Lulus Sidang Proposal! Haleluya!

by - May 27, 2016

Puji Tuhan lulus sidang proposal hari ini!

Aku adalah orang pertama dalam satu angkatan yang maju sidang proposal dan lulus.

Pagi-pagi berangkat, sudah mau antisipasi macet. Tapi rencana berangkat jam 04.30 batal karena bangun kesiangan, akhirnya berangkat jam 5.20.

Niatnya hampir lewat JORR, tapi sewaktu mau belok tiba-tiba lihat GPS dan terlihat ada kecelakaan. Langsung ambil jalur dalam kota. Thanks God, macetnya normal. Pak Andri yang masuk lewat jorr info bahwa macet total di jorr.

Sampai kampus, sarapan di parkiran mobil. Tidak sempat lagi baca-baca presentasi.

Pak Krist teman kelas tiba di kampus juga dan parkir sebelahan, kubuka kaca dan say hi. Dia ingin mengantarkan aku ke sidang, kata beliau, mungkin sambil melihat-lihat disertasi atau konsultasi dengan dosen.

Roti venus sudah dibeli oleh istriku yang baik hati, dalam kotak-kotak, supaya bisa diberikan ke masing-masing dosen. Dibawakan oleh supirnya pak Krist sampai ke ruangan.

Teman-teman yang hadir adalah Pak Prio dan Pak Kurnadi pun sudah hadir. Pak Krist tidak bisa ikut masuk karena mungkin ada kesibukan.

Aku persiapkan laptop dan presentasi, colokan hdmi ke vga. Semua berjalan dengan baik. Fiuh.
Mulai dari jam 09.12.
Ternyata salah satu dosen penguji diganti di last minute karena berhalangan, Pak Bayu Krisnamuthi.
Jadi tim promotor: Prof Har, Bu Dyah, dan Pak Ford, sementara tim penguji: Prof Edi, Pak Haryono, dan Pak Suroto.

Dimulai dengan presentasi, hanya disediakan waktu 15 menit.

Kemudian masuk ke pertanyaan, saran, dan masukan. Cukup banyak, dan cukup kompleks. Benar-benar dibongkar habis proposalku. Kaki ku sampai pegal mendengar, menjawab, dan berargumen mempertahankan proposal disertasiku.

Sesinya kurekam menggunakan handphone, karena pengalamanku saat bimbingan akan sulit sekali mencatat setiap pertanyaan yang ada.

Selesai pertanyaan dan masukan, aku diminta keluar ruangan, karena sidang akan mengambil keputusan lulus atau tidak.

Sekitar 10 menit, aku diminta masuk lagi. Hasilnya PUJI TUHAN....LULUS!!!
Banyak masukan dan perbaikan yang harus dilakukan, secepatnya harus dikerjakan supaya proses pengambilan data dapat segera juga dijalankan.

Aku lega, walau kakiku sudah lemas dan pinggang terasa pegal sekali. Semua terbayar sudah.

Satu pertanyaan Prof yang kuingat: ingin penelitiannya mudah atau susah? Kujawab mudah. Dijawab lagi oleh Prof: kalau mudah, tidak bisa jadi doktor. Nah loh!

Ibu Dyah pun selalu bicara, beliau ingin aku menjadi contoh dan teladan buat angkatan dan semua yang lain, supaya semua bisa bergerak lebih maju.

Thank you Jesus for the giants and the storm that i faced today. It make me stronger than before, it give me a lot of knowledge more than i expected.




You May Also Like

0 comment