok M, seperti biasa (seperti biasa muluu) aku berjalan ke arah kantor di daerah panglima polim. Aku lewat jalan belakang, menyebrang jalan, ketemu bank danamon, terus jalan dan sewaktu persimpangan aku akan belok ke kanan.
Disitu rame sekali pagi ini, persis pas persimpangan itu. Aku heran! Terjajar dengan rapih gerobak-gerobak lusuh yang isinya macam-macam, mulai dari kardus, paralon, besi. Semuanya bercampur menjadi satu di dalam gerobak itu. Kuhitung kurang lebih ada 10 gerobak 'parkir' disitu.

Aku pelankan langkah kakiku, sambil kuperhatikan apa yang sedang terjadi. Terlihat seorang bapak tua, kurus dan tirus tengah duduk bersila dengan wajah yang penuh wibawa. Dia berbicara keras dan percaya diri. Sementara yang lain memperhatikan dengan seksama apa yang dibicarakan oleh bapak ini tadi. Mungkin bapak ini tadi sedang memimpin sebuah rapat besar para pemulung barang bekas. Namun demikian, tidak ada perbedaan yang mencolok antara pemimpin dan anak buahnya, keduanya memakai pakaian lusuh, kotor, dan postur tubuh yang tidak jauh berbeda.
Jadi kenapa bapak ini bisa memimpin rapat 'besar' itu?
Kuperhatikan sekali lagi sambil terus berjalan. Waktu masuk kantor masih lama aku pikir, jadi kuperlambat lagi langkah kakiku. Wajah bapak ini ketika berbicara seperti memiliki sesuatu yang lain. Dari matanya terpancar sebuah harapan. Ya! Harapan!
Abangku selalu berkata kepadaku, "Tor, berharap itu indah...".
Pemimpin para pemulung bekas ini memiliki harapan, dan mungkin itulah yang membuat dia bisa berkata-kata dengan lantang di hadapan semua anak buahnya (atau mungkin teman-temannya?). Ya, dia sedang berbuat sesuatu untuk mencapai harapan tersebut. Aku tidak sempat mendengarkan 'isi rapat' yang sedang mereka bicarakan. Namun, setelah melewati gerobak-gerobak itu, aku sempat sekali lagi menoleh ke belakang. Kulihat ada sebuah tulisan di salah satu gerobak dengan menggunakan bekas cat minyak berwarna putih. Tulisannya kurang jelas, namun isinya kurang lebih "Datanglah wahai manusia setengah dewa...".
Wahahaha, walau aku sempat tertawa sendiri sambil berjalan namun aku jadi berpikir. Seberapa besarkah harapanku menantikan kedatangan-Nya?

Comments

  1. wah tor dah lama gak berhubungan lg kita...dan sepertinya dirimu tambah wise aja skrg....baca tulisan lu ini,gw jg jd mikir gw hrs bs punya harapan,gw ngerasa hidup gw hampa bgt skrg broer...
    blom dpt kerja itu bikin gw stress bgt...setelah selesai kursus,gw ga tau lg nich mau ngapain....tp tulisan lu lumayan bikin gw semangat lg...thanx broer...keep in touch okey........

    ReplyDelete
  2. Tingkatkan RANKING WEBSITE secara otomasits dengan SOFTWARE baru ini.
    Dapatkan di LINK GENERATOR SOFTWARE

    Saya telah ping blog ini ke search engine sebagai ucapan terima kasih kepada pemilik blog.

    ReplyDelete
  3. Gue dapet ide bikin drama natal dari tulisan lu ini. Judulnya "REPUBLIK PEMULUNG".

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…