Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2005

Nongkrong bareng b5

taken from www.tiyo.tk

nongkrong bareng b5

Place: Baso Malang Karapitan,
Blok M PlazaTime: harusnya sih jam 6PM.. tapi gue baru dateng jam 7 lewat..
Occassion: nggak ada, pure spontanity


Setelah sekian lama, akhirnya bisa ngumpul lagi dengan temen-temen b5 (Raymond, Joyce, Itor, DM) dan kemaren penghuninya ditambah Myrna dan Steven. Candaannya khas b5 banget, gue demen dah. Seketika bisa ngobrol serius.. maksudnya ngomongin kemungkinan gue masukin dagangan kaos ke warungnya DM. Hehe.. emang kalo menyangkut duit suasana tiba2 jadi serius.
Di Karapitan ternyata bayar dulu ya baru makanan keluar, takut banget kita kabur sih.. Eniwe basonya sih enak, untuk harga segitu. Tapi yg paling enak.. pas Steven bilang, "udah Bos, pake duit gue aja.." "Wah jangan gitu, Pen" "Gapapa.." "O, ya udah.." (hehe.. gak ada perlawanannya banget ya gue?)Pulang dari situ ngebungkusin makanan buat Lina, supaya dia belajar makan baso. Lagian makanan enak kok bisa-bisanya nggak…

let music colors our world :)

Hiduplah dengan impian

Hari ini, walau sudah lama tidak menulis...aku ingin menuliskan tentang definisi mimpi menurut aku. Baru saja 1 minggu yang lalu aku (jadi juga) membeli BIOLA. Hehehe, alasannya cukup sederhana, karena aku melihat pengamen yang mahir sekali memainkan biola. Dan aku pikir...aku juga harus bisa (lihat blog sebelumnya).

Pikirku, seorang yang sekolahnya saja tidak tamat (mungkin) bisa memainkannya, apalagi aku. Mulai aku menyisihkan gaji bulananku, dan terbelilah biola. Tidak terlalu mahal, hanya sebuah biola 'amatiran' seharga 540rb (setelah dapet diskon dari tokonya). Guess what? Setelah aku coba mulai memainkannya, leher terasa pegal!!! Sial, makiku dalam hati, haruskah seperti ini. Berkali-kali aku coba mencari posisi dagu yang enak untuk menopang biola, tapi memang pasti pegel. Akhirnya aku goreskan rosin ke penggesek biola. Ajaibnya aku langsung mencoba lagu You Raise Me Up, kuputar i-Tunesku dan mulai menguliknya. Wahahahaha, "ngek ngok ngek ngok..." sungguh berbe…

Sayang

Kata itu tidak pernah terbiasa aku ucapkan. Bahkan tidak pernah terlintas kepada siapa aku akan ucapkan kata itu. Bila ditinjau dari karakteristik kata 'sayang', maka layaknya ditujukan kepada orang yang kita kasihi, kita cintai...kepada siapa hati kita terpaut.

Percaya atau tidak...lebih mudah menuliskannya daripada mengatakannya. Ada suatu perasaan yang harus diluapkan secara berbeda ketika kita ingin mengeluarkannya dari mulut. Namun, apabila menuliskannya, hanya dibutuhkan pena dan sedikit keberanian.

Aku tidak pernah protes apabila ada pasangan yang sering mengatakan secara berulang-ulang kata sayang, karena memang kata itu menimbulkan efek penguatan komitmen. Kenapa aku bilang penguatan komitmen, karena suatu saat komitmen kita bisa mulai surut dan pudar. Walau ada juga teori yang mengatakan bahwa ketika suatu kata-kata spesial bila disebutkan berulang-ulang, maka artinya akan berkurang.

Hm, keduanya ada benarnya. Meskipun bila kejadian yang pertama terjadi, maka akan meng…

Aku mencintainya sampai maut memisahkan

Karena sayapku tidak lagi satu karena satu tak cukup kuat untuk terbang tinggi Namun, bidadari menghadirkan kekuatan membersitkan harapan untuk dapat terbang terbang lebih tinggi
Terima kasih Tuhan buat kehadiran bidadari ia mencapai sukma dan merenggut hati ini Ya, aku mencintainya sampai maut memisahkan