3-0

by - March 24, 2016

Bermain catur tadi malam melawan Reigo, anakku laki-laki skornya 3-0 untuk kemenangan aku, Papanya.
Jangan marah dulu, saat skor 1-0, apalagi 2-0, ingin aku "mengalah" dan membiarkan dia menang dan senang. Masa ada orang tua tega membiarkan anaknya sedih merasakan kekalahan.
Tapi memang yang kulakukan tadi malam berbeda, aku membuat kemenangan hat trick yang membuat pertandingan tidak berlanjut. Cuma aku perlu jelaskan, bahwa dalam 3 babak tersebut, langkah "Scholar's Mate" opening yang aku gunakan sama persis, memajukan pion di depan raja, memajukan mentri 2 langkah, dan memajukan gajah 3 langkah, tujuannya untuk memakan pion di depan raja anakku dan skak-mat. Aku tidak merubah skenario kemenanganku.
Tapi yang menarik adalah, dari 0-3 kekalahan yang dialami anakku Reigo adalah waktu pertandingan menjadi lebih lama di setiap pertandingan. Babak pertama 10 detik sudah selesai tanpa perlawanan. Babak kedua hampir 5 menit, dan babak ketiga 10 menit.
Di babak pertama anakku merasakan kesulitan amat sangat, kesal karena 10 detik raja langsung mati. Di babak kedua dia minta tukar sisi dari hitam menjadi putih. Dia berpikir dengan bertukar sisi, kesempatan menang dia lebih tinggi. Barulah di babak ketiga, dia kuajari untuk melindungi pion di depan raja supaya tidak skak-mat.
Skor tidak selalu bisa berbicara tentang hasil, skor tidak bisa bicara tentang proses kemajuan yg sudah dialami.
Memberi kemudahan kepada anak saya, sama saja mengurangi kemampuan dia berpikir dan mengatasi masalah, juga mengurangi kesempatan saya sebagai orang tua untuk membantu dan mengajari dia.
Jadi saya rasa, kalau kita berdoa saat situasi sulit, tidaklah tepat meminta kemudahan kepada Tuhan, tapi mintalah kekuatan lebih untuk bisa mengatasinya.
Dia tidak menjanjikan kemudahan hidup, tapi Dia menjanjikan penyertaan dan kekuatan untuk setiap permasalahan sekalipun itu sulit.

You May Also Like

0 comment