Skip to main content

Jam Dinding Yang Tidak Berada Pada Tempatnya

Pagi ini aku agak terlambat bangun. Mungkin karena malamnya aku sekitar jam 00.00 baru nyampe rumah. Bangun pagi pintu kamar harus diketok sampai 4 kali oleh mom (hiks, ga ada yang miscal sih buat bangunin). Dengan langkah gontai tapi buru-buru, aku langsung bersiap. Aku terpaksa mandi di kamar mandi bawah, karena memang rumah sedang direnovasi sana-sini, termasuk juga kamar mandi lantai atas.
Begitu turun ke bawah otomatis mataku tertuju ke arah tengah ruang keluarga, tepat di atas teve. "Ah, kok ga ada?", pikirku. Aku sedang ingin melihat jam berapa saat itu, sehingga aku bisa set waktu untuk mandi (hahaha, segitunya). Tapi ternyata jam dinding yang biasa tergantung disitu, tidak berada pada tempatnya. Lalu aku sadar, ternyata dinding ruangan bawah memang sedang dicat, sehingga semua ornamen yang tertempel di dinding dicopot dulu. Walau masih penasaran dengan jam berapa saat ini, namun aku melanjutkan masuk ke kamar mandi.
Selesai mandi, aku bergegas menuju ke atas, menaiki tangga. Entah kenapa, mataku melirik lagi ke arah atas teve. Lagi-lagi aku harus menelan kenyataan bahwa memang jam dinding yang biasa berada disitu sedang diturunkan. Kecewa tapi ya sudahlah.
Mom dengan baik hati menyetrika baju yang akan kupakai di kantor. Aku cek hape, dompet, nomad, agenda. "All set!", kataku dalam hati. Aku siap berangkat. Dengan langkah agak cepat aku menuruni tangga lagi. Sampai di bawah, mom udah gorengin otak-otak yang kemaren mom bawa pulang dari makasar. Aromanya enak banget! Akhirnya aku nyicipin satu, pake sambelnya gitu...widih, yummie :) Melihat aku begitu menikmati otak-otak itu, dibungkusin deh buat sarapan aku di kereta. Ugghh, what a great mom :)
Sambil makan otak-otak, lagi-lagi secara otomatis kembali mataku tertuju ke arah di mana jam dinding itu biasanya tergantung. Gubrakkk, memang jam itu tidak berada disitu, aku menyadarkan diriku sendiri. Entah jam berapa saat itu, namun aku tahu sudah agak terlambat. Dengan cepat aku memakai sepatu dan menyambar tas, dan say "Pergi dulu ya mak!". Mom nganter sampe depan pintu dan aku bergegas berjalan.
Stasiun seperti biasa padat kalau pagi. Aku dengan cepat mengantri tiket, fiuh untuk masih dapet tempat duduk walau yang jam 6.39. Ditawarin voucher kompas gratis supaya bisa beli koran kompas dengan harga 1000 rupiah saja, kompas lagi ultah kata penjaja voucher itu.
Ah, aku tidak terlalu peduli dengan itu, karena hari ini aku membawa buku baru, judulnya "Elia, pahlawan heroik dan rendah hati". Buku itu pemberian mbak naning di hari terakhirku di innograph. Setelah selesai membaca sampai bab 40 buku Purpose Driven Life, aku berniat untuk menghabiskan buku ini pula. Semangat banget aku belajar tentang kerendahan hati...yeah !!!
---
Satu makna yang mendalam yang aku peroleh pagi ini.
Aku sedang mencoba bertahan menguji cintaku padamu, menguji cintamu kepadaku.
Hari ini cinta itu tidak kelihatan, mungkin sengaja engkau taruh dibawah karena dindingnya sedang di cat. Atau mungkin engkau sedang melihat sendiri cinta itu untuk mengujinya juga.
Hari ini aku paham bahwa cinta bukan sesuatu yang terlihat oleh mata, namun yang benar adalah cinta tetap ada walau tidak kelihatan.
Hari ini aku sadar dan mengerti, bahwa aku mencintaimu...

Comments

  1. AnonymousJune 29, 2005

    tulisanmu kali ini, penuh makna banget! well, is it true? cinta itu ada walau tdk kelihatan????

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…