Mencari setitik kebahagiaan di dalam peristiwa apapun

by - February 06, 2015

Senin tanggal 2 Februari 2015 asisten rumah tangga (ART) kami bernama Nar resign. Sudah sekitar 2 tahun dia bekerja di rumah kami, so far dia adalah ART paling lama yang pernah bekerja di rumah. Dia memang tidak menginap di rumah, tapi pulang hari karena rumahnya pun dekat dari rumah.

Penyebab dia resign pun bukan karena tidak cocok dengan pekerjaan. Gajinya pun baru saja dinaikkan per 2015. Bahkan uang hariannya pun kami berikan sebagai uang tambahan. Juga macam-macam pemberian tanpa pamrih seperti sembako, makanan, dll yang dia terima. Memang jaman sekarang bukan hanya majikan yang dilayani ART, tapi ARTpun dilayani oleh majikan. Tapi it's ok, bagaimanapun memang lebih baik melayani daripada dilayani (wakaka). Nar resign karena didiagnosa dokter sakit pencernaan, sehingga akhirnya suaminya tidak lagi mengijinkan dia bekerja tapi harus beristirahat di rumah.

Jadilah kami perlu beberapa penyesuaian di rumah. Semua harus dikerjakan masing-masing tanpa bantuan ART. Tapi banyak hal yang justru menjadi positif terjadi:

  1. Fhea dan Reigo menjadi lebih mandiri
  2. Rumah justru relatif lebih bersih dan rapih, karena anak-anak pun semakin bertanggung jawab terhadap kerapihan rumah. 
Walau memang tak dianyal, pastinya penambahan pekerjaan membereskan rumah membuat istri menguras tenaganya lebih lagi. 

Apalagi dari hari senin mesin cuci kami tiba-tiba rusak. Alhasil kemarin harus cuci manual. 
Terus kemudian antar jemput anak-anak sekolah menjadi lebih "repot". 

Pagi hari biasanya Reigo ditinggal di rumah bersama ART, sementara kakak dan mamahnya sekolah. Namun kali ini Reigo terpaksa "diungsikan" ke rumah Laki (kakeknya) di malabar. 

Tapi tetap ada kebahagiaan di dalamnya, terlihat Reigo lebih happy walau dia dalam kondisi sakit saat ini. Kemarin malam dia semangat cerita bahwa dia bareng Laki memasak telor ceplok. 

Laki pun tampak lebih ceria, malah katanya hari ini hendak mengajak Reigo ikut membayar listrik alias jalan-jalan. Aku dikirimi foto oleh Mamah yang menggambarkan situasi pagi hari ini Reigo sedang bersemangat sarapan karena itu syarat dari Laki supaya bisa diajak ikut membayar listrik. Hahaha. 



Peristiwa yang tidak menyenangkan pasti pernah dan akan terjadi di dalam hidup kita. Tidak ada kehidupan yang bahagia terus. Yang menarik adalah mencari setitik kebahagiaan di dalam peristiwa apapun yang kita alami. 





You May Also Like

0 comment