Mengurangi Asap

by - October 28, 2015

Awalnya memang karena keterpaksaan, mobil istri sedang masuk bengkel, jadi mobilku dipakai dan aku naik public transportation alias bus.

Jam 05.30 aku sudah naik bus agra tujuan lebak bulus.
Bus ngetem menunggu penumpang sekitar 10 menit.
Jam 05.40 berangkat dari bogor.

Jam 06.30 Exit points.

Aku nyebrang 2x ke arah BCA.
Melihat situasi sampai jam 07.00 ternyata transjakarta tidak muncul-muncul.
Akhirnya kontak group wa bakmi kuali, dan justo sudah akan melewati jalan itu.
Akhirnya sampai di kantor jam 07.28.


Pulangnya bareng sama andrai.
Jam 16.40 sudah tenggo, jalan menuju bengkel honda dulu, karena mobilnya di service.
Ternyata saat mau jalan, mobilnya ada masalah.
Kurang lebih 1.5 jam diperbaiki lagi.
Jam 18.30 di seberang points pas lewat bus agra lebak bulus - bogor.
Sampai bogor jam 20.00
Berhenti di tanah baru, eh ternyata angkot 17 sudah ga ada.
Ngojek tadinya mau sampai dapet angkot 05.
Tukang ojek pasang harga 15rb, padahal deket.
Ku tawar 10rb, ok.
Di jalan, dia nawarin sekalian dianter ke rumah.
Pasang harga 25rb.
Ku tawar 20rb, ok.

Sampai rumah disambut oleh anak-anak yang heboh saat aku pulang tidak pakai mobil.
Mereka membayangkan pasti seru sekali naik bus dan ojek.
Mungkin empati mereka muncul karena pernah kuajak naik kereta api dan angkot.

Positifnya aku bisa sambil tidur-tiduran di bus. Lebih santai memang.
Bisa lebih banyak mengkhayal dan menikmati perjalanan.
Patut dicoba lagi dan dikomitmenkan sekali seminggu.
Semoga aku ketagihan.
Setidaknya bisa mengurangi asap.

You May Also Like

0 comment