Lulus Sidang Tertutup

by - June 19, 2017

Puji Tuhan.

Sidang tertutup akhirnya bisa lulus.

Malam sebelumnya mencoba mempersiapkan, membaca semua halaman disertasi, perbaikan di presentasi, sambil mengarang cerita untuk hal-hal yang akan dijelaskan.

Besok paginya Bapak dan Mamak sudah menelpon jam 5.30 pagi mengucapkan Tuhan memberkati untuk sidang tertutup. Saat teduh bersama istri tercinta, bernyanyi "Engkau gembala yang baik".

Perjalanan ke JWC relatif lancar, sampai di kampus jam 7.30. Aku istirahat sebentar baru kemudian menuju lantai 200. Memasang dasi dan jas, kemudian memasuki ruangan.

Di ruangan sudah ada mas tomi yang sudah mempersiapkan tempat dan bahan. Aku cek tampilan presentasi, sudah ok.

Tepat jam 9.35 sidang tertutup dimulai. Prof Edi, Pak Haryono, dan Pak Suroto sebagai dewan penguji. Sementara Prof Harjanto, Ibu Dyah, dan Pak Ford sebagai tim promotor.

Aku diberi waktu 20 menit untuk presentasi, dan kesalahanku membaca semua tulisan yang ada di presentasi. Sampai akhirnya 20 menit presentasiku distop dan lanjut kepada pertanyaan. Aduuh!

Pertanyaan dikategorikan pertanyaan sulit semua, karena mulai dari esensi penelitian, hasil penelitian, pembahasan penelitian, sampai kepada masalah statistik dan lambang-lambang statistik. Hal ini membuat lutut lemas dan otak keram. Aku mencoba menjawab dengan serius dan logis, walau sempat keluar kata "mungkin", "kali", yang membuat tim penguji dan tim promotor tidak terlalu suka.

Sesi pertanyaan tim penguji 2 lap, sehingga lama-lama mata ini mulai nanar menjawab satu persatu. Bahkan ada beberapa pertanyaan yang sepertinya terlewat untuk aku jawab, terlebih jika pertanyaannya sangat teoritis.

Sesekali saat menjawab dan mendengarkan pertanyaan lanjutan dari tim penguji, aku melayangkan pandangan ke tim promotor, aku melihat Prof Har menatapku dengan pandangan datar seakan kurang puas dengan jawabanku, melihat ke Pak Ford hampir beliau tidak mau menatap aku, Bu Dyah pun tetap cuek. Mereka para tim promotor seakan melemparkan aku ke udara, dilepas tanpa pegangan apa-apa.

Sampai kemudian saat sesi penguji selesai, dan masuk ke tim promotor. Aku melihat tim promotor membantu aku untuk menjelaskan satu per satu pertanyaan yang tadi dilayangkan ke aku, yang mungkin tadi ku jawab dengan agak kurang jelas, agar diperjelas lagi. Tim promotor sangat menolong dalam memberikan arahan untuk point-point yang perlu aku perbaiki dan menjelaskan sekaligus juga ke tim penguji mengenai beberapa hal krusial. Kini aku semakin sadar yang namanya "standing on the shoulder of giants", bahwa ternyata tim promotor lah yang menjagai aku selama ini. Bahkan, tim penguji pun adalah tim yang menjagai aku supaya risetku bisa benar dan baik adanya.

Sampai akhir sidang, aku diminta keluar untuk tim mendiskusikan keputusan sidang. Aku keluar sekitar 10 menit. Di luar kebetulan ada kelas doktor angkatan 2016 (aku diangkatan 2015), memberi aku selamat. Aku bilang bahwa keputusan lulus atau tidaknya masih sedang didiskusikan di dalam. Aku tidak berani bilang bahwa aku lulus.

Tibalah aku dipanggil ke dalam ruangan lagi. Aku diminta berdiri di tengah, dan kemudian keputusn dibacakan bawah aku lulus sidang tertutup, dan diminta melanjutkan sidang terbuka paling cepat 1 bulan dari sekarang, dan paling lambat 2 bulan. Nilai tidak dibacakan dan masih dirahasiakan.

Aku langsung bilang "terima kasih bapak ibu...".
Palu diketok. Aku salami semua tim promotor dan tim penguji. Tatapan mata mereka menyiratkan tidak sepenuhnya puas dengan penelitianku, tapi mereka memberi semangat. Bahkan Prof Edi berbisik bahwa hasil nilai sidang tertutupnya bagus. Pak Haryono bilang bahwa aku harus mulai kerja lagi untuk memperbaiki disertasi sebagai persiapan sidang terbuka.

Sampai keluar ruangan, istriku fhea reigo, dan keluarga adikku erik bella timo callysta menyambut di kampus. Mereka memberi selamat dan tertawa bahagia untuk kelulusan sidang tertutupku. Puji Tuhan, semua berjalan baik.

Semoga nanti sidang terbuka bisa dipersiapkan dan dihadapi dengan baik juga.

Ya Tuhan. 
Engkau gembala yang baik...
Kau menuntun hidupku. 
Kau bawaku ke air tenang.
Menyegarkan jiwaku. 

Sekalipun ku berjalan
dalam lembah kekelaman. 
Tak akan gentar kumelangkah
S'bab Engkau besertaku. 





























You May Also Like

0 comment