Bekel Taro

by - October 13, 2017

Jalan Kaki Pertama

Salah satu resolusi saat buka tutup tahun kebanyakan orang adalah menjaga kesehatan. Bilangnya gampang, ngejalaninnya susah minta ampun.

Setelah berulang-ulang merencanakan jalan pagi keliling kebun raya, akhirnya terjadilah hari itu.

Di hari sabtu pagi, kita ber empat memaksakan diri untuk memasang sepatu olah raga, memakai baju olah raga, parkir mobil di dekat rumah bapak, dan mulai berjalan kaki menuju kebun raya.

Rute perjalanan adalah mulai dari all fresh atau siloam hospital (dulunya internusa), ke arah kiri menuju tugu kujang - pasar bogor - btm - regina pacis - sempur dan sampai lagi ke titik start. Kita berencana setelah jalan pagi akan sarapan di bubur ayam langganan kita yaitu kabita.

Awalnya anak-anak semangat. Fhea Reigo bahkan mengambil ancang-ancang berlari kencang. Mereka senang dan gembira. Terlebih keliling kebun raya di hari sabtu tak dilakukan sendiri, ratusan orang juga melakukan hal yang sama. Tentunya atmosfernya menjadi menular untuk terus semangat berjalan kaki.

Melewati tugu kujang anak-anak masih semangat. Terlebih jalan agak menurun tidak menyulitkan buat mereka. Dan menuju pasar bogor terjadi sebuah pemberontakan. Karena jalan agak menanjak, membutuhkan perjuangan untuk bisa sampai di pasar bogor. Sedikit lagi tiba di puncak pasar bogor, Fhea Reigo mulai menunjukkan wajah cemberut. Mereka tidak lagi happy, tapi sudah kesal dan mungkin merasa tidak ada gunanya. Hahaha, aku dan istri serba salah. Memaksakan mereka pun tidak baik karena ini pengalaman baru kali pertama buat mereka berjalan kaki menyusuri kebun raya.

Kita duduk sebentar menanti apakah ada perubahan sikap dari keduanya. Terlebih Reigo yang sudah berdiri memisahkan diri, menjauh, menyender di tembok, dan memasang wajah kesal dan meminta pulang.

Akhirnya kami memutuskan untuk pulang balik arah. Menuju bubur kabita di pintu gerbang ipb. Sayangnya sampai di situ bubur ayam tutup. Akhirnya kita terus berjalan menuju malabar tempat parkir mobil. Disitu kita makan di bubur ayam sepupunya kabita. Rasanya mirip banget dan enak juga.


Bekel Taro


Kira-kira hampir sebulan setelahnya, saat saudara datang dari siantar, ada bapak dan bibi, kami merencanakan untuk jalan pagi lagi. Setelah jalan pagi rencana langsung menuju kolam renang lakeside.

Sesaat setelah yang lain sudah turun, aku sendirian di dalam mobil melihat kebetulan di mobil ada sisa 1 bungkus taro sisa promo beli 2 gratis 1 di indomaret. Aku taruh taro di tempat tupperware kecil, dan aku masukkan di tas kecil. Aku berpikir bekel taro ini bisa jadi jurus rahasia. Dan mulailah perjalanan jalan pagi.

Tepat seperti dugaanku, hampir persis seperti kejadian sebelumnya, setelah melewati tugu dan jalan mulai menanjak, Reigo mulai mengeluarkan wajah lelahnya. Dia persis berjalan di samping aku, sementara kakaknya Fhea berjalan bersama karo-nya di depan. Reigo mulai protes dan meminta pulang.

Dan aku keluarkan lah jurus rahasia yang sudah dipersiapkan sebelumnya, yaitu bekel taro. Aku keluarkan dan tunjukkan ke Reigo. Kubilang "boleh diambil bensin 1 biji, sampai 50 langkah boleh minta lagi". Wajahnya langsung berubah, diambilnya taro satu keping, dimakan, dan langkahnya pun tidak lagi malas-malasan.

Reigo juga dengan semangat memberi tahu kakaknya bahwa Papa punya sesuatu. Kakaknya langsung ikut mengambil bekel taro juga, namun langsung banyak. Reigo protes dan bilang hanya boleh ambil satu untuk 50 langkah. Akhirnya kakanya mau ikutin aturan mainnya.

Tak disangka, dengan bekel taro, anak-anak tetap semangat melewati btm - regina pacis. Namun sampai regina pacis tidak dapat ditahan mereka kelaparan dan kelelahan. Kita mau sarapan di Sahabat tapi ternyata tutup. Menuju ke yung bangka, juga tutup. Akhirnya kita beranikan diri ke bogor permai. Walau aku pernah makan disitu dan tidak terlalu cocok seleranya, tapi ya sudah lah.

Selesai makan, anak-anak dan bulang dan karonya naik angkot menuju all fresh. Sementara aku dan istri serta bi tengah tetap jalan kaki.

Ternyata dengan bekel taro bisa memberikan dampak yang luar biasa terhadap jalan pagi hari ini.


Foto: Lari Pagi Pertama








Foto: Bekel Taro





You May Also Like

0 comment