Skip to main content

Kayu itu terlalu rapuh! (dalam suatu ketidakpastian)

Hebatnya diriku ingin membuat sebuah perahu
Tanpa basa basi ku temui satu persatu kayu itu
Aku teriak kepada mereka:
"Siapa yang ingin menjadi perahu?"Sia-sia teriakku

Akhirnya asa mencari asa
Malam kukelami tanpa waktuSiang tak terlihat lagi panasnya
Berhenti aku sejenak untuk merenung
Mungkin aku terlalu sombong dengan rancanganku
Mungkin perahuku terlalu bagus untuk dinaiki nantinya

Aku mulai gentar
Karena sudah cukup lama aku terdampar
Pulau yang tak bernama membenamkan aku
Dalam sebuah kesendirian yang tak kasat mata

Tak mungkin aku undur
"Mundur selangkah saja", ujar hatiku
Grrr...jangan buat aku marah
Namun hatiku membuatku merenung lagi, menerawang lagi

Ada baiknya juga aku lama ada di sini, pikirku
Aku bisa belajar untuk menghargai kayu
Bahwa mereka bukan hidup hanya untuk ditebang
Tapi untuk diajak bicara dan diperlakukan layak

Hari berikutnya aku mencoba untuk berbicara
Bahasanya sulit sekali, terbata-bata aku mengucapkannya
Namun aku tidak berhenti
Aku mulai fasih untuk bisa cukup dekat dengan kayu-kayu itu

Mereka mulai tertawa, tersenyum, kadang juga marah
Ah, cerita-ceritaku ternyata mereka dengarkan juga
Jarang aku didengarkan oleh orang lain
Tanpa harus aku teriak dan berkata kasar

Suatu hari, aku melihat satu kayu yang paling jelek dari semuanya
Cabangnya sedikit, warnanya sudah kusam, terlihat rapuh sekali...
Kudekati dia, dan kuajak bicara
Kucoba dengan lelucon yang biasanya membuat orang tertawa

Hey, dia mulai tersenyum...giginya terlihat putih sekali
Lesung pipinya mengisyaratkan keceriaan terpendam
Kupegang kayu itu, wah...ternyata kokoh sekali
Penglihatanku selama ini salah kalau begitu

Besoknya aku semakin jelas melihat dirinya memang berbeda
Dibanding dengan kayu yang lain, dia sungguh-sungguh istimewa
Entah mataku yang mulai berubah atau hatiku yang tertawan
Namun, sungguh kayu itu ingin kumiliki

Suatu saat aku akan berlayar mengarungi lautan dengan dirinya...

Comments

Popular posts from this blog

Mesin Cuci Baru Samsung Bikin Listrik nge-Jepret

Beberapa waktu yang lalu saya beli mesin cuci baru di Hartono Elektronik. Merk Samsung, Front Loading, seri: WW85H5400EW.
Saat barang sampai, saya langsung coba pasang sendiri. Karena begitu lihat instruksinya sederhana, hanya melepas 4 baut yang mengunci saja, dan sudah langsung bisa digunakan. 
Masalahnya adalah: Listrik saya dayanya 1300 watt. Saat saya coba mencuci pakaian, saya nyalakan dan pilih mode mencucinya, berjalan lancar. Saya langsung pencet START. Mesin cuci pun mulai mengisi air dari air pam di rumah saya. Saat selesai mengisi air, listrik rumah langsung "nge-jepret". Saya naikkin lagi mcb-nya, dan mesin cuci start lagi. Jepret lagi. Sampai beberapa kali saya naikkin, baru mesin cuci bisa berjalan lancar. 
Keanehan ini pun saya analisa dan ujicoba: Pompa air: saya akhirnya pakai jalur air yang tidak menggunakan pompa air (langsung dari pam), untuk mengurangi konsumsi listrik. Tapi listrik tetap turun. AC: saya matikan ac dan lampu untuk mengurangi konsumsi list…

Pilih kulkas SHARP!

Minggu kemarin kami membeli kulkas baru. Prosesnya agak sedikit lucu, karena sebelumnya kita pergi ke electronic city di Botani Square untuk melihat-lihat saja. Setelah hampir 1 jam ngobrol2 dengan salesnya kita memutuskan beberapa merk dan tipenya yang menjadi pilihan. Ada 2 merk yang kita pilih, yaitu Samsung dan LG. Tipenya kurang lebih 400-450 liter.
Tapi entah kenapa saat itu kita lupa membawa kartu atm bni untuk melakukan debit pembayaran. Sementara bonus dari kantorpun belum turun, jadi dana di kartu atm mandiri masih kosong. Terpaksalah kita pulang dengan tangan hampa, terlebih barangpun memang indent kalau kita jadi pembelian. Kita sangat tertarik dengan diskon yang hampir 30% diadakan di toko itu, dan terakhir katanya hari itu pula.

Setelah pulang, kita sepakat jalan-jalan ke BellaNova, sekalian cari perbandingan kulkas yang lain disana. Kalau misalnya memang tidak ada yang cocok, kita akan balik lagi ke electronic city untuk menjadikan pembeliannya. Sampai disana benar sa…

Ucapan Syukur Rumah sudah selesai renovasi

Dan 1 hari setelah acara ucapan syukur Mamah jadi Prof di bale binarum, dilanjut dengan ucapan syukur rumah kami yang sudah selesai di renovasi.
Kebetulan keluarga masih banyak yang belum pulang, jadi bisa ikut hadir di acara ini.







Terima kasih kepada Bapak dan Mamah yang sudah luar biasa support untuk terselesaikannya rumah ini. Terutama Bapak yang sudah menjadi kontraktor karena setiap hari harus bolak balik ke cimahpar untuk menengok progres rumah, membeli bahan apa yang kurang, membayar gaji tukang.

Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukan hal itu setiap hari selama 7 bulan. Apalagi menghadapi anak seperti aku yang "banyak maunya" dan sedikit-sedikit komplain, tapi untuk itu semua Bapak tidak pernah marah atau bersitegang denganku. Semua permintaanku diiyakan atau diminta dipikirkan lagi. Bahkan untuk hal-hal yang tidak aku pikirkan tapi ternyata sangat essensial, justru Bapak mendorong untuk direalisasikan. Terima kasih Bapak, semangatmu untuk menyenangkan anak akan sel…