Robot

by - August 11, 2014

Lagu Gajah -nya Tulus bener-bener keren!



Jadi refleksi pengalaman bully waktu aku kecil. Dulu aku memang terkenal menjadi ranking di sekolah dasar, dan juga dinilai guru-guru cukup berbakat untuk banyak hal.  Tapi hal itu justru jadi bumerang buatku saat bergaul dengan banyak temanku. Walau aku tetap punya banyak teman yang baik, tapi beberapa temanku sering memandang miring bahkan cenderung membully aku. 

Aku masih ingat sampai sekarang, dulu aku selalu ditunjuk menjadi pemimpin upacara di sekolah dasar. Hal yang aku paling takutkan saat menjadi pemimpin upacara adalah saat harus berjalan dari barisan prosesi (yang berada di sebelah kanan lapangan bersama-sama dengan pembaca doa, pengibar bendera, dan pembaca teks pancasila) menuju ke tengah lapangan persis di depan tiang bendera. 

Mungkin karena aku memang tidak punya latihan baris-berbaris dan guru-guru menunjuk aku terus, dan mungkin juga karena tidak ada calon siswa lain yang berani, gerak jalanku kaku seperti robot. Sehingga saat sedang gerak jalan dari barisan prosesi ke tengah lapangan, aku gugup karena aku mendengar suara tawa kecil dan besar, ejekan "seperti robot" terdengar oleh telingaku. Aku seakan membayangkan gesture muka teman-temanku yang sedang berbaris di sisi kiriku, bagaimana mereka melihat aku sangat konyol dan tidak layak untuk menjadi pemimpin upacara. 

Tapi entah kenapa, aku bisa bertahan untuk tetap menjadi pemimpin upacara. Aku tidak pernah berani untuk menceritakannya kepada orang tuaku, mereka hanya bangga bahwa aku sering dipilih jadi pemimpin upacara. Atau mungkin mereka tahu bagaimana aku sering diledek, tapi mereka tidak mau membahas kelemahanku dan tetap mendorong aku supaya aku maju terus pantang mundur. 

Dan robot itu pun tetap menjadi ranking 1 dari kelas 1 sd sampai kelas 6 sd.
Robot itupun menjadi sarjana Teknik Informatika di kampus IT swasta yang bergengsi di Indonesia, bahkan sekarang sudah S2 business management.
Robot itu sekarang menjadi manager IT di perusahaan perkebunan sawit.

Ternyata benar kata Tulus, kini ku baru tahu puji dalam olokan, kau temanku, kau doakan aku, punya otak cerdas aku harus sanggup. Yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik. Amin!


Yeah this is a great song for everybody!




Gajah - Tulus

Setidaknya punya tujuh puluh tahun
Tak bisa melompat pun mahir berenang
Bahagia melihat kawanan betina
Berkumpul bersama sampai ajal
Besar dan berani berperang sendiri
Yang aku hindari hanya semut kecil
Otak ini cerdas ku rakit perangkat
Wajahmu tak akan pernah ku lupa
Waktu kecil dulu mereka menertawakan
Mereka panggil ku gajah (ku marah) ku marah
Kini baru ku tahu puji di dalam olokan
Mereka ingat ku menang, jabat tanganku panggil ku gajah
Kau temanku, kau doakan aku
Punya otak cerdas, aku harus tangguh
Bila jatuh gajahlah yang membantu
Tubuhmu di situ pasti rela jadi tamengku
Kecil kita tak tahu apa-apa
Wajar bila terlalu cepat marah
Kecil kita tak tahu apa-apa
Yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik
Yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik
Kau temanku, kau doakan aku
Punya otak cerdas, aku harus tangguh
Bila jatuh gajahlah yang membantu
Tubuhmu di situ pasti rela jadi tamengku

Kau temanku, kau doakan aku
Punya otak cerdas, aku harus tangguh
Bila jatuh gajahlah yang membantu
Tubuhmu di situ pasti rela jadi tamengku

You May Also Like

0 comment