Skip to main content

Posts

Arshi Demam dan Kejang

 Untuk pertama kalinya mengalami anak kejang. Rasanya panik dan cemas.  Pagi itu 9 Oktober 2020, istriku pergi ke tempat kerja.  Aku WFH di ruang kerja.  Kudengar sayup-sayup Arshi, anakku yang nomor 3 tidak mau sarapan.  Umurnya 2 tahun dan sedang aktif-aktifnya.  Akhirnya bibi yang mengasuh kudengar menawarkan berenang sambil disuapin makan.  Anakku itu terdengar langsung menuntun untuk berenang.  Berenangnya di kolam karet ukuran 3mx1.5m di garasi rumah.  Jam 11 an, anakku nomor 2, Reigo, bilang ke saya bahwa Arshi hangat.  Kucek badannya memang hangat. Dipaksa makan, tetap tidak mau.  Kutanya apakah tadi sarapan sudah ada yang masuk makanan, jawabnya bibi yang mengasuh belum ada masuk makanan.  Kuinfo istriku, dia pun sudah bersiap pulang dari sekolah.  Dipaksa makan tetap tidak mau. Belum terpikir untuk diberikan obat.  Saat istriku sampai, dipaksa masuk makanan masih belum mau juga.  Dipaksa minum obat penurun panas, Tempra drops. Tapi dikeluarkan lagi.  Akhirnya anakku muntah, s
Recent posts

SIRA.GBKP

Tanggal 13 Juni 2020 secara resmi terbentuk komunitas pecinta musik gereja atau yang disingkat SIRA.GBKP. Kehadiran SIRA.GBKP ini diharapkan dapat menjadi sebuah wadah kumpul produktif nya para pecinta musik gereja untuk terus menerus diperbaharui dan memperbaharui musik gereja.  Ditilik dari sejarahnya, SIRA.GBKP founders sebenarnya berangkat dari group pengrajin musik gbkp, sebuah WAG yang dibentuk dengan banyak cerita beragam di dalamnya. Kemudian beberapa personil di dalamnya (Julbintor Kembaren, Esra Pospos, Makarios Karosekali, Kazpabeni Ginting, Julianus Liembeng, Imannuel Kembaren) pada tanggal 13 Juni 2020 sepakat untuk mengadakan webinar perdana via Zoom dengan mengangkat tema MEMBANGUN PADUAN SUARA GEREJA, dengan narasumber Makarios Karosekali, dan moderator Julbintor Kembaren.  Acara ini awalnya adalah sebuah acara spontatinas didasari kerinduan untuk mengangkat tema-tema yang menarik untuk dibagikan ke gereja-gereja, tentunya juga berkaitan dengan covid-19 yang mengharuska

Juara 3 Lomba Cipta Lagu Moria 2020

Puji Tuhan.  Tanggal 9 Maret diumumkan di kantor Moria Moderamen Kabanjahe,  lagu ciptaanku "Meriah Ukur" mendapatkan nominasi juara 3  di Lomba Cipta Lagu Senam Ceria Moria GBKP 2020. Semoga lagunya bisa menjadi berkat buat banyak orang. Terima kasih buat Pdt.  Joe Charis Ginting  dan Nora yang sudah mewakili penerimaan hadiahnya di kantor moderamen GBKP kabanjahe  🤗 Juga buat Pdt  Suenita Sinulingga  yang sudah dengan baik hati membantu dan berkomunikasi. Dan tak lupa bang  Indra Barus  yang sudah memberi info, dan  Hery Kemit  yg sudah bantu aransemen. Terakhir buat istri tercinta  Chicha Wisina Barus  yang sudah rela begadang untuk recording. I love u  🥰 Hadiahnya ada uang tunai 1 juta, dibagi dua pencipta lagu dan pengambil hadiah. Hehehe, soalnya tidak bisa datang ke lokasi karena jauh ke kantor Moderamen di kabanjahe. Lirik lagunya diambil dari kitab amsal yang berkata "Hati yang gembira adalah obat, seperti obat hati yang sen

ANAK MUDA YANG VISIONER

ANAK MUDA YANG VISIONER Oleh: Dr. Julbintor Kembaren, SKom, MM (dimuat dalam Majalah Katanta Ras edisi November 2019) Anak muda saat ini memiliki tantangan besar, era Industry 4.0 mendorong semua proses terotomatisasi secara digital dan terhubung dengan internet. Mobile apps atau aplikasi mobile berkejar-kejaran dibuat dalam memenuhi kebutuhan manusia. Di tahun 2019, ada lebih dari 2 juta apps di Google Play dan Apple Store, hampir semua kegiatan bisa dibuat dalam aplikasi mobile. Contohnya Gojek dan Grab (aplikasi mobile untuk transportasi) atau  Mobile Legend dan PUBG (aplikasi game online) yang sangat populer saat ini. Respon terhadap dunia digital sangat beragam. Contohnya dalam game dan social media. Banyak anak muda berbakat dalam game online menjadikannya sebagai tempat mengasah keterampilan dengan mengikuti kejuaraan, menjadi Youtuber, sehingga dapat menghasilkan uang. Contoh salah satu yang berhasil adalah Tobias Justin atau biasa disebut JessNoLimit. Menurut In

Dosen S2

Di tahun 2020 ini kembali menjadi dosen.  Kali ini kesempatan mengajarnya di S2 Master of Management in Technology (MMT) di UMN. Masih dosen non-permanen, karena belum mendaftarkan homebase. Tahun lalu sebenarnya sudah diajak ikut mengajar. Sempat interview dengan pak Dekan dan jajarannya di kampus gading serpong. Saat itu kelas S2 MMT baru saja akan dibuka. Namun saat itu saya pun masih ragu karena jarang dari kantor ke gading serpong sangat jauh. Lebih lagi dari pihak kampus pun membutuhkan yang memang benar-benar available. Jadi tidak jadi lah saat itu. Di awal tahun dapat kabar bahwa kelas S2 MMT di UMN ini dibuka di palmerah. Lokasinya di Kompas Building. Wah, lokasinya bisa ditempuh sekitar 30 menit dari kantor yang sekarang. Akhirnya aku beranikan untuk menerima tawaran. Pertama kalinya aku kembali mengajar, setelah waktu dulu mengajar di S1 Binus. Sekarang pun masih terdaftar di Binus, hanya saja karena sabtu tidak memungkinkan untuk bolak balik bogor-jaka

Jalan-jalan ke Semarang dan Yogya

Tahun baruan 2019 - 2020 kita jalan-jalan ke Yogya. Perjalanan kali ini tidak lewat udara, tapi darat. Total 3 mobil yang konvoi. Bogor menuju Semarang, menginap 3 hari di hotel Gumaya. Kemudian dari situ menuju Yogya, menginap 4 hari di hotel Royal Ambarrukmo. Keberangkatan Kita jalan tidak beriringan, tapi kita janjian berhenti di rest area kilometer tertentu. Supaya lebih hemat waktu dan lebih enak juga perjalanannya. Mobil paling cepat Honda CR-V, itu keluarga Erik dkk. Mobil kedua paling cepat Mitsubishi Expander, itu keluarga Bang Ago dkk. Mobil kami yang paling terakhir selalu sampai di rest area, Mitsubishi Outlander. Tapi perjalanan cukup aman. Dari bogor menuju semarang, kita melewati jalan tol layang. Kemudian lanjut ke tol cipali. Dan keluar tol langsung sampai di semarang. Semarang Di semarang kami menginap di hotel Gumaya. Hotel bintang 5. Tempat menginapnya enak. Sayangnya tempat makannya sedang direnovasi. Jadi karena penuh tempatnya, kami terpaksa

Voofhea Juara 2 Lomba Bernyanyi di Budi Mulia

Bulan November 2019, Fhea diminta mengikuti lomba menyanyi untuk kelas SD di Budi Mulia, mewakili sekolahnya Regina Pacis Bogor. Persiapannya cukup intens. Seperti biasa, kakak paling tua ini memang penuh persiapan kalau mengikuti sesuatu. Hampir setiap hari dihabiskan dengan berlatih dan berlatih. Yang kali ini sepertinya kakak cukup percaya diri untuk mengikuti lomba. Sedikit berbeda dengan saat mengikuti lomba mewarnai, saat sudah ada peserta yang peserta les osella, biasanya kakak mulai gentar. Ya, yang kali ini pun sebenarnya ada seperti itu, contohnya dia punya teman bernyanyi yang pernah duet, yang juga ikut. Tapi tidak terlalu kental kompetisinya, lebih kepada teman bareng dan sama-sama mengikuti lomba. Kami sekeluarga mengantar, termasuk Arshi juga. Situasi sound system memang tidak pernah bisa diprediksi. Saat itu penyanyi-penyanyi awalnya pun banyak yang mengalami masalah. Banyak yang temponya lari. Aku pun berbisik kepada Fhea, upayakan nanti saat bernyanyi be

Belajar recording music video

"Sahabat Setia (Naura), cover by Chicha & Voofhea", ini hasil recording music video pertamaku. Cover lagu ini dikerjakan saat weekend tentunya. Karena mungkin hari lain anak-anak maupun orang tua sudah sibuk dengan pekerjaan, PR, les, dll. Saat cover lagu ini, sebelumnya aku dan istriku recording lagu "Romansa Masa Lalu"nya Glenn, tapi agak ragu-ragu untuk direlease hahaha (soalnya jelek). Lagu kedua ini awalnya tidak direncanakan. Jadi sebelum recording, berlatih dulu deh. Awalnya Mama yang bermain gitar. Namun sepertinya kok agak canggung dan kurang konsentrasi, akhirnya aku gantikan bermain gitar tapi tidak masuk ke dalam layar. Persiapannya memang cukup lumayan, karena ini mungkin cover pertama menggunakan lighting beneran, dan live recording juga. Beberapa peralatan yang aku siapkan untuk recording video yang cukup ok dengan suara jernih dan cahaya yang ok sebagai berikut. 1. Lighting. Lighting yang digunakan ada 2 lampu. Satu lampu naked per