Green Tinted Sixties Mind

by - February 20, 2015

Lagu ini memang lagu favorit di tahun '90 an.

Di jaman tersebut lagu ini sering dibawakan oleh group band.
Bisa dibilang lagu ini masuk kategori lagu wajib anak band yang sangar, karena dinilai tingkat kesulitannya cukup advanced.

Aku (sejujurnya) belum pernah bisa memainkan lick intro lagu ini. Pertama kali dengar lagu ini saat smp kelas 1. Karena lick gitar di lagu ini relatif harus dimainkan menggunakan gitar electric dengan distorsi, sementara saat jaman smp aku tidak memiliki barang mewah seperti itu, akhirnya aku tidak pernah bisa menguasai lick lagu ini. 

Tergugah dari quotes "orang tua harus memberikan contoh, bukan sekedar instruksi", hal itu juga yang kemudian mendorong aku untuk kuliah lagi, dan juga hal-hal yang lain, untuk kemudian memberi contoh kepada anak-anak. Termasuk di dalamnya dalam bermain musik. Fhea sudah hampir 1 tahun les piano, tanpa sadar sering orang tua hanya memberikan instruksi untuk dia berlatih piano minimal 1/2 jam sehari. 

Akhirnya tanpa disadari, bagi Fhea, ya walaupun memang disiplin harus diterapkan, bermain piano tidak lagi hal yang menyenangkan. Dia memiliki kecenderungan stress saat berlatih piano. 

Kemarin saat hari libur imlek, aku menyempatkan diri untuk benar-benar bermain musik dengan Fhea. Aku stop memberikan instruksi. Awalnya dia mempertunjukkan pelajaran pianonya yang sudah dipelajarinya di tempat kursusnya. Aku berikan pujian. Tapi kemudian aku tutup bukunya, dan bilang "let's play music together!". Aku mengambil gitar dan bermain bersama-sama dengan dia. 

Kami mainkan lagu sederhana "Happy yayaya". Aku mainkan ritmenya di gitar, dan dia mengikuti dengan melodi di piano. Dalam sekejap dia stress karena dia merasa tidak menguasai nada melodi lagunya dan memaksa aku menuliskannya. Awalnya aku menolak menuliskannya, aku bilang kan tidak sulit dan nadanya sederhana. Tapi dia memaksa sampai hampir setengah menangis. 

Akhirnya aku turuti kemauannya. Kutulis dengan kasar not angkanya per bar. Dia senang dan langsung menaruhnya di depan pianonya untuk kemudian dia ikuti. Akhirnya bisa juga kami bermain musik bersama, dengan ritme dari gitar dan melodi dari piano. Memang belum sempurna, tapi dia mulai merasa nyaman bermain bersama-sama, bahkan dia sambil menyanyikan lagunya. Senangnya. 

Beres bermain musik bersama Fhea, aku ambil laptop dan buka Guitar Pro dan cari tablature lagu Green Tinted Sixties Mind. Fhea langsung mengambil duduk di sampingku, dan sudah lengkap dengan kertas dan pulpennya siap mencatat pelajaran musik berikutnya. Aku tertawa, kubilang giliran Papa mau belajar gitar. Dia tersenyum sambil terheran-heran, mungkin baru kali ini dia melihat Papanya belajar bermain gitar. Akhirnya Fhea mengalihkan kegiatannya menjadi menggambar sambil tetap berada di sampingku. 

Kupelajari satu-satu nada lick intro lagu Mr. Big ini, susah dan rumit karena terus terang yang namanya belajar gitar sudah lama aku tinggalkan. Tapi aku paksakan diriku untuk belajar, mengulang, mengulang, dan mengulang lagi. Belum bisa perfect juga sih sampai sekarang, tapi sudah 50% lah. Notnya sudah dapat semua, teknik tapping-nya sudah bisa, tinggal melatih speed saja. 

Ternyata betul, dengan mengurangi memberi instruksi kepada anak, dan mulai memberi contoh, justru melatih anak tersebut lebih cepat untuk menguasai sesuatu yang kita contohkan. Kalimat Fhea terakhir di hari itu adalah: "Nanti Pah kita kapan-kapan belajar sama-sama yuk, Fhea belajar SD, Reigo belajar TK, dan Papa belajar S3."


You May Also Like

0 comment