Kejadian saat kelas 3 sd

by - May 16, 2016

Kejadian kemarin mengingatkanku pada kejadian saat aku kelas 3 sd.

Saat kelas 3 sd, aku sedang tidak enak badan, perut bergejolak saat sedang asik belajar di kelas. Kemudian terjadilah kejadian yang tidak diinginkan, aku (maaf) pupup di celana.
Sontak saja seluruh isi kelas heboh, dan entah bagaimana malunya aku saat itu.

Yang paling malu lagi adalah abangku, karena kami satu sekolah, dan tentunya guru-guru tahu bahwa dia abangku, dia pun dipanggil oleh guru kelasku, diminta "bertanggung jawab" terhadap kelakukan adiknya.

Aku ingat betul akhirnya abangku membawaku ke kamar mandi di sekolah yang sangat gelap, menakutkan, berlapiskan hanya semen kasar tanpa keramik, pintu dari kayu yang reot, dan disitu aku "diadili" oleh abangku bahwa aku sudah membuat malu diri sendiri dan dia, dia berujar itu sambil menyikat celanaku yang kecipratan. Entah bagaimana kejadiannya saat itu, apakah akhirnya aku memakai celana basah-basah atau dipinjami celana oleh sekolah atau beli baru. Yang pasti peristiwa itu tidak akan pernah kulupakan, karena malunya itu loh!Sampai sekarang, kejadian itupun menjadi bahan ejekan abangku jika bercerita tentangku hehehe.

Nah, kejadian kemarin pun seperti itu. Tenang, bukan aku pupup di celana kok.
Kami pergi ke gereja. Aku kebetulan harus menyiapkan sound system di kebaktian anak sekolah minggu. Sementara istriku sudah berangkat duluan karena bermain musik dari pagi, jam 6 sudah berangkat.
Aku tiba sekitar jam 9 di gereja, langsung aku lepas anak-anakku fhea dan reigo, dan aku sibuk angkat speaker, mixer, dan kabel-kabel, serta setting up sound system di ruangan. Sampai mulai kebaktian aku pun bermain bass bersama tim musik yang lain, sambil mengatur mixer.

Sampai pada suatu ketika, Rani, salah satu guru sekolah minggu maju ke depan menemui aku, dan berbisik, bahwa Reigo pupup di celana. Aku panik, dan segera pergi ke luar. Reigo sudah di kamar mandi dituntun oleh Kak Selfi, Reigo di dalam kamar mandi sementara Kak Selfi di luar kamar mandi. Aku ditanya oleh Kak Selfi apakah membawa celana ganti. Aku lupa bawa. Jreng jreng!

Akhirnya aku tangani Reigo. Aku masuk ke kamar mandi dan memandikannya. Celana panjangnya dan sepatunya tidak dapat dipakai lagi. Istriku pastinya sedang main musik di gereja besar dan tidak bisa juga diganggu. Dan memang aku ingat betul tidak membawa celana ganti untuk anak-anak. Beberapa kali guru sekolah minggu bolak balik mengetuk pintu kamar mandi menanyakan bagaimana kalau celana Reigo dibeli saja di mall dekat gereja. Aku bilang tidak usah, nanti merepotkan.

Saat itu, aku mulai berusaha tidak panik. Aku mulai tersenyum, aku teringat kejadian saat aku kelas 3 sd. Aku memeluk Reigo dan tidak mau menghakiminya. Aku meminta bantuan dia untuk mengambil gayung dan menyiramkan selagi aku menyikat celana dan sepatunya. Dia membantu dengan baik. Sampai sarung diberikan oleh guru sekolah minggu, aku balutkan ke badannya, baju kemejanya masih aman dan tidak ternoda. Setelah bersih, aku bawa dia keluar, mengeringkan sepatunya, memasukkan celananya ke plastik. Aku ajak dia ke ruang kebaktian dia tidak mau. Akhirnya aku menemani dia di ruangan yang lain. Aku tahu dia lebih panik dari aku, aku mencoba paham bahwa dia lebih malu dari aku. Akhirnya aku menemani dia sampai kebaktian selesai.

Menjelang akhir kebaktian, Rani tampak membawa plastik dan menyerahkan ke aku, ternyata dia membelikan celana panjang untuk Reigo. Uangnya ternyata diberikan oleh istriku. Itu lah, seharusnya aku tadi bisa meminta tolong dengan memberikan uangnya. Kupakaikan celananya ke Reigo, muat dan oke.

Kutatap muka Reigo, dia merasa terselamatkan hari itu, aku merasa dia lega, begitupun aku.

Ah, kejadian saat kelas 3 sd benar-benar terulang. Hahaha, terima kasih Tuhan.

You May Also Like

0 comment