Skip to main content

Pengamen (musisi) & Biola

Kemaren sore pulang dari kantor agak sore, soalnya ada training IT dulu untuk karyawan. Hmm, seru juga ternyata ya--aku pikir bakal 'aneh' tapi asik juga!
Padahal di siang harinya, aku udah merenungi nasib di kantor ini. Segala keterbatasan yang terjadi buat diriku membuat rasa memberontak terhadap segala se-statisan dunia ini.
Yang puncaknya membuatku ingin keluar dan tidak merasakan kesukaan lagi di dalamnya.

Hahahaha, yang lucu...kejadian siang harinya justru bertolak belakang dengan apa yang sedang aku rasakan. Hm, mungkin Tuhan tau kali ya kalo aku anakNya paling benci ama hal-hal seperti ini...merasa menjadi seseorang yang tidak berkembang, benci dengan tidak adanya pergerakan dan kemajuan walau dalam waktu yang singkat. Eh, malah waktu aku muter nomad, yang keluar lagu "Still" - Hillsongs. Aku sampe mo nangis denger lagu itu...entah kenapa hadirat Tuhan hadir begitu manis dan lembut saat itu (thank you, Jesus). Untung aku lagi ngerjain project sendirian di ruangan, kan ga lucu juga kalo diliat temen kantor lagi melo gitu.
Balik lagi, sorenya...
aku naek kereta.
Kali ini aku udah punya temen di kereta, kita ada 4 orang. Temen rebutan tempat duduk di gerbong 8. Hahaha, lucu-lucu aja tuh kejadian bareng mereka. Di kereta pun biasa aja, temenku dengerin lagu-lagu GMB di nomadku, headphonenya sorang satu ("sorang" itu bahasa apa ya?). Pas udah mo nyampe stasiun bogor., kereta harus nunggu giliran masuk jalur. Nah, aku udah jalan ke depan tuh, sampai di gerbong 4 aku terhenti.
Disitu ada segerombolan pengamen...
Ga seperti biasanya pengamen, mereka kali ini keliatan ga lagi cari duit. Duduk-duduk santai aja di bangku-bangku yang udah ditinggalin ama penumpang. Aku itung ada 6 orang, pemain contra bass 1, gitar 1, biola 2, drum 1, banjo 1. Ngeliat tampang-tampang mereka aku langsung tau kalo mereka bukan pengamen sembarangan. Aku langsung berdiri sambil memperhatikan satu-satu wajah dan alat musik yang mereka pegang...melihat cara mereka bermain, tak ada yang terlewatkan oleh mataku. Seandainya saja aku bisa ngobrol bareng mereka, tapi wajah mereka sungguh berbeda dengan pengamen yang biasa aku lihat. Kali ini mereka mengamen bukan untuk mengemis minta uang, tapi karena mereka senang bermain musik.
Aku tertegun ketika mereka sedang jammin' di situ. Yang maen banjo memainkan triplet nada dari chord, gitar memainkan ryhtme, dan biola menggesekkan melodi. Kontra bass pun ga ketinggalan memainkan base chord dan variasinya. Gila !!!! Musiknya keren banget yang dihasilkan...
Pemain banjonya memiliki beberapa pick cincin untuk memudahkan melakukan petikan. Aku aja baru tau tentang hal itu, dan picking yang dihasilkan khas sekali suara string nyaring. Ah, dia bermain bagus sekali, menguasai beberapa teknik yang sulit juga.
Namun, mataku paling tertarik ketika melihat seorang musisi lain. Rambutnya gimbal (gile, pengamen mana yang punya biaya salon untuk bikin rambut gimbal gitu). Dia memegang biola warna vernis kayu coklat. Sepatunya kats biasa, tanpa kaos kaki. What? Dia sedang berlatih memainkan salah satu bagian dari lagu Baach. Buset dah !!! Walau dia duduk agak jauh dari tempat aku berdiri, aku bisa melihat dengan jelas sekali kelebatan jari-jarinya menari dengan cepat di frets biola itu. "Heyyy, aku bisa melakukan itu di gitar...", kataku dalam hati. Tapi di biola aku tidak pernah melakukannya. Kemaren memang sempet minjem biola k'Ira, sekedar mencobanya. Tapi tau ga, waktu biola itu diambil...bokap dengan sengaja memainkannya di depanku. Aku sama sekali ga tau kalo bokap jago maen biola...i amazed that time. Itu kejadian 2 hari yang lalu.
Kembali ke si gimbal...
Dengan seksama aku perhatikan letak jempol, cara memegang penggeseknya, posisi dagu di body biola, jari-jarinya...aku sedang memasukkannya secara visual ke dalam otakku. Aku harus menyerap dengan cepat, karena kereta sebentar lagi akan sampai di satasiun.
Braaakkk !!!! Pintu kereta sudah terbuka. Oww man, waktu belajar (nyontek) sudah habis.
Aku pulang dengan langkah semangat...
Dalam hati aku berkata...
"Aku harus membeli biola...aku pasti bisa memainkannya..." dengan mulutku tersenyum dan mata penuh keyakinan...

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…