Pentas Seni 2016

by - April 27, 2016

Dalam rangka merayakan hari ulang tahun KAKR (sebutan untuk sekolah minggu di gereja saya) ke-126, aku dan teman-teman guru sekolah minggu melaksanakan pentas seni yang berisi perlombaan-perlombaan yang kaitannya dengan seni, seperti mewarnai, menggambar, menyanyi, dan khotbah.



Di luar ekspektasi, ternyata semua pihak antusias untuk mengikuti acara ini. Memang konsepnya dibuat supaya semua anak tak terkecuali, bisa tampil dalam acara pentas seni ini, sehingga diumumkan bahwa setiap anak diwajibkan mengikuti minimal 1 lomba.











 Peserta dibagi beberapa kategori umur, dari umur 3-5 tahun, 6-9 tahun, dan 10-16 tahun. Semua berlomba-lomba mendaftar dan mempersiapkan diri.

Yang seru, anakku juga mengikuti lomba. Fhea dari awal sudah semangat mengikuti lomba mewarnai, dia tidak ingin menggambar karena dinilai lebih sulit. Fhea juga bersama-sama dengan saudara sepupunya Kimi dan Callysta mengikuti lomba bernyanyi group. Sementara Reigo dari awal tidak terlihat terlalu semangat mengikuti lomba, latihan nyanyi pun kebanyakan main-mainnya, apalagi lomba mewarnai juga dia tidak berminat.

Sampai pada hari pelaksanaan, Fhea sih sudah aman, dia penuh persiapan untuk mewarnai dan menyanyi, bahkan dia hampir setiap hari menjelang hari lomba mendoakan perlombaannya. Keinginan dia mengikuti lomba sangat tinggi, daya saingnya tinggi, syukurnya Fhea bisa mengemas ini dengan baik dan tidak terlalu kelihatan ingin menang, sehingga terlihat cool dan tidak ambisius di depan orang lain.
Reigo sebenarnya sudah mau ikut lomba mewarnai, dengan bujukan dan rayuan penambahan point, tapi pada saat lomba, dia tidak mau. Yang dia percaya diri dan mau hanya lomba menyanyi. Jadi kami orang tua mengikuti keinginannya.

Fhea dengan segala upaya dan kepercayaan dirinya dalam mewarnai berhasil meraih juara 1 mewarnai. Group bernyanyinya dapat juara 3. Dia sangat senang sekali, ini berarti menambah 2 piala lagi di rumah dari 9 piala yang sudah diraihnya.

Reigo tanpa disangka-sangka berhasil meraih juara 3 lomba menyanyi. Padahal sebenarnya awal nada lagu dia agak kurang piching karena kurang tinggi. Tapi di bait kedua dia berhasil perbaiki dan cukup baik. Ini piala pertama yang dia raih dalam perlombaan, di depan panggung saat dia menerima piala dia menunjukkan ekspresi seakan dia tidak percaya berhasil mendapatkan piala.

Sepupu mereka pun dapat juara juga, Jesi juara 2 khotbah, Timo juara 3 khotbah. Semua cucu bapak dan mamah mendapatkan piala hari itu.

Melihat anak-anak memiliki keberanian untuk maju ke depan saja sudah merupakan ketakjuban tersendiri, apalagi melihat mereka mendapatkan piala, sebuah peraihan di dalam kehidupan mereka, hasil daya juang mereka, hasil semangat dan upaya mereka sendiri.

Selamat!

You May Also Like

0 comment