Kecaplah dan Lihatlah, Betapa Baiknya Tuhan...

by - October 21, 2014

Di ulang tahun moria ke-57 tahun 2014, kami sekeluarga didaulat oleh Moria untuk mengisi pujian di gereja. 




Karena waktunya hanya selang seminggu dari hari nampil, kami mencari-cari waktu untuk latihan bareng anak-anak. Lagu pun dicari yang mudah dan tidak terlalu sulit untuk diikuti. 
Akhirnya dipilih lagu lawas "Kecaplah dan Lihatlah" karya Franky Sihombing. 

Kalau Fhea sih langsung semangat untuk bernyanyi, terlihat sekali dia langsung hapal dengan liriknya dan nadanya. Beda halnya dengan Reigo yang acuh tak acuh, cuek, dan cenderung menyatakan tidak mau ikut bernyanyi. 

Dalam 1 minggu kami berlatih 2 kali di malam hari sebelum tidur. Di hari minggu kami bangun lebih pagi dan bersiap-siap lebih cepat supaya sempat latihan sebelum berangkat gereja. 

Memang butuh dari sekedar bakat seni untuk bisa mempersembahkan pujian keluarga di gereja, karena mencari waktu, menumbuhkan semangat bernyanyi anak-anak, mempertahankan mood-nya, sabar kalau mood mereka ingin nonton tv atau bermain bukan bernyanyi. 

Puji Tuhan di hari H kami berhasil tampil dengan baik. Ini kali keduanya kami mempersembahkan pujian keluarga di depan gereja dimana yang sebelumnya saat acara natal tahun lalu. Walau ada insiden dimana Reigo meniup-niup mic dan menguap keras di depan mic saat bridge lagu yang membuat semua jemaat sontak tertawa, tapi overall flow lagunya berjalan baik. Kakak Fhea benar-benar all-out dalam bernyanyi, tidak ada sedikitpun bercanda. 

Terima kasih Tuhan. 


You May Also Like

0 comment