Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2005

Tuker Kado

Baru beres tuker kado ama b5 di rumah remon. Seru juga, tadi dapet samurai (dari remon), buku about Pasangan Hidup (dari Tiyo), n cd-case+cukuran (Jo). De em ga bisa ngikut soalnya ada urusan ama om-nya (katanya sih berobat jalan-jalan). Terus abis itu kita nyanyi-nyanyi and ngobrol-ngobrol tentang planning ke depan dari b5. Ideas always comes up...seneng juga--tapi harus jadi realita ni...YEAH!!! Gw tadi sempet ngantuk banget tidur-tiduran di bangku santai disertai angin sepoi-sepoi depok. Hehehehe, untung pas hampir diamuk massa, gw langsung semangat gara-gara ada mirinda merah. And now lagi di kantor (gilee, ga liburan apah!). Nunggu hujan reda abis itu mo bareng ama remon ke uki. Hah, tau gitu gw langsung naek kereta dari depok (hihihi). Udah ah, cape ngetik...jari-jari lagi pengen liburan kali yee...

This morning, my tea tasted sour...

Fly away the dreams I fought for the coding last night Trying to break some password But, when i come up with the algorithm And i wait for about 2 hours It didn't come up for the result So i change the method Until this morning, 5 hours processing It failed!!! But, suddently i realize i had to go to my office So i did. But, still i think about it Somehow i know i will work!!! I will be breaking that code!!! And just when i arrived Like ussual, a tea on my desk Mpffhh, it tasted sour! Why is it? Is it because my 'weird' mouth Or it has no sugar? Ughh... -bring u the reality, what you though is not always what you get... ...just keep on dreaming...-

b | 5

Di sini ada satu kisah Cerita tentang anak manusia Menantang hidup bersama Mencoba menggali makna cinta Tetes air mata mengalir di sela derai tawa Selamanya kita tak akan berhenti mengejar matahari Tajamnya pisau takkan sanggup Goyahkan cinta antara kita Menembus ruang dan waktu Menyatu di dalam jiwaku Tetes air mata mengalir di sela derai tawa Selamanya kita tak akan berhenti mengejar Terus mengejar matahari (ijinkan aku meneruskan syair ini) Detakan jantungku tak berbeda denganmu Mengiringi langkah kaki kita bersama Selamanya matahari kita ada dua Di sini, dan di sana... Genggam tangan ini dan jangan lepaskan Karena ku tak ingin kesia-siaan air mataku Namun tidak selamanya kita ada Entah mendahului matahari terbit atau terbenam Yang pasti hari ini ada buat kita Larilah untuk hari ini, untuk kekuatan yang ada Untuk suatu impian yang tidak pernah berakhir Selalu ada untuk matahari kita

Biarkan aku berhenti sejenak...di sini...

Sayang, Aku lelah, tidak bisakah kita membeli minum dulu sebentar? Tapi kalau aku melihat parasmu, rasanya engkau tidak pernah lelah Lihat ke sana, lihat ke sini tanpa rasa capai Sayang, Bisakah aku sebentar menuju ke tempat yang aku suka? Mungkin aku bisa mencari puluhan lilin untuk kamarku Karena sekarang lampunya belum kuganti Sayang, Dirimu kadang membuatku bertanya soal kecantikan Lihatlah...engkau tidak cantik, engkau sama sekali tidak manis Apakah yang lain buta, atau diriku juga bodoh? Sayang, Kepandaianmu sering tak terukur olehku, engkau tahu banyak hal Ah, seandainya ada orang yang mengajarkanmu kedewasaan Mungkin engkau akan tampak lebih pandai lagi Sayang, Aku mau tanya beneran nih, kamu yang terlalu cantikkah? Atau aku yang terlalu tidak tampan diantara banyak pria? Karena banyak wanita yang lebih cantik darimu Sayang, Ijinkah aku berhenti sejenak...di sini... Kalau kau ingin teruskan perjalananmu...teruskanlah Baru k

Tsunami...peoples go to hell

taken from noviesianipar.blogspot.com liputan ke aceh aceh... akhirnya aku menjejak kaki juga ke serambi mekah itu. dan hatiku menangis. dalam. rick paddcok-rekanku-jurnalis kawakan dari LA Times memegang tanganku. "it's ok rick, " aku menepis tangannya. kaki terus melangkah.pelan. tiap langkah hanya tangisan yang dalam. aku menghela napas. berat. sementara pastorku-Sukendra Saragih menangis pilu. raut wajahnya -God! aku tau betapa tersiksanya dia melihat ini semua. 9 tahun ia bolak-balik aceh. ratusan ribu kali. hanya untuk satu visi agar ada hidup baru yang mengalir di aceh. tapi hari ini.. gelombang tsunami meluluhlantakkan negeri ini dan menyeret ratusan ribu jiwa ke neraka. aku menarik napas lagi. kali ini lebih dalam. tapi yang terjadi aku malah muntah. Rick memegang pundakku,"are you ok vie" aku meraih lengannya. aku hanya bisa mengangguk pasrah. dan aku pun memulai liputanku. aku disana seminggu. ada banyak hal yang ingin kuceritakan. tentan

Berhentilah berbicara

Tentang bintang aku sudah melihatnya Tentang matahari aku tidak mau tahu Berhentilah berbicara sejenak Ku mau berteman dengan kesunyian Tertegun aku mendengar 'tidak ada suara' Menyimak 'tidak terdengar apa-apa' Mengalunnya kesepian Dan hatipun mencapai kelamnya waktu Jangan mulai lagi berbicara Aku masih bersahabat dengan 'tidak ada suara' Berteman dengan 'tidak terdengar apa-apa' Inilah diriku sekarang hai bintang Sampai engkau lelah Sampai dirimu tidak angkuh Menyadari gelapnya dirimu Tertutup oleh matahari Berhentilah berbicara Padaku... atau pada 'tidak ada suara' atau pada 'tidak terdengar apa-apa' Sebentar kau sadar Bahwa mimpimu tak berarti Tanpa diriku disisimu Dan kau hanya berteman dengan kesunyian [in my deepest sadness]

Berada dalam Waktu-Nya

This songs for my friend who just lost her dad... Specialy for Rike Berada dalam Waktu-Nya lyrics & music by myself Ada waktu untuk menangis Ada waktu untuk tertawa Semuanya pasti dilalui Pernahkah kau bertanya pada Tuhan Seberapa berharganya hidup ini di mata-Nya Ada waktu untuk memeluk Ada waktu untuk melepaskan Semuanya adalah milik-Nya Butiran pasir waktu trus melaju Pernah sekali kuberharap waktu kan berhenti Namun apa dayaku Aku percaya IA membuat sgala sesuatunya indah pada waktu-Nya Aku percaya Apa yang dilakukanNya kan tetap ada untuk selamanya Langkahku takkan pernah kembali Jejaknya menetap Ku mau beri yang terbaik Untuk saat ini...