Skip to main content

Hiduplah dengan impian

Hari ini, walau sudah lama tidak menulis...aku ingin menuliskan tentang definisi mimpi menurut aku. Baru saja 1 minggu yang lalu aku (jadi juga) membeli BIOLA. Hehehe, alasannya cukup sederhana, karena aku melihat pengamen yang mahir sekali memainkan biola. Dan aku pikir...aku juga harus bisa (lihat blog sebelumnya).

Pikirku, seorang yang sekolahnya saja tidak tamat (mungkin) bisa memainkannya, apalagi aku. Mulai aku menyisihkan gaji bulananku, dan terbelilah biola. Tidak terlalu mahal, hanya sebuah biola 'amatiran' seharga 540rb (setelah dapet diskon dari tokonya). Guess what? Setelah aku coba mulai memainkannya, leher terasa pegal!!! Sial, makiku dalam hati, haruskah seperti ini. Berkali-kali aku coba mencari posisi dagu yang enak untuk menopang biola, tapi memang pasti pegel. Akhirnya aku goreskan rosin ke penggesek biola. Ajaibnya aku langsung mencoba lagu You Raise Me Up, kuputar i-Tunesku dan mulai menguliknya. Wahahahaha, "ngek ngok ngek ngok..." sungguh berbeda dengan lagu yang sedang secara digital diputar. Ternyata susah juga.

Jadi? Kenapa pengamen itu bisa memainkannya dengan baik sekali?

Hm, sekali waktu...ketika masih kuliah di BiNus...awal-awal masuk, mulai menyentuh komputer dan segala software-softwarenya. Baru tau yang namanya crack, serial number, bla bla bla. Mulailah aku melirik seorang teman yang jago maen Photoshop, namanya Rendie. Dia gape banget ngedit-ngedit foto. Aku tanya ke dia "Lu belajar darimana bro? Gw mau deh ngeles ama elu". Dia malahan tertawa dan bilang "Ya elah Tor, ini sih gampang lagi. Masa kaya gini aja lu harus ngeles!!". Dia tertawa, tapi aku serius banget. Akhirnya dia beritahu sebuah rahasia, yang akhirnya membuatku mengerti "Tor, kalo lu mo jago Photoshop...pegang (red. =coba-coba) aja tuh software TIAP HARI, ntar juga lu bisa sendiri). Aku langsung menelan ludah...setiap hari? Ow man!!!

"Kalo lu mau bisa...cobalah setiap hari!!!"

Ingat lagi waktu jaman-jaman sd kelas 6 ketika belajar gitar. Mencoba dan mencoba...itulah kerjaanku waktu itu. Segala macem buku-buku lagu yang ada chordnya aku cobain. Bahkan sempat bangun jam 3 pagi, dan dalam pikiranku langsung muncul kata "gitar". Hehehe, gubrakk banget ga sih bangun dinihari dan langsung genjrang genjreng maen gitar dan masih banyak falsnya lagi. Alhasil gw waktu itu bangunin seisi rumah, there were wondering what's wrong with me..wakakakakaka...

Pengamen itu bisa, karena dia memainkan biolanya setiap hari...

Gosh!!! So, i got the point...rahasia untuk mewujudkan impian.
Hiduplah dengan impian itu,
Sentuhlah,
Rasakan,
dan cobalah bersahabat dengan mimpi itu, jangan langsung campakkan ketika engkau gagal.

Mulai hari ini aku akan coba menggesek biolaku dengan lebih berperasaan, barangkali aja suara yang dikeluarkan pun berbeda (pastinya). Aku akan mencobanya setiap hari...ini mimpiku yang harus terwujud!

Comments

  1. maen biola?? bagus tuh, thor! Coba kam liat vcd vanessa mae ed.1 n kasetnya, atau sphagelli, jazz violin player. Buat asah insting. MJJ

    ReplyDelete
  2. Hehehe, iya ni lagi belajar...
    Bisa maen biola ya?
    Wah, mau dong pinjemin tuh lessonnya...

    Hm...

    ReplyDelete
  3. wahhh... mo coba BIOLA toh, sekarang... g paling demen denger orang maen BIOLA, makanya g suka denger lagu2 yang ada BIOLA - nya , kayak THE Corrs, Vanessa , ada juga sih lagu Indo yang ada BIOLAnya juga... pokoke semua jenis lagu, asalkan ada BIOLA-nya mendayun , pasti g dengerin... hehe
    so kalo u uda jago tar maennya, bilang2 ya..;p g mo denger soalnya ... hehe..
    gudluck for u!
    GBU!
    ve

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…