Skip to main content

Saat-saat terakhir

Waktu bangun hari ini...
Aku teringat peristiwa tadi malam. Farewell party yang sangat berkesan dan mendalam. Sahabat-sahabat dari InnoGRAPH yang hadir sungguh menorehkan kenangan yang manis yang tidak pernah tergantikan oleh apapun juga. Kata-kata mereka tentang aku, dan kesanku tentang mereka...satu katapun tidak akan pernah lepas dari ingatan ini.
Langsung kulihat x-banner yang penuh tanda-tangan itu. Tadi malem nangis bombay gara-gara tuh benda, tapi mungkin untuk hari-hari kedepan itu akan memberi kekuatan :)

Walau bangun agak siang, aku tak ingin buru-buru hari ini. Aku ingin menikmati setiap detiknya, tak ingin ada yang terlewatkan. Aku mandi, nyetrika baju, bersiap, dan berangkat tanpa sarapan. Orang rumah banyak yang bertanya, "Hari ini masih ngantor? Innograph? ". Aku jawab tentu saja. Ya, hari ini hari terakhir...

Naik angkot ke arah terminal, biasanya aku lalui dengan buru-buru dan ingin cepat sampai. Tapi kali ini, aku ingin tersenyum menikmati perjalanan. Sesampai di terminal, aku harus melewati jembatan penyembrangan. Kemudian langsung menaiki bus yang sudah mulai penuh ke arah UKI. Diriku terus bergumam...this is the last day i'm doing this...

Di perjalanan tol, aku sama sekali tidak ingin menutup mataku untuk tertidur. Aku ingin benar-benar menghapal pohon-pohon, plang-plang, dan rute yang sedang kutempuh ini. Sampai di uki, aku turun perlahan. Hari terik sekali sehingga aku mulai berkeringat. Ah, tenang saja pikir aku...toh ruangan IT di kantor dingin sekali.

Perjuangan kembali diteruskan dengan menunggu bus P45. Setelah berdiri sekitar 10 menit, sambil memperhatikan semua orang yang ada disitu. Preman yang malak kernet-kernet, orang-orang yang menunggu bus, tukang soto campur...semuanya kupandangi satu persatu. Dari kejauhan muncul bus 45 itu. Aku langsung berlari dengan cepat, dalam hati...kapan lagi ya aku akan melakukan hal seperti ini. This is the last day.

Yupe, aku dapat tempat duduk! Seperti biasa, bus penuh dan sesak. Hehehe, tapi aku tidak ingin mengeluh, aku sungguh ingin menikmati hari ini. Kubayar ongkos ke kernet, 1200 rupiah.

Sampai di lampu merah santa, kernet teriak "Gereja...gereja...". Aku segera turun dan mulai berjalan menuju kantor. Kulewati tukang ojek, tukang mie ayam...dan sampai juga di kantor.

This is my last day here...

Semua orang tampak tersenyum kecut melihat aku. Pagi-pagi aku mulai dengan melakukan pergantian tape backup, check server, dll. Hm, hari ini sebenernya bisa saja aku duduk di sebelah yossie dan mengerjakan pekerjaan terakhirku. Tapi aku ingin menikmati bangku mie ayam itu lagi untuk duduk terakhir kalinya di "aquarium", tak peduli betapa penatnya duduk dan berdiam disitu...this is my last day for doing it :)

Tak selang berapa lama, mbak naning datang tanpa suara dan dengan langkah yang sengaja dibuat terburu-buru. Tanpa mengatakan apa-apa, dia memberikan sebuah buku "Pria heroik dan rendah hati-ELIA". Terima kasih terucap dari mulutku, namun mbak naning langsung pergi tanpa sepatah katapun. Dia pasti sedih, karena sering dia bilang bahwa kepergianku membuat dia sedih.

Aku ke cisanggiri bersama Raymon. Kita beli burger dulu untuk ngisi perut. Dibayarin Raymond deh :) Semua pandangan menatap ke arahku ketika aku membuka pintu. Komputer om bud bunyi "NGEENG" waktu dinyalain, makanya mo aku ganti fannya. Sambil ganti fan, Tiyo bilang "Udah enjoy dibawah sana...ntar besok-besok lu ga bakal ada dibawah lagi.."Fiuh, iya kapan lagi ya gw bakal kaya gini?

Sambil benerin komputer, sambil nonton Tour Trip to Jogya...ketawa-ketawa pas ngeliat adegan Raymond+aku nyanyi "I will fly into your arms...". Hahahaha :)

Zaka datengin gw pas gw udah balik lagi ke aquarium. Ngobrol-ngobrol sambil liat-liat foto2 farewell party kemaren. Zaka ngomong panjaaang banget, tentang buku dan tentang do re mi fa so la si do. Hahaha, kapan lagi ya zack kita ada di aquarium bareng...kunci-kuncian ... xixixi

And this day still here...
I'll enjoy the rest of it...

Comments

  1. Tidak ada kata2 yang dapat kuucapkan selain...."Selamat Berjuang selalu bro..." banyak teman yang hinggap dan dekat padamu, mungkin sekilas aku kurang tanggap dan mengerti dengan dikau, tapi jujurnya aku senang bisa kenal dan menjadi temanmu, memang tidak banyak yang kubagi mengenai kisah hidupku atau aku mendengarkan banyak cerita darimu, tapi aku tetap mengganggap dikau adalah sohib baikku, dan jujurnya saat2 terakhir merupakan moment yang ingin aku ucapkan, sayang memang waktunya tidak tepat, seperti kata yang di sms dikau waktu itu, dikau tidak ingin mengucapkan selamat tinggal denganku, hehe, kadang2 hal itu tak terpikirakan oleh gue, tapi gue ngerti pula kok, aku pendiam tapi memang beginilah adanya, jarang sebenarnya aku merasa kehilangan dengan sohib dekat, karena walau bagaimanapun aku masih bisa janjian ketemu, tapi ntah kenapa, setelah sore itu dikau dah balik, hatiku terasa ada yang lenyap, dan ruangan IT makin sepi, ndak papa, aku turut senang dengan umurmu yang masih muda untuk berkelana kemana saja, majulah terus bro, someday kita pasti bisa ketemu lagi, dan so pasti gue selalu menjelajah di dunia maya ini, ada perkembangan apapun pasti kita bisa tau walau jarak memisahkan persohiban kita oke? Jangan sedih bro, banyak yang menyedihkan mungkin terjadi, ini hanya salah satu bagian saja, maju terus, tetap teguh, keraskan hatimu selalu, God Bless You always oke?

    yossie.blogspot.com

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…