SWRJ Juara 1 Lomba Vocal Group

by - October 07, 2015

Puji Tuhan SWRJ meraih juara 1 di lomba vocal group GBKP Bogor, dalam rangka perayaan ulang tahun GBKP Bogor ke-35. 
SWRJ stands for sektor warung jambu. Sektor warung jambu ini masih sektor baru, merupakan multiplikasi atau pecahan dari sektor ciluar. Tanggal 5 Juni 2015 resmi terbentuk sektor warung jambu, dan memisahkan diri dari sektor ciluar. Total saat ini ada 6 sektor di GBKP Bogor : ciawi, ciluar, cimanggu, semplak, salabenda, dan warung jambu. 2 tahun yang lalu, sektor ciluar juara 1 di lomba vocal group ini, kalau tidak salah membawakan lagu "Sembah Kam", Puji Tuhan saat itu aku juga yang aransemen. 

Cerita sedikit tentang perjalanan mengaransemen vocal group SWRJ ini, sebenarnya secara aku pribadi jauh dari keinginan untuk jadi juara. Kenapa? 
Pertama, aku sendiri pun tidak berani komitmen waktu yang banyak untuk latihan karena alasan kesibukan kuliah. 
Kedua, SWRJ tergolong masih sektor baru. Tapi memang orang-orang yang ikut dalam anggota vocal group adalah orang-orang yang memang suka bernyanyi. 
Ketiga, anggota vocal group variatif, dari yang junior sampai yang senior. Memiliki tingkat kesulitan tersendiri untuk menjadi pelatih vocal group dengan variasi umur yang besar.
Tapi aku mencoba mengerjakannya dengan sepenuh hati, berharap supaya pujian ini bisa memuliakan Tuhan, itu saja. Kalaupun dapat juara, itu bonus saja. (Puji Tuhan juara 1!)

Awalnya aku hendak mencoba mempermudah semua tingkat kesulitan tersebut dengan membuat minus one dari iringan lagunya. Tapi aku mencoba saat persembahan pujian SWRJ di gereja, ternyata tidak berjalan baik jika menggunakan minus one. Ada kecenderungan tempo lagu berubah-ubah. Akhirnya aku kembali lagi dengan konsep live performance. 





Perjalanan dalam aku melakukan aransemen vocal group yang kali ini kurang lebih seperti berikut:

1. Tidak terlalu detail dengan not angka. Di awal aku hampir tidak membahas detail tentang not angka yang ada di dalam lagu. Aku hanya minta para anggota menyanyikan langsung liriknya. Jika sudah bisa dinyanyikan dengan liriknya. Banyak vocal group yang mempelajari dulu menyanyikan notnya, bukan liriknya. Well, trik nya mungkin tidak salah. Tapi bagiku, dengan langsung menyanyikan liriknya, lebih menghemat waktu. 

2. Setelah tahu cara menyanyikan lirik lagunya, aku langsung coba merancang apa yang aku sebut "opening" atau "intro". Sebelum tidur aku ambil gitar, dan meminta istriku menyanyikan lagunya dengan aku mengiringi gitar. Karena sebetulnya aku sendiri pun tidak punya konsistensi terhadap nada, istriku yang melengkapi untuk bisa memperdengarkan lagu yang "benar"nya seperti apa, sebelum aku improvisasi. Malam itu biasanya aku langsung rekam di handphone beberapa variasi intro yang hendak aku rancang. Aku menawarkan ke istri yang mana yang paling baik, barulah itu dibungkus untuk disiapkan di latihan ke dua. 

3. Di latihan kedua, hanya intro saja yang dipelajari sampai masuk ke lagu. Cukup sampai disitu, tidak perlu dilanjut dahulu kemana-mana. Beberapa pelatih mungkin akan langsung memberikan keseluruhan partitur atau not lagunya dari awal sampai akhir. Tapi karena aku berhadapan dengan variasi umur anggota vocal group yang besar, maka aku tidak bisa menerapkan hal itu. Well, disamping memang aku pun pada saat latihan awal belum tahu sama sekali aransemen keseluruhannya bakal seperti apa (hahaha), aku justru akan mendapatkan ide berikutnya saat latihan pertama selesai. 

4. Teknik yang aku selalu gunakan adalah merekam. Di akhir latihan pertama, aku rekam hasil aransemen intro sampai masuk bait pertama. Kemudian aku akan mendengarkan secara berulang-ulang aransemen tersebut di mobil, di rumah sebelum tidur, di kamar mandi dll. Intinya aku harus sering mendengarkannya, itu kemudian akan menumbuhkan ide-ide berikutnya yang menyambung untuk aransemen berikutnya. Yang paling sering aku akan mendapatkan ide berikutnya saat menyetir sambil mendengarkan hasil rekaman. Aku berusaha menyambungkan aransemen yang sudah direkam dengan aransemen berikutnya. Begitu dapat ide, aku langsung rekam lagi. Sampai aku memiliki beberapa rekaman variasi, aku melakukan seleksi yang mana yang paling cocok untuk menjadi aransemen berikutnya. Inilah yang aku sering sebut "bridge", untuk kemudian di latih di latihan ke-3. 

5. Di latihan ke-3, yang dipelajari adalah intro - bait 1 - bridge. Total sudah 2 variasi yang dipelajari oleh anggota. Variasi ini bisa bermuatan 1 bar, 2 bar, atau sampai 4 bar tergantung pada jenis lagu. Biasanya aku terapkan konsep dinamika komposisi suara, supaya dari awal sampai akhir tidak terkesan flat atau datar. 

6. Dengan mengulang proses no. 4, memang tidak selalu ide di dapat di mobil. Untuk vocal group yang kali ini, aransemen untuk variasi yang aku sebut "ending" kudapat saat selesai kebaktian sekolah minggu, kebetulan sendirian ada di ruang mengajar balita, aku ambil gitar, mengulang intro-bait1-bridge, dan aku membentuk variasi "ending" yang disambung dengan bait ke-2. Komposisi aransemen selesai!

7. Latihan ke-4, barulah dipelajari komposisi aransemen lagu secara keseluruhan, yaitu intro - bait 1 - bridge - bait 2 + ending, sambil memperhatikan total waktu yang dihabiskan untuk satu lagu. Yang ideal adalah 4-5 menit komposisi lagu, lebih dari itu biasanya akan tidak baik atau cenderung membosankan. 

8. Latihan ke-5 memantapkan keseluruhan lagu. Memasukkan instrumen lain yang bisa dimasukkan. Kemarin aku memasukkan instrumen harmonika di awal. Belakangan ditambah saxophone dan biola juga. Disini juga aku sudah melatih dinamika suara, supaya aransemen berkesan hidup dan penuh dinamika, tidak datar. 

9. Latihan ke-6 pemantapan lagu. Di sini aku tidak banyak lagi melakukan kritik. Justru penekanannya adalah bagaimana teman-teman vocal group bisa melakukan pe-er nya menghapal lirik, menghapal aransemen dari awal sampai akhir. Kalaupun ada salah sedikit, tidak apa-apa. Kalau masih ada waktu, di sini saat yang tepat untuk memperbaiki beberapa not yang salah. 

10. Performance. Saat tampil di depan, semua harus dalam kondisi rileks, perut kenyang, dan suara lepas. Kemarin ada latihan terakhir untuk pemanasan, di sini aku memberikan kepercayaan diri bahwa sudah bagus dan sudah siap ditampilkan. 

Ini bukan metode yang pasti berhasil, intinya harus disesuaikan dengan kondisi para anggota vocal groupnya. Terlebih lagi ini adalah karya seni, pasti banyak jalan menuju roma. 


You May Also Like

0 comment