Skip to main content

Posts

Showing posts from 2005

"Lagu lama yang biasa kita nyanyikan..."

Kuambil gitar dan mulai kumainkan Lagu lama yang biasa kita nyanyikan Namun tak sepatah kata yang bisa terucap Hanya ingatan yang ada di kepala Hari berganti, angin tetap berhembus Cuaca berubah, daun-daun tetap tumbuh Kata hatikupun telah berubah Berjalan dengan apa adanya...

CHOIR (Micnya terlalu dekat!!!)

Hari rabu kemarin ada kejadian lucu. Jadi gw nebeng dengan deddy temen kantor sampai ke plaza semanggi, rencana mau ngejar jemputan hiba yang jam 5.30. Jadi dengan santai gw duduk-duduk santai di balok trotoar sebelum mcD. Secara ga sengaja, di jendela satu bus yang lewat, gw ngeliat temen gereja, anak permata juga. Weleh, ngapain mereka ke jakarta ya? Akhirnya dadah-dadahan. Kebetulan juga ketemu dengan abang yang satu gereja, jadi lebih seru ngobrolnya di balok trotoar itu. Busnya datang, jadi aku bersiap-siap. Sialnya dia ambil jalur kanan! WEKS! Gw udah ga semangat ngejarnya, walau sebenarnya kondisi macet masih memungkinkan untuk ngejar. Akhirnya aku dengan penuh kegeraman (ga segitu kaleee) jalan santai menuju plangi. Lucunya lagi, pas lagi jalan...eh ketemu ama anak permata yang tadi dadah-dadahan di bus (Vina+Nia). Mereka bilang mau natalan di balai sarbini. Gw diajakin, tapi gw pikir males banget lah, udah ngantuk dan cape...bawaannya pengen cepet pulang aja. Akhirnya gw me

Di belakang punggung seorang "Raymond F Soedira"

Sebenarnya sudah lama aku ingin menuliskan blog dengan judul ini, namun belum pernah sempat. Kali ini aku akan coba untuk menggoreskannya. Hari itu lagi-lagi aku pulang menaiki motor remon. Kita baru saja kumpul bareng b5, makan-makan di pizza hut blok m plaza. Seperti biasa, memesan pizza meat lover yang large dengan pinggiran sosis. Kita suka banget rebutan sosis yang dipinggir. Aku pernah kecolongan juga "dicuri" sosisnya karena lengah. Hahaha :) Hari itu Tiyo dan DeEm tidak bisa datang. Entah karena kesibukannya sendiri ataukah karena memang sedang berada di luar daerah. Namun, tetap saja seru pertemuan malam itu. Kita bercerita tentang diri kita masing-masing, tentang kehidupan, tentang apa saja yang terjadi belakangan ini. Love life, work life, family, ministry. Semua kita nyeritain dan saling tanya satu sama lain. Walau selalu berujung dengan cela-celaan dan dibecandain, tapi kita tidak pernah kapok untuk cerita. Hahaha, mungkin karena kita sama-sama tahu

Natal natal natal...

Natal? Ternyata banyak perubahan yang terjadi. Anak muda yang dinamis memang sering menggila dengan kreativitas mereka. Salut!!! Tetap dinamis, diiringi dengan kebenaran firman Tuhan. Kemaren ikut natal bekasi. Band-nya heboh banget. Di satu sisi gw bergumana "cool", tapi disisi lain gw bertanya-tanya "apa ya yang membedakan band rohani dengan band dunia?". Karena yang aku lihat pada saat itu, sama sekali tidak ada bedanya. Adalah pemain gitar yang memamerkan kebolehannya mengeluarkan suara ringkikan kuda, ada juga vocalis yang memamerkan suara tingginya seperti Mariah Carey, ada pula band yang namanya alkitabiah sekali tapi lirik lagunya tidak hapal dan berteriak-teriak tidak jelas "Kami mengagungkanmu...!!!" (sori, "mu"-nya memang sengaja ditulis huruf kecil). Walau ketika persembahan pujian aku banyak yang kurang bisa dinikmatin (padahal udah usaha banget untuk konsen dan fokus), tapi untungnya ada "artis" andre hehan

Cubase SX+CocaCola+RollerCoaster+Bengbeng+10minutes sleep=Mixing Drama=hiks...

Pengen cerita tentang kegiatan natal ni. Aku dimandatkan untuk membuat drama natal lagi tahun ini. Itung-itung, ini adalah proyek yang ke-8 untuk drama/parodi. Seru juga ternyata... Proyek kali ini untuk natal permata klasis. Walau maenannya klasis, aku tetep aja tidak maksimal dalam pengerjaannya. Waktunya udah mepet, dan waktu itu aku sama sekali belum selesaikan skenario, bahkan latihan. Sementara 2 minggu lagi sudah show. Gawat pikirku. Akhirnya setelah dapet ide ceritanya dan membuat latar belakangnya, aku langsung tetapkan waktu untuk take voice dubbing di rumah. Yang datang 3 orang. Kali ini aku masih memakai software Sony Sound Forge 7.0 untuk recording. Untuk mic-nya sendiri aku pakai yang wireless biasa. Untuk recordingnya sendiri aku memakai PC biasa Pentium 4 2.4GHz yang terpasang sound card Creative 5.1. Mereka yang mau take voice terpaksa menunggu aku menyelesaikan skenario dulu (hahaha, kasian kali mereka), bukan karena aku lalai, tapi memang tidak pernah sempat untuk b

"Tuhan, sekarang waktunya untuk ngapain?"

Tak terasa sudah hampir musim salju lagi...i mean...xmas is coming! Bagiku natal itu selalu sesederhana dari penampilannya, namun tidak sesederhana tujuannya. Masih teringat waktu dulu jaman aku masih sma, kita merayakan natal dengan bejubel kegiatan, latihan nyanyi, latihan puisi, latihan drama, latihan latihan...semua tiba-tiba harus dilatih. Hehehe, untungnya waktu itu aku sekolah di bogor, yang pulangnya jam 1 siang, dan jarak rumah tidak jauh dari sekolah. Sehingga bisa dengan mudah mengantisipasi semua kegiatan. Kini natal bagiku adalah dimana harus memeras tenaga sedikit lebih banyak untuk dapat membagi waktu antara pekerjaan dan "kegiatan pelayanan". Kata kerja yang kedua bisa berarti ambigus, itu karenanya aku memakai tanda kutip. Kegiatan pelayanan bagi beberapa orang adalah pelayanan itu sendiri, sedang bagi banyak orang itu hanya sebuah tingkah laku yang hyperactive di saat-saat tertentu. Bicara tentang kegiatan pelayanan, aku selalu mencerminkan d

Coba aja, toh lu ga akan ditonjok kok...

Pagi diary. Hari ini ada kejadian lucu. Karena hari senin, jadi jemputan bus hiba lebih cepet 15 menit. Tapi ternyata begitu nyampe di tugu kujang bareng adekku dan diantar oleh abang...busnya udah kelewatan. Alhasil di depan mobil ada bus hiba juga, tapi bukan langganan kita (soalnya busnya abondemen). Dengan cuek bebek gw dan adek gw naek. Sebenernya gw ga berani naek,tapi gw belajar menjadi asertif dari adek gw, jadi naek aja. Sampe di atas bus, penumpang yang lain pada bengong ngeliatin, soalnya mereka ga kenal wajah kita. Tapi lagi2 adek gw cuek, dan gw ikutan aja. Dibagiin roti dan aqua. Dengan muka polos dan datar, nerima roti dan aqua itu. Adekku sms (tempat duduk kita pisah, soalnya udah penuh juga), dia udah bilang ke pengurusnya. Akhirnya pas si mbak itu ada di depan dia tanya "Mas juga yang tadi ketinggalan bus bni ya?". Terus akhirnya gw "ngaku" dan nanya bayar berapa? Dia bilang ten bucks, dan gw bayar sekalian ama adek gw. Lega akhirnya...fiuhh... Hm,

Cara menguasai pikiran

Beberapa hari ini hal ini semakin menjadi. Pikiranku semakin melayang kemana-mana, dan entah kenapa itu semakin mengganggu. Kadang aku ingin beristirahat dari semua, lari dari apa yang ada dalam pikiranku ini, tapi aku kemudian tahu bahwa setiap hari aku akan menghadapinya. Pulang dari kantor kemaren malam, aku turun dari bus hiba persis di depan pangrango plaza. Dari situ aku nyebrang jalan untuk menuju ke rumah. Pas aku berada di tengah jalan, ada angkot lewat dan sepertinya dia mengharapkan aku untuk naik di angkotnya. Padahal aku sama sekali tidak memberi kode mata, atau menyetop angkot itu. Tapi beneran tuh ketika aku sampai di seberang, angkot berhenti dan menunggu aku untuk naik. Heran juga nih angkot kok ngotot banget. Akhirnya dengan cuek bebek aku lewatin tuh angkot. "Wong ga di stop kok berhenti!", kataku dalam hati. Sepanjang perjalanan menuju rumah (agak lumayan jauh juga jalannya), aku mengulangi kejadian yang barusan itu di dalam pikiranku. Kadang aku

I only want You here with me...

Saat teduh pagi ini menjadi tempat pergumulan tersendiri bagiku. Bangun jam 5, dan aku mulai memasang tape "saat menyembah 1-franky sihombing". Dengan lembut lagu "Lebih dari segalanya...ku berharap pada-Mu, lebih dari para penjaga mengharap fajar pagi...". Aku mencoba untuk mulai berdoa dan fokus kepada Tuhan. Namun pikiran ini entah bagaimana tidak bisa melakukannya. Terbagi dengan pikiran mengenai pekerjaan yang harus dan akan aku lakukan hari ini. Aku terus berusaha...tapi tetap tidak bisa. Padahal di depanku sudah ada renungan Sentuhan Hati dan Alkitab tergeletak tak berdaya. Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku dan berteriak putus asa..."I only want You here with me Lord...". Frase itu terus kuulangi beberapa kali sampai keluar air mata putus asa...ya, putus asa! Akhirnya karena waktu, aku menghentikan doaku dan mulai membaca renungan hari ini. Kata-kata yang indah itu, kembali meresap ke dalam hati. Namun baru aku akan merenungkannya...t

Ga semangat!

don't know about today. tapi ga semangat banget waktu berangkat dari kantor. pikiran penuuuh banget! kejadian kemaren juga kasih pengaruh banget buat aku. tadi malem kebangun jam 2 pagi. baru kesadar kalau pas pulang kantor langsung ketiduran. belon packing sama sekali buat jogja. alhasil nyetrika baju deh jam 2 pagi. sambil format ulang laptop juga--virus! hm, hope aku bisa selesaikan hari ini dengan baik. aku minta kekuatan Tuhan...

Get Busy!

Ga tau lagi cara mengekspresikannya dalam tulisan. Tapi hari-hari begitu cepat berlalu. Seminggu lagi sudah lewat. Tadi pagi begitu bangun jam 5 pagi, aku langsung bergumam dalam hati "Hah, hari senin lagi?". Bahkan pagi ini tidak sempat saat teduh. But then... Pas nyampe kantor pagi-pagi (belon ada yang datang kecuali tante hrd), aku sempetin baca renungan sentuhan hati yang ada di meja. Walau pikiran dan hati langsung agak menolak dengan berpikir tentang banyaknya kerjaan hari ini yang harus di schedule, tapi aku paksakan diriku. Bercerita tentang mungkinkah sebuah kehidupan kristiani diwujudkan. Hm, aku pun sering berpikir seperti itu. Terlebih lagi dengan kondisi bekerja dan waktu semakin berkurang untuk santai, relax dan merenung. Dulu, aku ingat sekali. Kegiatan rutinku kalau sudah mejelang sore hari adalah duduk di atas tangga yang menuju jemuran sambil memetik gitar dan menyanyikan lagu. Disitu aku biasanya lakukan sambil merenung tentang hari dan ap

Rapat Besar Para Pemulung Barang Bekas (sebuah harapan)

Pagi ini setelah aku turun dari bus kopaja 66 di blok M, seperti biasa (seperti biasa muluu) aku berjalan ke arah kantor di daerah panglima polim. Aku lewat jalan belakang, menyebrang jalan, ketemu bank danamon, terus jalan dan sewaktu persimpangan aku akan belok ke kanan. Disitu rame sekali pagi ini, persis pas persimpangan itu. Aku heran! Terjajar dengan rapih gerobak-gerobak lusuh yang isinya macam-macam, mulai dari kardus, paralon, besi. Semuanya bercampur menjadi satu di dalam gerobak itu. Kuhitung kurang lebih ada 10 gerobak 'parkir' disitu. Aku pelankan langkah kakiku, sambil kuperhatikan apa yang sedang terjadi. Terlihat seorang bapak tua, kurus dan tirus tengah duduk bersila dengan wajah yang penuh wibawa. Dia berbicara keras dan percaya diri. Sementara yang lain memperhatikan dengan seksama apa yang dibicarakan oleh bapak ini tadi. Mungkin bapak ini tadi sedang memimpin sebuah rapat besar para pemulung barang bekas. Namun demikian, tidak ada perbedaan yang mencolok a

Saat terindah...

Bidadari, Kalau engkau tanya saat terindah yang aku alami kemarin... Mungkin pada saat kita bercerita panjang lebar tentang hidup bagaimana selama ini kita menjalani hari-hari saat senang, gembira sedih, dan merasa sendiri hm, tapi masih ada yang lebih dari itu. Mungkin pada saat kita berbagi tentang masalah kita ada masalah di kampus, di rumah, di pelayanan hm, tapi masih ada yang lebih dari itu. Mungkin pada saat kita menceritakan orang-orang yang ada dalam hidup kita saat kita berhadapan dengan karakter orang yang bermacam-macam tentang karakter kita menjalani dan menyelesaikannya hm, tapi masih ada yang lebih dari itu. Karena saat kita berdoa bersama memetik gitar, menyanyikan pujian dan penyembahan bersukacita dalam hadirat Tuhan mengeluarkan air mata agar Tuhan bertahta atas pujian kita meminta kekuatanNya untuk menjaga hubungan ini itulah saat terindah... Luv u...

Butuh perjuangan !

Pagi ini aku kembali melakukan rutinitas seperti biasa. Dengan menumpang bus hiba sewaan sebuah bank, aku menuju kantor. Ritual pagi begitu duduk di bangku bus adalah seperti biasa...membuka tas, mengeluarkan mp3 player, dan memasangnya dengan memilih playlist pagi hari (biasanya GMB-worship project), kemudian mengeluarkan buku yang lagi digarap. Masih menghabiskan buku T.Tenney "Rumah Kesukaan Tuhan" (jika engkau membangunnya, IA akan datang). Mungkin aku membagikan sedikit tentang buku itu yang aku baca pagi ini di sini. Kali ini djelaskan tentang suatu perumpamaan tentang hadirat Tuhan digambarkan dengan kejadian lucu yang sering terjadi bila seseorang yang dirumahnya memiliki lampu kuno yang untuk menyalakannya harus menarik tali yang menjulur ke bawah. Hehehe, dulu di rumahku masih ada lampu seperti itu. Tapi kemudian setelah ada saklar (yang malah bisa menyala ketika gelap) sudah diganti lampu itu. Kembali ke perumpamaan tersebut. Kejadian lucunya adalah ketika ruan

b5, lagi-lagi b5

Entah kenapa gw kepikiran kalian guys. Tadi malem akhirnya liat-liat foto waktu kita sering jalan bareng lagi. Hm, sekarang gara2 kesibukan masing-masing, kita jadi ga matching gitu jadwal untuk ketemunya. Udah confirm untuk ber-empat, eh yang satu ga bisa. Udah bisa yang berlima, eh tiba-tiba ada kerjaan dadakan. Hehehe, macem-macem aja ya :) Tapi tetep aja kita bersikeras untuk bisa kumpul. Yeah, memang something will happen with 'us' in the future, i guess. Well...hope this picture remind us all to the moments we've shared each other. Love you, guys !!!

dua bulan tak bersua

2 bulan ini rasanya sepi kadang malam suka terlalu egois untuk menyudutkan aku dalam sepi serentetan harapan kadang hanya impian lemah jiwa namun hati tidak ijinkan aku untuk tetap terjaga "hallo??" pikiranku sedang tak di sini dia sedang pergi, mungkin akan kembali saat mentari akan ada mungkin disitu aku mulai berpikir untuk kembali...untuk kembali waktu sudah terlalu lama aku pikir hati tak tertahankan lagi angin tibakan aku disana...

Trying to Survive

Gile, satu phrase baru yang gw dapet hari ini setelah baca comment dari Tiyo..."Trying to Survive". Ternyata gw sadar level orang untuk hidup memang berbeda-beda. Ada yang 'memilih' untuk hanya bekerja, ada yang untuk meniti karir, ada yang untuk bertahan supaya dapat terus hidup. Hm, dibawah level itu mungkin ada yang hanya menganggap 'bekerja' itu untuk mendapatkan uang tanpa mengeluarkan keringat. Ah, mataku kini terbuka...ternyata banyak sekali jenisnya. Tapi tetep gw paling suka frase yang dibilang 'trying to survive', kata itu mengandung makna lebih banyak dari kata lainnya, mengandung lebih banyak keringat, lebih banyak perjuangan, dan lebih banyak waktu yang dihabiskan. Gw suka tantangan itu...'trying to survive' !!! Dari kecil gw sadar gw itu game freaks. Mulai dari jaman ATARI gw suka maenin kaset Tarzan (2D) yang masih culun gitu. Kerjaannya cuma lari, terus loncatin sungai yang ada buayanya. Gw bisa mengulang game itu ratusan

Happy Birthday, Bro !!!

Happy Birthday dr. Lahargo Kembaren Happy Birthday dr. Lahargo Kembaren Happy Birthday dr. Lahargo Kembaren Morning always there when morning Dark always come when there is a night But you... You are the best brother always there for me...

Meniti karir atau bekerja?

Kemaren aku dipanggil menghadap boss GM. Diantara 3 boss yang ada, dia yang paling galak deh. Hehehe. Tapi aku coba dengan santai menghadap. Dia mulai bicara panjang lebar tentang hal-hal yang perlu aku lakukan, agenda-agenda yang harus segera diselesaikan dengan cepat. Ini semua berkaitan dengan presentasi di Monthly Management Meeting yang aku lakukan kemaren lusa. Di salah satu pembicaraan, tiba-tiba dia memasukkan sebuah prinsip dia yang akhirnya membuat aku berpikir ulang. Dia bilang begini : "Di sini bukan tempat untuk bekerja. Kalo orang bekerja tuh masuk jam 8 pagi, pulang jam 5 sore. Itu namanya bekerja. Kalo 'you' mau bekerja, jauh-jauh deh dari sini. Di sini tuh tempat buat meniti karir. 'You' harus berkembang dan tau tujuan akhir dan mau jadi apa di sini. Seperti itu, lu ngerti ga maksud gw?". Dengan anggukan kepala aku mengiyakan omongan boss. Walau dalam hati dan pikiran aku mulai mencerna kembali, melakukan filterisasi terhadap apa yang baru

Hidup

Hidup menjadi sebuah perjalanan ketika menapakinya satu persatu Namun tidak demikian Bila engkau tidak bernafas ketika sedang berjalan Tetap menjadi sebuah pertanyaan tentang bagaimana kita bisa melalui tantangan Tetap menjadi sebuah pergumulan tentang apa yang ada di depan Sekali lagi, hidup tidaklah mudah (ternyata) Dan bisa saja ketika kita sedang bernafas dan berjalan kita sedang tidak hidup Hidup adalah sebuah pilihan (wise man said) lebih lagi, hidup adalah sebuah perjuangan Seandainya hidup bukanlah hidup, maka apa gunanya kita harus hidup?

2 bulan dalam 8 hari

Akhirnya aku menyempatkan diri pagi ini untuk menulis di blog tercinta ini. Hehehehe, sedih juga udah lama "ga nyempet" nulis di sini...padahal kalo disempet-sempetin kan harusnya sempet (apa seeeh). Pagi ini dapet sms yang diawali dengan kata "Thanks God!". Sejujurnya walaupun aku tulis di kalenderku, tapi aku lupa kalo hari ini genap 2 bulan (kalo 1 bulan kan bilangnya ganjil 1 bulan). Dijalan aku merenung, 2 bulan ini dijalani dengan tidak gampang juga. Waktu untuk bertemu aku hitung-hitung genap 8 hari (kalo 7 hari kan bilangnya ganjil 7 hari). Hati ini berada dalam tempat yang benar (kupercaya). Pernah kusesali juga, kenapa harus berada di tempat yang berbeda dan berjauhan. Sayangnya, kondisi tersebut cepat terpulihkan, ketika kita bersama-sama membaca buku tentang "pertumbuhan akan terjadi ketika di luar wilayah nyaman". Hehehe, aku tertawa sendiri ketika menulis ini. Ingat abraham, imannya terbuktikan ketika Tuhan membawa dia di luar wilayah nyam

Berbeban berat

Aku harus menuliskannya Kalau tidak, mungkin seluruh dunia akan hancur Karena tidak tahu aku harus bagaimana Begitu banyak tekanan Begitu banyak hal yang harus diselesaikan Ughh, aku selalu seperti ini Berbeban berat ketika semuanya datang tiba-tiba Bersamaan tanpa pemberitahuan Harus ini lah, harus itu lah... Kadang aku takut Bahwa aku tidak lagi sedang "hidup" Kembali merefleksikan ke hidup Maria dan Marta Kejadian yang begitu merema dalam hatiku Hidup untuk melayani atau Karena hidup harus melayani atau Melayani karena masih hidup atau Melayanilah, atau kau tidak hidup atau Hidup Melayani !!! Semua memiliki arti yang berbeda Namun, aku hanya mencari arti Dimana aku bisa memiliki waktu Waktu untuk berdiam diri Di hadapan Yang Punya Hidup Seandainya saja...

KasihMu Melebihi Segalanya

Music and Lyrics by Eethore&Chicha Created on 27 August 05 Kaulah Tuhan Sahabatku JanjiMu seperti pelangi Nyata dan s'lalu indah bagiku Kekagumanku 'kan pribadiMu S'lalu di dalam hidupku Kau baik dan tak pernah lupakanku ** Reff: KasihMu melebihi s'galanya bagiku TanganMu s'lalu memegangku kala 'ku takut Jiwaku tenang bersamaMu, Bapaku Hatiku adalah milikMu s'lamanya... Kau baik dan tak pernah lupakanku

Nongkrong bareng b5

taken from www.tiyo.tk nongkrong bareng b5 Place: Baso Malang Karapitan, Blok M PlazaTime: harusnya sih jam 6PM.. tapi gue baru dateng jam 7 lewat.. Occassion: nggak ada, pure spontanity Setelah sekian lama, akhirnya bisa ngumpul lagi dengan temen-temen b5 (Raymond, Joyce, Itor, DM) dan kemaren penghuninya ditambah Myrna dan Steven. Candaannya khas b5 banget, gue demen dah. Seketika bisa ngobrol serius.. maksudnya ngomongin kemungkinan gue masukin dagangan kaos ke warungnya DM. Hehe.. emang kalo menyangkut duit suasana tiba2 jadi serius. Di Karapitan ternyata bayar dulu ya baru makanan keluar, takut banget kita kabur sih.. Eniwe basonya sih enak, untuk harga segitu. Tapi yg paling enak.. pas Steven bilang, "udah Bos, pake duit gue aja.." "Wah jangan gitu, Pen" "Gapapa.." "O, ya udah.." (hehe.. gak ada perlawanannya banget ya gue?)Pulang dari situ ngebungkusin makanan buat Lina, supaya dia belajar makan baso. Lagian makanan enak kok bisa-

let music colors our world :)

Hiduplah dengan impian

Hari ini, walau sudah lama tidak menulis...aku ingin menuliskan tentang definisi mimpi menurut aku. Baru saja 1 minggu yang lalu aku (jadi juga) membeli BIOLA. Hehehe, alasannya cukup sederhana, karena aku melihat pengamen yang mahir sekali memainkan biola. Dan aku pikir...aku juga harus bisa (lihat blog sebelumnya). Pikirku, seorang yang sekolahnya saja tidak tamat (mungkin) bisa memainkannya, apalagi aku. Mulai aku menyisihkan gaji bulananku, dan terbelilah biola. Tidak terlalu mahal, hanya sebuah biola 'amatiran' seharga 540rb (setelah dapet diskon dari tokonya). Guess what? Setelah aku coba mulai memainkannya, leher terasa pegal!!! Sial, makiku dalam hati, haruskah seperti ini. Berkali-kali aku coba mencari posisi dagu yang enak untuk menopang biola, tapi memang pasti pegel. Akhirnya aku goreskan rosin ke penggesek biola. Ajaibnya aku langsung mencoba lagu You Raise Me Up, kuputar i-Tunesku dan mulai menguliknya. Wahahahaha, "ngek ngok ngek ngok..." sungguh berb

Sayang

Kata itu tidak pernah terbiasa aku ucapkan. Bahkan tidak pernah terlintas kepada siapa aku akan ucapkan kata itu. Bila ditinjau dari karakteristik kata 'sayang', maka layaknya ditujukan kepada orang yang kita kasihi, kita cintai...kepada siapa hati kita terpaut. Percaya atau tidak...lebih mudah menuliskannya daripada mengatakannya. Ada suatu perasaan yang harus diluapkan secara berbeda ketika kita ingin mengeluarkannya dari mulut. Namun, apabila menuliskannya, hanya dibutuhkan pena dan sedikit keberanian. Aku tidak pernah protes apabila ada pasangan yang sering mengatakan secara berulang-ulang kata sayang, karena memang kata itu menimbulkan efek penguatan komitmen. Kenapa aku bilang penguatan komitmen, karena suatu saat komitmen kita bisa mulai surut dan pudar. Walau ada juga teori yang mengatakan bahwa ketika suatu kata-kata spesial bila disebutkan berulang-ulang, maka artinya akan berkurang. Hm, keduanya ada benarnya. Meskipun bila kejadian yang pertama terjadi, maka akan me

Aku mencintainya sampai maut memisahkan

Karena sayapku tidak lagi satu karena satu tak cukup kuat untuk terbang tinggi Namun, bidadari menghadirkan kekuatan membersitkan harapan untuk dapat terbang terbang lebih tinggi Terima kasih Tuhan buat kehadiran bidadari ia mencapai sukma dan merenggut hati ini Ya, aku mencintainya sampai maut memisahkan

aku bodoh!

dan ketika aku memandang ke Atas aku kembali sadar betapa kecil betapa sempit pemikiranku bodohnya aku menganggap diriku bijaksana tau segalanya sementara matahari pun tidak pernah menyombongkan diri tentang panasnya karena ia tahu bukan dia yang menjadikan dia tentang langit pun aku tidak tahu apa-apa bertanya ke awan pun aku enggan sejujurnya, aku ini bodoh

Redup, namun menerangi

Sore ini aku pulang dari kantor lebih cepat dari biasanya. Aku rencananya memang ingin pulang lebih awal, soalnya udah hampir seminggu ini pulang malem terus :( Begitu naik bus, aku sedikit trauma untuk mengambil posisi enak buat tidur, soalnya kemaren sempet ketiduran di bus, akhirnya kelewatan deh turunnya. Hahaha :) Ah, entah ada kaitannya tulisanku ini dengan judulnya. Hanya ingin menulis saja. Menulis dalam artian dalam bentuk cerita. Kemaren pas ketemu bareng Raymond dan Joyce (+Lona) di Blok M sambil makan-makan di BMK, Raymond sempet berujar dan protes soalnya blog gw isinya puisi semua! Dan dia bilang ga semua orang suka puisi. Hm, bener juga sih--walau aku juga lupa entah kapan juga aku jadi seneng menulis puisi. Aku ingat sewaktu ada pelajaran bahasa indonesia di sekolah dasar. Hm, aku sama sekali gagap untuk nulis puisi, apalagi berdeklamasi di depan kelas. Abangku justru yang paling semangat beli buku-buku puisi. Aku masih ingat ada buku kumpulan-kumpulan puisi Chairil

Keindahan Pelangi

bidadari, dia sudah kembali masihkah dia memiliki sayap untuk terbang? masihkan dia memegang bintang yang kuberikan? ah... bidadari... semoga keindahan itu tidak pernah sirna, setidaknya tidak di kasat mataku ini... bertahan aku dalam gundah namun kupercaya aku sedang menanti keindahan keindahan kerlipan bintang dan pelangi karena senja tidak lagi menguasai hanya engkau dan aku memandang ke langit menepati suatu rencana Ilahi tetapkah engkau sebagai bidadari? aku harap begitu!

Aku lemah!

Hari ini terasa begitu berat. Aku sedang berusaha jujur dengan diriku sendiri. Begitu bangun pagi, entah perasaan apa yang melingkupi. Kamar yang berantakan menggambarkan suasana hati. Sebuah tekanan yang tidak pernah aku alami sebelumnya. Aku ingin pergi dan lari, tapi langkah kakiku tetap. Tatapan mataku pun sudah mulai nanar. Aku lemah! Sepanjang perjalanan pagi ini aku diliputi kecemasan. Aku merasa tidak sedang hidup. Mulutku terus berucap "Tuhan, beri aku kekuatan!". Karena aku terlalu pengecut menghadapi hari ini. Di bus aku mulai membaca bab berikutnya dari buku itu "Elia, pahlawan heroik yang rendah hati" Sesaat memberi aku semangat untuk hari ini, Namun aku kembali tak berani menatap hari ini. Aku lemah! Kulihat jam, ya aku bakal telat lagi hari ini. Sudah kubayangkan wajah-wajah pencemooh. Ah, tapi memang ini salahku...aku harus terima. Begitu sampai di kantor, aku mulai tertekan lagi. Tidak ada perasaan kebebasa

Sunrise to sunrise

Hari ini bangun lebih pagi. Karena kemaren 1st day at new office telat 15 menit (hehehe). Akhirnya berangkat jam 6 kurang 15, dan langsung go to terminal. Naek bus yang sama dengan waktu ngantor di innograph (bus uki, GITU). Turun di uki. Nah, karena waktu kemaren kebiasaan naek P45 (pas ke innograph), akhirnya kemaren naek bus itu jadi telat. Sambil sekali-kali ngeliat jam orang lain (aku ga pake jam), aku lagi mengukur waktu supaya ga telat lagi. Aduh, sempet ga ya nunggu P80, yang notabene bus ke arah blok M juga, tapi lewat sudirman. P45 aku lewatkan begitu saja, walau aku sempet mikir bakal ga terlalu lama juga kalo pake bus itu, karena hari masih agak pagi. Namun, harapan menjadi indah...karena aku langsung melihat bus AC P80. Ahhh, kosong pula. Aku duduk dan menjadi tenang. Bayarnya 2x lipat dari P45, cukup pantas lah. Sampe di terminal, aku jalan dengan santai menuju kantor. Masih jam 7.30, sementara masuk kantor jam 8.00. Enak juga!!! And sunrise to sunrise has coming

kesedihannya tidak seberapa

hari ini datang seperti bencana yang terencana hatiku enggan untuk melihatnya dengan jelas namun aku harus mengakuinya langkah kaki ini pun masih bisa tegak melangkah cepat dan sigap namun aku harus mengakuinya hati ini sedih walau tak seberapa akankah aku mengulanginya lagi? sampai kapan aku tidak paham akan rencana-Mu? di tepian sungai kerit aku seperti Elia minum air sampai kering dan kini Engkau memerintahkanku untuk pergi ke Sarfat menemui orang yang akan memberi aku makan sebuah prosesi merendahkan hati lagi untuk bersandar sepenuhnya pada yang Maha Kuasa aku ingin membatalkan pertanyaanku "sampai kapan?" karena rencana-Mu terlalu dahsyat untuk diketahui aku hanya bisa takjub dalam imanku serasa mengalir bersamaMu Tuhaaaaaaaaan !!! terima kasih !!!

Selamanya 'Ku 'Kan tertawa

Waktunya sebentar lagi, kawan! Aku bergegas untuk kembali menikmati-Nya Karena aku tahu jawaban tidak timbul begitu saja Dia hadir untuk menenangkan jiwa dan hati Tapi kemudian aku tersenyum Aku tertawa melihat perjalanan ini Harusnya bahkan tidak ada tangis Karena sukacita ini bahkan melebihi harapanku Kali ini aku berani bilang kalau aku mengenalmu Sosok bidadari bersayapkan kelemah lembutan Memiliki hati yang mencintai Tuhan lebih dari apapun juga Dan pancaran mata yang sanggup melewati segalanya bersama Kali ini aku bisa tertawa akan masa depan Karena makanan favoritku puding rasa strawberry Dan minuman favoritku juice strawberry Haruskah bidadariku berwarna merah? Hahahahahahaha (aku tertawa) ---------------------------------------------------------------------------------------- Selamanya 'Ku 'Kan Tertawa -song & music by Eethore- Copyright 2005 Ku bersuka Sebab Tuhan baik Kasih setia-Nya untuk s'lamanya O...o...o... K

.dua puluh lima. (menjadi seperti Bapak)

Waktu terus berjalan, seringkali tanpa kusadari Padahal setiap harinya aku melihat detik jam berjalan. Sampai hari ini, aku sudah seperempat abad hidup di dunia. Menjadi seorang anak muda, yang... hmm, mungkin ada yang bilang masih bocah ingusan yang tidak tau apa-apa Yang pasti, aku memang hanyalah anak dari seorang petani yang kemudian menjadi guru, bagi hidupku Aku ingin seperti Bapak Bapak berasal dari kutambelin, sebuah kampung yang tidak ada di atlas Beliau adalah orang yang punya impian luar biasa untuk hidup Sampai suatu hari memberanikan diri untuk menggapainya Dengan penuh tekad ke pulau jawa tanpa punya siapa-siapa dan apa-apa Berjuang dengan bermodalkan impian! Bapak kuliah di 2 tempat yang berbeda. Satu di bandung, satu di bogor. IKIP Bandung dan IPB Bogor. Waktu aku dengar hal ini, agak-agak mustahil--dan untuk apa??? Tapi ketika aku tanyakan hal ini, dia bilang "Bapak ini ambisius!" Aku sempat menelan ludah ketika mendengarn

Selamat Tinggal, Anak Muda !

Ugh, sebenernya aku tidak terlalu suka berada di tempat yang asing. Tipe melankolisku biasanya langsung menguak keluar, dan menjadikan topeng buat mukaku yang enggan untuk bertemu orang-orang baru. Walau, sampai saat ini, sudah cukup banyak perubahan untuk hal itu, namun selalu saja membawa perasaan tidak menentu. Youngson! Aku baru 3 bulan di tempat ini. Pengalaman yang sebentar, tapi cukup berkesan. Beberapa hal yang nyangkut di otak: *infrastruktur yang bener-bener berantakan, *nge-blank dan harus nyari-nyari sendiri asal usul kabel-kabel yang seliweran kemana-mana, *server yang ngaco, *satu ruangan ama anak design, *bolak-balik lantai 1 sampe 5 (gila cape banget naek tangganya), kadang kalo ada meeting di lt.2, bakal ngosh-ngoshan, *makan es cendol deket gajah mada plaza--enak coy! *hidup dan bekerja sendiri--harus motivasi diri sendiri euy *perjalanan kereta pakuan express, berangkat dari bogor 6.23/6.39, pulang jam 17.21 *tukang ojek langganan di juanda, the man wit

Terbukti sudah !!!

Aku sedang membuktikan lagi Bahwa aku memang punya Tuhan yang tidak pernah gagal Aku sedang menyatakan lagi "Dunia, ini aku yang bodoh sedang bersama Allah yang LUAR BIASA" Aku sedang mengumumkan lagi Kasih Tuhan tidak pernah berhenti sedetik pun dalam hidupku Aku sekarang sedang merasakan Cinta kasih-Nya memberiku kekuatan yang baru... "Yang tiada terpandang bagi dunia, yang tiada berarti bagi dunia... Kau pilih dan Kau kasihi... Yang bodoh dariMu, Tuhan Yang lemah dariMu, Tuhan lebih besar dan kuatnya daripada semua manusia... sungguh berharga, ku di mataMu."

Pergi untuk kembali

Semoga bukan senja yang kulihat Tidak kegelapan yang ingin menguasai Karena waktu tidak sebentar Waktu untuk menunggumu Adanya air hujan ketika panas Menimbulkan pelangi yang tak tertandingi Ajar aku tetap menunggu Menunggu kau pergi untuk kembali Walau aku sedang enggan tertawa Hatiku kecut dan tak berani Tapi aku kembalikan jiwaku pada tempatnya Sehingga damai menjadi milikku Segala penciptaan Membuatku terkagum akan suatu tujuan Melihat bidadari anggun dalam tarian bintang Melawan hasrat untuk menutup mata Aku bisa tetap tersenyum walau enggan Tersenyum untuk kembali melihat dirimu Waktunya memang sudah ada Menunggu bintang dan matahari bersinar bersamaan Sampai engkau kembali ke sini Aku akan tanyakan tentang jiwa Jiwa yang mencinta Jiwa yang sebenarnya milikku, dan kutitipkan kepadamu Akankah hari itu tiba? Melihat engkau pergi, dan kemudian kembali? Aku tersenyum dalam keindahan bidadari Yang sedang pergi dan pasti kembali...

A Trip with LalaVivi

Perjalanan kemarin kalau diceritakan mungkin terlalu panjang. Itu dikarenakan mungkin aku terlalu menikmati semua hal yang terjadi. Hahahaha... Dimulai dari sore-sore, tiba-tiba temen kantor masuk ruangan aku, dan bilang kalo ada kereta tabrakan di pasar minggu. aku yang sok cool menjawab dengan seadanya, tanpa harus panik. Aku cuma berujar bisa lah nanti nyambung-nyambung, yang penting kan sampe rumah. Aku memang ga terlalu peduli jam berapa harus nyampe, walau memang ada proyek bikin undangan untuk adek aku yang merit. Dan waktupun berjalan, teng! Jam lima! Aku bergegas merapihkan barang-barang. Aku langsung ada planning, mo naek transjakarta(busway) sampe benhil, dari situ nongkrong dulu di Pelangi (plaza semanggi), baru nyambung bus ke uki, dan baru ke bogor. Tanpa disangka-sangka cuaca di tengah jalan tiba-tiba berubah jadi mendung, kemudian...WAAA, ujan gede banget!. Still trying to be cool, and pretend everything is ok. Tapi memang everything is ok kok. Hehehe, aku bawa pa