Skip to main content

Tutup matamu, dan berjalan...berapa lama kau bisa bertahan?

Hari itu aku balik kantor seperti biasa. Harus nunggu bus PPD atau mayasari yang udah bobrok dan peyot di sana-sini. Pasti penuh pula! Aku menyebrang pas lampu merah. Ah, harus menjemput bola ni, aku pikir...kalo engga pasti penuh duluan dan lama dapet bus-nya.
Aku berjalan terus ke arah yang berlawanan. Sampai juga di fountain, persis depan sebuah cafe. Di sini memang tempat favorit ku nunggu bus, karena bisa mendengar aliran sungai dan membuatku tidak bosan menunggu.


Di depanku persis, baru saja menyebrang seorang bapak-bapak. Dia memegang tongkat dan dengan tongkat itu dia meraba-raba jalan. Dalam hitungan detik otakku berputar, kalau aku tolong dia-pasti akan merepotkanku, padahal aku pengen pulang cepat. Tapi di sisi lain, aku tahu bahwa aku harus menolongnya.

Dengan modal nekad dan tidak peduli bahwa aku baru sembuh dari sakit, serta tidak mengindahkan penatnya kaki ini...aku hampiri bapak-bapak tadi. Ya, dia seorang buta. Aku tepuk pundaknya dengan pelan, sambil berkata "Mau kemana pak?". Dari mulutnya aku lihat senyum kecil bahagia dan matanya yang buta itu sedikit bersinar. Dia seperti lega sekali mengetahui ada orang yang akan menolong dia.

Dia bilang mau ke uki. Dari situ dia akan mencari jalan pulang ke arah ciliwung. Sampai disitu aku kembali sedikit menyesal dan berpikir, "Aduh, jurusannya sama lagi dengan gw...bakal bener-bener ngerepotin ni, gimana gw bawanya naek bus, kalo penuh juga gimana...". Tapi dorongan hati ini membuatku berdoa untuk bapak yang buta ini. Sejenak aku memejamkan mataku, hanya sekitar 10 detik. Aku lihat kegelapan, aku tidak bisa melihat apa-apa, hanya bisa kudengar suara-suara, suara air dan klakson bus dan mobil bercampur menjadi satu. Masih dengan mata tertutup aku coba langkahkan kakiku satu langkah saja. Uggh, aku tidak tahan. Segera aku ambil nafas dan membuka kembali mataku.

Kini aku melihat bapak buta ini dengan pandangan yang berbeda. Dari kejauhan aku melihat sebuah bus P 57. Ya, ini dia! Semoga tidak penuh, dalam hati aku berujar. "Ayo pak, ini ada bus 57 ke uki!", seruku semangat ke bapak buta ini. Si bapak pun segera mengikuti hentakan tanganku yang menuntun dia sambil membawa bungkusan hitam yang aku sendiri belum jelas itu apa. "Busnya kosong atau penuh dek?", si bapak tua ini sempat bertanya kepadaku sambil menjemput busnya. "Kosong kok pak tenang aja!", kataku semangat. Namun, kulihat sekilas raut wajahnya agak berubah.

Thanks God busnya memang agak kosong, sehingga aku bisa mendapatkan tempat duduk. Fiuh, akhirnya kaki ini bisa beristirahat. Baru saja aku ingin menawarkan tempat duduk ke bapak tua yang buta ini, dia mengelurkan sesuatu dari bungkusan itu. Dan membuatku paham dan mengurungkan naitku. Dia mengeluarkan ukulelenya, ternyata dia seorang pengamen.
Hari itu aku belajar satu hal yang berharga. Bahwa aku harus keluar dari kenyamananku untuk bisa menolong orang yang berbeda denganku. Bapak ini seumur hidupnya mungkin akan selalu mengharapkan bantuan orang lain untuk menuntun dia, dan mungkin seumur hidupnya pun dia akan selalu berharap bahwa bus yang ditumpanginya penuh...

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…