Sahabat di MHS

by - October 13, 2016

Tak terasa sudah hampir 3 bulan aku meninggalkan MHS.

Bekerja di sana meninggalkan banyak cerita, terutama para sahabat yang sangat dekat.
Dimana kita hampir selalu makan siang bersama, berbagi cerita, mulai dari cerita gosip, keluarga, sampai masalah pribadi. Karena semua diceritakan, sehingga seringkali kami telat selesai makan siang. Hahaha.
Baiklah, ini potongan-potongan kesan yang aku miliki untuk setiap sahabat di MHS.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Andri Muliawan
Seumuran, punya banyak kesamaan. Andrai (biasa dipanggil) orangnya lugas, tegas, dan praktis. Tidak mau merepotkan orang lain, justru sering membantu orang lain. Tapi dengan kepribadian seperti ini, memang dia menuntut juga orang lain untuk tidak merepotkan dia atau mengganggu ranah pribadinya. Kalau itu sampai terjadi, dia akan sangat tersinggung dan mudah tersulut emosi.
Orang aceh, tapi bisa ngomong jawa, kalimantan, aksen batak dan sunda. Sunda? Ya memang agak jarang sih yang ini, tapi karena dia kuliah di IPB harusnya (mah) tau lah. Andri juga tipikal orang yang easy going, santai menanggapi sesuatu, tapi detil dan teliti menggarapnya dari banyak sudut pandang.

Kenangan bersama dia yang paling aku ingat adalah saat berlibur ke bangkok. Saat itu kami tidur sekamar berdua, satu tempat tidur. Menjelang tidur, kita nyari-nyari siaran tv yang bagus, akhirnya nemu lah film yang baru mulai, agak horor tapi aneh karena berkaitan dengan zombie, ya bisa sedikit menghibur lah kupikir. Aku bertanya bagaimana kalau film ini, dia bilang oke lah. Akhirnya kita berdua nonton ini. Aku seru komentar ini itu tentang film ini. Di tengah film, dia mengusulkan untuk mematikan lampu. Aku pikir ok lah supaya filmnya tambah seru. Aku masih asik menyimak film sambil terus komentar, tiba-tiba aku mendengar suara dengkuran. Asem! Gw ditinggal tidur. Grrr...

Bersama Andri, aku mendapat banyak usulan tentang hal-hal praktis. Hal simpel seperti memilih beli kaos baju dalam yang bertangan supaya kalau ketiak dioles deodoran tidak menempel di baju luar, semir sepatu yang bagus dan tidak merusak kulit sepatu, sampai belanja di wood dan uniqlo yang relatif lebih murah dengan kualitas yang cukup bagus. Ya, cukup bermanfaat lah bersahabat dengan dia.

Kita punya hobi musik yang mirip, seperti raisa, tulus, dan lagu-lagu yang sering kita sharing. Kesamaan ini membuat kadang kalau kita karaoke bersama, kita jadi sering duet dan orang lain tidak kebagian nyanyi. Wakakakaka....

Aku sudah cukup kenal dengan keluarganya, walau belum pernah ke rumahnya. Istrinya yang usaha sendiri, anaknya yang suka makan ayam goreng, sampai adek kelasnya di angkatan dan jurusan yang sama dengan dia yang ternyata adalah adikku sendiri.

Senang bersahabat dengan Andri!


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Zany Susanto 
Pak Zany biasa dipanggil mpak njan. Humoris melankolis. Sangat nyambung ngobrol dengan pak zany, apalagi kalau sedang timpal-timpalan kata-kata, dari yang nyambung sampai yang di luar konteks. Pak zany tidak pernah sungkan membicarakan hal yang sering dianggap tabu oleh orang lain, seperti membeli barang yang mahal kalau mampu, membeli mobil baru yang dianggap bagus. Dari dia saya belajar tentang kejujuran hidup, bahwa hidup ya apa adanya, kalau mampu ya bilang mampu, kalau tidak mampu ya jangan dimampu-mampukan. Dari dia juga saya belajar tentang tidak perlu mengukur kekayaan seseorang, mind your own business. Karena ketika kita sudah menjengkalin orang lain, kita tidak lebih dari seseorang yang merasa selalu lebih hebat dari orang lain.

Pak zany sorang yang sangat mudah berelasi. Jadi tidak heran kalau suatu saat bertemu dengan lingkungan yang baru, pak zany menjadi sosok pencetus pemecah kebisingan. Yang lucu kalau meeting sering mengeluarkan suara-suara seperti lebah, sampai semua peserta rapat bingung ini suara dari mana. Atau kalau bersin keras sekali, bersin di lantai 4 kedengeran sampai lantai 1.

Saat merenovasi rumah, pak zany juga orang yang tepat untuk diajak diskusi. Walau dia sempat tersinggung saat dilewatkan untuk berdiskusi beberapa hal, tapi overall beliau punya banyak ide dan saran yang sering jarang ditemukan di buku-buku arsitek sekalipun.

Pak zany adalah endorser sejati. Membeli mobil jazz pun sedikit banyak karena endorse dari dia, yang sekarang pun outlander sport karena suatu waktu dia menelpon dan langsung dengan lugas bilang "jadi begini, kalo gw jadi elu, gw akan pilih outlandar sport". Dari beliau, aku juga belajar untuk bisa meyakinkan orang lain akan pendapat kita. Tegas dan lugas di awal, ditambah aksesoris di belakang. Pak zany hampir selalu membeli barang-barang yang terbaru, yang baru release. Karena punya kebiasaan seperti itu, ya banyak barang-barang dia juga yang dijual untuk membeli itu. Kalau mampu, kenapa tidak boleh? Itu selalu ungkapan kejujuran hidup dia.

Pak zany model orang yang pekerja keras dan smart. Dia bisa jadi terlihat seperti orang yang santai, tapi semua urusan bisa selesai. Dengan keluarga pak zany seperti Bubu, kak Ethel, bahkan sampai pembeti-pembetinya seperti Lastri, sudah lekat dengan pendengaran, karena seringnya kita berbagi cerita saat makan siang. Kebetulan juga jika kak Ethel sudah beranjak lebih dewasa, banyak warisan seperti baju dan sepatu ke anakku Fhea, Fhea pun happy banget menerimanya. Walau pak zany selalu mengawali dengan bertanya, tidak apa-apa kan? Untuk menjaga jangan sampai merendahkan orang lain.

Senang bersahabat dengan Pak Zany.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Aditya Koko
Brok. Demikian dia biasa dipanggil. Hemat tapi boros. Brondonk adalah sosok yang piawai dalam mencari hal-hal yang extraordinary yang mungkin kita belum temukan sebelumnya. Kemudian dengan cepatnya dia bisa mengusulkan hal-hal tersebut untuk kita beli atau miliki. Seperti vacuum cleaner colok ke aki mobil, kamera 7d, kamera 5d, kamera xe2 dipilih yang black jangan yang silver karena silver ngeletek, sampai urusan beli sepatu, baju, tas, semua-muanya. Jam tangan g-shock pun aku beli bareng dengan dia yang memang "menjerumuskan" aku saat itu di melawai.

Adit adalah tipe orang analis marketing sejati. Ketika dia memilih membeli sesuatu, itu pastinya adalah hasil dari sebuah perjalanan research yang lama. Dia jarang tergoyahkan jika sudah mantap akan sebuah opini.

Tipe pekerja yang cepat menyelesaikan sesuatu, setelah itu bisa menghabiskan waktu untuk bersantai dan browsing. No problem karena pekerjaan dia sudah selesai.

Dia mungkin salah satu orang yang saya kenal yang tidak mau mengerjakan sesuatu yang diluar kapasitas dia, entah itu kapasitas skill ataupun kapasitas bayaran. Hahaha. Ya, karena dia orang finance, jadi dia sangat perhitungan akan semua hal. Ambil contoh makan siang. Aku sangat sering makan siang bersama dengan dia di bakmi GM semenjak jika belanja pakai tcash promo 10%. Dia akan bilang, asik makan di bakmi GM, seharga bakmi pinggiran jalan. Atau jika makan siang dia sering memisahkan diri di kantin bawah PIM, ya walau aku sering juga bareng bersama dia makan ayam goreng sambel gila dan bakwan.

Dia tipe orang yang avonturir. Suka berpetualang ke banyak daerah. Aku punya kenangan saat bersama dia jalan-jalan ke belitong untuk trip photographers bersama mumang. Kita tidur satu kamar, orangnya sangat rapih, merawat barang-barangnya dengan teliti dan konsisten. Walau saat makan ikan dengan es jeruk, es jerukku tak sengaja ditumpahkan oleh dia mengenai ikan, dia langsung bilang "untung bukan es jeruk gw...". Kadang-kadang kelucuan seperti ini menunjukkan dia memang sering egois. Hahahaha....

Dengan keluarga Adit aku cukup kenal dekat. Dengan istrinya, anaknya eona dan anna. Bahkan saat lahiran anna aku ke rumah sakit menjenguk. Dia suami yang menyayangi keluarga, orang tua, dan juga barang-barang mahal. Handphonenya hampir selalu yang baru, walau saat menabung dia bisa rela tidak makan siang. Tapi dia selalu berhasil mendapatkan apa yang dia cita-citakan.

Senang bersahabat dengan Adit.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mungkin di masa-masa hidup ke depan, tidak akan pernah ada lagi sahabat seperti kalian di kantor. Tapi toh kita masih sahabat, bukan? Terlepas dari satu kantor atau tidak, terlepas kehidupan kita sudah berjauhan dan tak saling bertemu di pagi hari di parkiran.

Seperti kata Tulus:

Tubuh saling bersandar
Ke arah mata angin berbeda
Kau menunggu datangnya malam
Saat kumenanti fajar

Sudah coba berbagai cara
Agar kita tetap bersama
Yang tersisa dari kisah ini
Hanya kau takut kuhilang

Perdebatan apapun menuju kata pisah
Jangan paksakan genggamanmu

Izinkan aku pergi dulu
Yang berubah hanya
Tak lagi kumilikmu
Kau masih bisa melihatku
Kau harus percaya
Kutetap teman baikmu

Sudah coba berbagai cara
Agar kita tetap bersama
Yang tersisa dari kisah ini
Hanya kau takut kuhilang

Perdebatan apapun menuju kata pisah
Jangan paksakan genggamanmu

Yang berubah hanya
Tak lagi kumilikmu
Kau harus percaya
Kutetap teman baikmu

Izinkan aku pergi dulu
Yang berubah hanya
Tak lagi kumilikmu
Kau masih bisa melihatku
Kau harus percaya
Kutetap teman baikmu






You May Also Like

0 comment