Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2005

aku bodoh!

dan ketika aku memandang ke Atas aku kembali sadar betapa kecil betapa sempit pemikiranku bodohnya aku menganggap diriku bijaksana tau segalanya sementara matahari pun tidak pernah menyombongkan diri tentang panasnya karena ia tahu bukan dia yang menjadikan dia tentang langit pun aku tidak tahu apa-apa bertanya ke awan pun aku enggan sejujurnya, aku ini bodoh

Redup, namun menerangi

Sore ini aku pulang dari kantor lebih cepat dari biasanya. Aku rencananya memang ingin pulang lebih awal, soalnya udah hampir seminggu ini pulang malem terus :( Begitu naik bus, aku sedikit trauma untuk mengambil posisi enak buat tidur, soalnya kemaren sempet ketiduran di bus, akhirnya kelewatan deh turunnya. Hahaha :) Ah, entah ada kaitannya tulisanku ini dengan judulnya. Hanya ingin menulis saja. Menulis dalam artian dalam bentuk cerita. Kemaren pas ketemu bareng Raymond dan Joyce (+Lona) di Blok M sambil makan-makan di BMK, Raymond sempet berujar dan protes soalnya blog gw isinya puisi semua! Dan dia bilang ga semua orang suka puisi. Hm, bener juga sih--walau aku juga lupa entah kapan juga aku jadi seneng menulis puisi. Aku ingat sewaktu ada pelajaran bahasa indonesia di sekolah dasar. Hm, aku sama sekali gagap untuk nulis puisi, apalagi berdeklamasi di depan kelas. Abangku justru yang paling semangat beli buku-buku puisi. Aku masih ingat ada buku kumpulan-kumpulan puisi Chairil

Keindahan Pelangi

bidadari, dia sudah kembali masihkah dia memiliki sayap untuk terbang? masihkan dia memegang bintang yang kuberikan? ah... bidadari... semoga keindahan itu tidak pernah sirna, setidaknya tidak di kasat mataku ini... bertahan aku dalam gundah namun kupercaya aku sedang menanti keindahan keindahan kerlipan bintang dan pelangi karena senja tidak lagi menguasai hanya engkau dan aku memandang ke langit menepati suatu rencana Ilahi tetapkah engkau sebagai bidadari? aku harap begitu!

Aku lemah!

Hari ini terasa begitu berat. Aku sedang berusaha jujur dengan diriku sendiri. Begitu bangun pagi, entah perasaan apa yang melingkupi. Kamar yang berantakan menggambarkan suasana hati. Sebuah tekanan yang tidak pernah aku alami sebelumnya. Aku ingin pergi dan lari, tapi langkah kakiku tetap. Tatapan mataku pun sudah mulai nanar. Aku lemah! Sepanjang perjalanan pagi ini aku diliputi kecemasan. Aku merasa tidak sedang hidup. Mulutku terus berucap "Tuhan, beri aku kekuatan!". Karena aku terlalu pengecut menghadapi hari ini. Di bus aku mulai membaca bab berikutnya dari buku itu "Elia, pahlawan heroik yang rendah hati" Sesaat memberi aku semangat untuk hari ini, Namun aku kembali tak berani menatap hari ini. Aku lemah! Kulihat jam, ya aku bakal telat lagi hari ini. Sudah kubayangkan wajah-wajah pencemooh. Ah, tapi memang ini salahku...aku harus terima. Begitu sampai di kantor, aku mulai tertekan lagi. Tidak ada perasaan kebebasa

Sunrise to sunrise

Hari ini bangun lebih pagi. Karena kemaren 1st day at new office telat 15 menit (hehehe). Akhirnya berangkat jam 6 kurang 15, dan langsung go to terminal. Naek bus yang sama dengan waktu ngantor di innograph (bus uki, GITU). Turun di uki. Nah, karena waktu kemaren kebiasaan naek P45 (pas ke innograph), akhirnya kemaren naek bus itu jadi telat. Sambil sekali-kali ngeliat jam orang lain (aku ga pake jam), aku lagi mengukur waktu supaya ga telat lagi. Aduh, sempet ga ya nunggu P80, yang notabene bus ke arah blok M juga, tapi lewat sudirman. P45 aku lewatkan begitu saja, walau aku sempet mikir bakal ga terlalu lama juga kalo pake bus itu, karena hari masih agak pagi. Namun, harapan menjadi indah...karena aku langsung melihat bus AC P80. Ahhh, kosong pula. Aku duduk dan menjadi tenang. Bayarnya 2x lipat dari P45, cukup pantas lah. Sampe di terminal, aku jalan dengan santai menuju kantor. Masih jam 7.30, sementara masuk kantor jam 8.00. Enak juga!!! And sunrise to sunrise has coming

kesedihannya tidak seberapa

hari ini datang seperti bencana yang terencana hatiku enggan untuk melihatnya dengan jelas namun aku harus mengakuinya langkah kaki ini pun masih bisa tegak melangkah cepat dan sigap namun aku harus mengakuinya hati ini sedih walau tak seberapa akankah aku mengulanginya lagi? sampai kapan aku tidak paham akan rencana-Mu? di tepian sungai kerit aku seperti Elia minum air sampai kering dan kini Engkau memerintahkanku untuk pergi ke Sarfat menemui orang yang akan memberi aku makan sebuah prosesi merendahkan hati lagi untuk bersandar sepenuhnya pada yang Maha Kuasa aku ingin membatalkan pertanyaanku "sampai kapan?" karena rencana-Mu terlalu dahsyat untuk diketahui aku hanya bisa takjub dalam imanku serasa mengalir bersamaMu Tuhaaaaaaaaan !!! terima kasih !!!

Selamanya 'Ku 'Kan tertawa

Waktunya sebentar lagi, kawan! Aku bergegas untuk kembali menikmati-Nya Karena aku tahu jawaban tidak timbul begitu saja Dia hadir untuk menenangkan jiwa dan hati Tapi kemudian aku tersenyum Aku tertawa melihat perjalanan ini Harusnya bahkan tidak ada tangis Karena sukacita ini bahkan melebihi harapanku Kali ini aku berani bilang kalau aku mengenalmu Sosok bidadari bersayapkan kelemah lembutan Memiliki hati yang mencintai Tuhan lebih dari apapun juga Dan pancaran mata yang sanggup melewati segalanya bersama Kali ini aku bisa tertawa akan masa depan Karena makanan favoritku puding rasa strawberry Dan minuman favoritku juice strawberry Haruskah bidadariku berwarna merah? Hahahahahahaha (aku tertawa) ---------------------------------------------------------------------------------------- Selamanya 'Ku 'Kan Tertawa -song & music by Eethore- Copyright 2005 Ku bersuka Sebab Tuhan baik Kasih setia-Nya untuk s'lamanya O...o...o... K

.dua puluh lima. (menjadi seperti Bapak)

Waktu terus berjalan, seringkali tanpa kusadari Padahal setiap harinya aku melihat detik jam berjalan. Sampai hari ini, aku sudah seperempat abad hidup di dunia. Menjadi seorang anak muda, yang... hmm, mungkin ada yang bilang masih bocah ingusan yang tidak tau apa-apa Yang pasti, aku memang hanyalah anak dari seorang petani yang kemudian menjadi guru, bagi hidupku Aku ingin seperti Bapak Bapak berasal dari kutambelin, sebuah kampung yang tidak ada di atlas Beliau adalah orang yang punya impian luar biasa untuk hidup Sampai suatu hari memberanikan diri untuk menggapainya Dengan penuh tekad ke pulau jawa tanpa punya siapa-siapa dan apa-apa Berjuang dengan bermodalkan impian! Bapak kuliah di 2 tempat yang berbeda. Satu di bandung, satu di bogor. IKIP Bandung dan IPB Bogor. Waktu aku dengar hal ini, agak-agak mustahil--dan untuk apa??? Tapi ketika aku tanyakan hal ini, dia bilang "Bapak ini ambisius!" Aku sempat menelan ludah ketika mendengarn

Selamat Tinggal, Anak Muda !

Ugh, sebenernya aku tidak terlalu suka berada di tempat yang asing. Tipe melankolisku biasanya langsung menguak keluar, dan menjadikan topeng buat mukaku yang enggan untuk bertemu orang-orang baru. Walau, sampai saat ini, sudah cukup banyak perubahan untuk hal itu, namun selalu saja membawa perasaan tidak menentu. Youngson! Aku baru 3 bulan di tempat ini. Pengalaman yang sebentar, tapi cukup berkesan. Beberapa hal yang nyangkut di otak: *infrastruktur yang bener-bener berantakan, *nge-blank dan harus nyari-nyari sendiri asal usul kabel-kabel yang seliweran kemana-mana, *server yang ngaco, *satu ruangan ama anak design, *bolak-balik lantai 1 sampe 5 (gila cape banget naek tangganya), kadang kalo ada meeting di lt.2, bakal ngosh-ngoshan, *makan es cendol deket gajah mada plaza--enak coy! *hidup dan bekerja sendiri--harus motivasi diri sendiri euy *perjalanan kereta pakuan express, berangkat dari bogor 6.23/6.39, pulang jam 17.21 *tukang ojek langganan di juanda, the man wit

Terbukti sudah !!!

Aku sedang membuktikan lagi Bahwa aku memang punya Tuhan yang tidak pernah gagal Aku sedang menyatakan lagi "Dunia, ini aku yang bodoh sedang bersama Allah yang LUAR BIASA" Aku sedang mengumumkan lagi Kasih Tuhan tidak pernah berhenti sedetik pun dalam hidupku Aku sekarang sedang merasakan Cinta kasih-Nya memberiku kekuatan yang baru... "Yang tiada terpandang bagi dunia, yang tiada berarti bagi dunia... Kau pilih dan Kau kasihi... Yang bodoh dariMu, Tuhan Yang lemah dariMu, Tuhan lebih besar dan kuatnya daripada semua manusia... sungguh berharga, ku di mataMu."

Pergi untuk kembali

Semoga bukan senja yang kulihat Tidak kegelapan yang ingin menguasai Karena waktu tidak sebentar Waktu untuk menunggumu Adanya air hujan ketika panas Menimbulkan pelangi yang tak tertandingi Ajar aku tetap menunggu Menunggu kau pergi untuk kembali Walau aku sedang enggan tertawa Hatiku kecut dan tak berani Tapi aku kembalikan jiwaku pada tempatnya Sehingga damai menjadi milikku Segala penciptaan Membuatku terkagum akan suatu tujuan Melihat bidadari anggun dalam tarian bintang Melawan hasrat untuk menutup mata Aku bisa tetap tersenyum walau enggan Tersenyum untuk kembali melihat dirimu Waktunya memang sudah ada Menunggu bintang dan matahari bersinar bersamaan Sampai engkau kembali ke sini Aku akan tanyakan tentang jiwa Jiwa yang mencinta Jiwa yang sebenarnya milikku, dan kutitipkan kepadamu Akankah hari itu tiba? Melihat engkau pergi, dan kemudian kembali? Aku tersenyum dalam keindahan bidadari Yang sedang pergi dan pasti kembali...

A Trip with LalaVivi

Perjalanan kemarin kalau diceritakan mungkin terlalu panjang. Itu dikarenakan mungkin aku terlalu menikmati semua hal yang terjadi. Hahahaha... Dimulai dari sore-sore, tiba-tiba temen kantor masuk ruangan aku, dan bilang kalo ada kereta tabrakan di pasar minggu. aku yang sok cool menjawab dengan seadanya, tanpa harus panik. Aku cuma berujar bisa lah nanti nyambung-nyambung, yang penting kan sampe rumah. Aku memang ga terlalu peduli jam berapa harus nyampe, walau memang ada proyek bikin undangan untuk adek aku yang merit. Dan waktupun berjalan, teng! Jam lima! Aku bergegas merapihkan barang-barang. Aku langsung ada planning, mo naek transjakarta(busway) sampe benhil, dari situ nongkrong dulu di Pelangi (plaza semanggi), baru nyambung bus ke uki, dan baru ke bogor. Tanpa disangka-sangka cuaca di tengah jalan tiba-tiba berubah jadi mendung, kemudian...WAAA, ujan gede banget!. Still trying to be cool, and pretend everything is ok. Tapi memang everything is ok kok. Hehehe, aku bawa pa