Skip to main content

Meniti karir atau bekerja?

Kemaren aku dipanggil menghadap boss GM. Diantara 3 boss yang ada, dia yang paling galak deh. Hehehe. Tapi aku coba dengan santai menghadap. Dia mulai bicara panjang lebar tentang hal-hal yang perlu aku lakukan, agenda-agenda yang harus segera diselesaikan dengan cepat. Ini semua berkaitan dengan presentasi di Monthly Management Meeting yang aku lakukan kemaren lusa.

Di salah satu pembicaraan, tiba-tiba dia memasukkan sebuah prinsip dia yang akhirnya membuat aku berpikir ulang. Dia bilang begini : "Di sini bukan tempat untuk bekerja. Kalo orang bekerja tuh masuk jam 8 pagi, pulang jam 5 sore. Itu namanya bekerja. Kalo 'you' mau bekerja, jauh-jauh deh dari sini. Di sini tuh tempat buat meniti karir. 'You' harus berkembang dan tau tujuan akhir dan mau jadi apa di sini. Seperti itu, lu ngerti ga maksud gw?".
Dengan anggukan kepala aku mengiyakan omongan boss. Walau dalam hati dan pikiran aku mulai mencerna kembali, melakukan filterisasi terhadap apa yang baru saja dia bicarakan.

Aku pernah berkata kepada seorang teman, namanya Rouli (kakaknya Ria), alasan kenapa aku meninggalkan pekerjaanku yang pertama dulu. Aku bilang seperti ini : "Roul, kalo mo kerja sih gampang aja lah, tapi gw ga pengen bekerja...gw pengen meniti karir. Dan itu berarti harus sesuai dengan disiplin ilmu, apa yang gw punya gw terapkan. Itu baru namanya meniti karir!".
Dan sekarang aku termakan dengan omonganku sendiri.
Aku ingat di tempat kerja sebelum ini, semua orang begitu 'disiplin' dengan waktu kerja. Bahkan ketika jam 5 waktunya pulang kerja, semua mengantri di mesin amano untuk absen pulang. Bahkan 10 detik sebelum jam 5 pun sudah ada orang yang mengantri supaya dapet duluan absennya. Hahahaha !!! Dan aku pernah melalui hal itu juga. Sampe-sampe aku pernah tanggung mengerjakan sesuatu, dan kelewatan 5 menit saja. Ketika aku turun ke bawah, guess what? Pintunya sudah di gembok. Untungnya yang menggembok belum jauh dari kantor, jadi masih bisa dipanggil.

Meniti karir?
Sebuah kata yang cukup aneh jadinya bagiku. Mulai dari kemarin aku merenung dan merenung. Entah apa artinya. Berkaitan dengan pengabdian kah? Kalau pengabdian, berarti itu juga sebuah pelayanan.

Mencintai pekerjaan! Itu sebuah kata yang lain lagi, dan aku pikir memiliki arti yang mirip dan hampir sama. Apakah itu berarti aku harus menghabiskan waktu lebih banyak lagi untuk pekerjaan yang sebenarnya? Apakah juga aku harus kerja overtime walau hanya dibayar dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore?

Pembicaraan dengan teman, dia sangat tidak setuju dengan pernyataanku mengenai mencintai pekerjaan. Dia bilang..."Kalau perusahaan mau kita kerja lebih, mereka harus bayar dong!". Tapi kemudian aku bilang..."Ibaratnya tukang bangunan, dia kan ada 2 jenis, 1 tukang bangunan BORONGAN, satu tukang bangunan HARIAN. Nah, kita kan bisa jadi salah satu diantara 2 pilihan tersebut toh?"...

Still a question mark for me...

Comments

  1. is it 2 different words?
    are those words have not similar meaning?

    become a question mark for me too..

    ReplyDelete
  2. bro,

    "bekerja" dan "meniti karir" itu baru 2 kata yang lo kenal sebagai karyawan/org gajian.

    kata baru dari gue yg perlu lo renungkan adalah "to survive" alias "bertahan hidup".

    gue setuju sama definisi singkat boss lo, "bekerja" itu artinya 8AM to 5PM, lalu "meniti karir" itu artinya pengembangan diri, mencapai tujuan, dan bahkan bekerja sesuai bidang studi lo. ngomong "meniti karir" seakan-akan lebih ke jenjang titelnya ya, dan seakan-akan mengabaikan sisi finansialnya. mungkin ada benernya juga kalo kedudukan naik artinya gaji pun ikut naik (meskipun gak selalu).

    tapi "bertahan hidup" adalah proses dimana lo berjuang dengan seluruh kemampuan lo baik dalam bekerja, baik dalam meniti karir, baik dalam pengembangan diri, dll supaya lo tetap HIDUP (hasil kerja bisa jadi duit) dan tetap EKSIS dalam dunia kerja masing2 (gain recognition)! caranya nggak lain yaitu HARUS mengembangkan kemampuan, ketrampilan, jaringan, kapasitas, dll.
    gue baru tau hal ini pas gue quit dari kerja kantoran. berasa banget waktu lo nggak ngapa2in, ya lo nggak dapet apa2. kalo lo kerja jungkir balik (plus berusaha tetep berada di jalan yg lurus) baru keluar hasilnya, dan belom tentu sesuai dengan harapan (bisa kurang bisa lebih). pengalaman gue, biasanya titel atau karir atau recognition didapat sesudahnya, terbalik dari penjelasan yg ada di bagian "meniti karir" diatas..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…