Saat orang tua meminta fotonya dicetak dan diframe

by - September 02, 2014



Kemarin secara tiba-tiba Mamah request lewat WA private ke aku untuk mencetak foto Bapak dan Mamah yang pose sendiri-sendiri yang close-up dan diframe yang bagus.



Entah bagaimana aku harus menanggapinya. Saat mencari fotonya itupun aku sulit mengatur kondisi hatiku. Saat mau mengeditnya, memberi sentuhan pada fotonya pun aku tidak sanggup meneruskan, setelah 10 menit utak-atik, photoshopnya kututup tanpa ku save.

""Waktunya sebentar lagi", seolah-olah hatiku berkata lirih pada diriku sendiri.

"Kamu mau tidak mau harus siap, sebentar lagi...", hatiku masih belum bisa menerima kalimat ini.

Tapi itu lah kenyataan. Orang tua ku, Bapak dan Mamah sudah bertambah lanjut usia. Disaat kami anak-anak sudah "asik" dengan keluarga dan cucu-cucu mereka yang lincah, tanpa sadar mereka sudah bertambah tua dan semakin uzur.

Sepanjang perjalanan dalam dua hari ini aku pun tidak tenang memikirkannya. Kuceritakan kepada istriku, dia berusaha menghibur bahwa orang tua kita sehat-sehat dan bahwa mereka senang-senang menikmai cucu-cucu mereka. Sedikit terhibur.

Siang ini akhirnya aku paksakan diriku mencetak fotonya, tanpa kuedit. Aku pergi ke jonas photo karena juga memang kebetulan selewat dengan perjalanan jalan kakiku ke gandaria city deket kantor, dan mengirimkannya via bluetooth ke tukang jaga nya. Mereka yang cropping seadanya, dan aku memilih frame yang paling bagus dengan nuansa kayu selaras dengan background fotonya. Bahkan untuk mengatasi rasa tidak tenangku, aku bercerita ke Adit yang menemaniku mencetak foto ini, Bahkan ke mas-mas dan mbak-mbak di jonas photo saat mereka melakukan cropping itu pun aku ceritakan bahwa orang tuaku request untuk mencetak foto ini. Entah apa maksud orang tuaku, itu yang kubilang ke mereka.
Walau di dalam hati yang paling dalam ini, aku tahu maksud mereka.

Tuhan, semoga waktu itu masih lama...

You May Also Like

0 comment