Rumah Abang dirampok!

by - May 08, 2014

Kronologis Rumah Abang Ago saat dirampok.

Mayday, 1 Mei 2014.

Malamnya sudah ada rencana mau berenang di group whatsapp "Kembaren".
Abang Ago bilang jam 7 pagi kita berenang ke lakeside.
Kita semua sudah setuju, keluargaku dan keluarga adikku.

Besoknya bangun pagi sudah jam 7. Belum ada kabar lagi tentang berenang.
Mama Fhea sudah berangkat ke pasar untuk beli daging mau buat baso "tanpa usg".
Saat sudah pulang kutanya apakah jadi berenang.
Mama Fhea menjawab tidak jadi kata Mama Jesi.
Akhirnya rencana menghabiskan hari libur di rumah bersama anak-anak.

Jam 10 tiba-tiba terdengar suara klakson mobil Abang Ago di depan rumah.
Mereka jadi berenang dan mengajak kami ikut serta.
Mereka keluar portal perumahan Bogor Raya Residence jam 10.03
Kami siap-siap dan kemudian menyusul, keluar portal perumahan Bogor Raya Residence jam 10.23

Kami menempuh jalan dari belakang.
Sampai di kolam renang bogor lakeside sekitar pukul 10.45.
Berenang, serah terima kamera baru Abang Ago sekaligus mengajarinya sedikit-sedikit.

>Disisi lain saat itu perampok kemungkinan sudah mencoba masuk ke rumah Abang Ago
>Di cctv portal security, setelah jam 10.03 (saat mobil abang Ago keluar) tidak ada terlihat rombongan perampok yang memasuki perumahan, berarti kemungkinan besar perampok sudah masuk dan keliling di komplek perumahan.
>Jumlah perampok kemungkinan 4 orang, naik 2 motor.
>Perampok kemungkinan loncat dari atas tempat sampah, masuk dari pintu samping dengan mencongkel pintu.
>Sebelum perampok memasuki rumah, mereka terlebih dahulu mematikan listrik, mungkin antisipasi cctv atau alarm di dalam rumah
>Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, 1 orang tinggal di luar untuk mengawasi kondisi sambil pura-pura menelpon
>Seluruh isi rumah baik itu lemari pakaian, lemari perhiasan, dll dibongkar dan dibawa ke ruang tengah untuk diseleksi. Hasilnya di ruang tengah berantakan sekali dengan bongkarannya.
>Tetangga dan tukang potong rumput ada yang melihat pelaku, tapi tidak berpikir bahwa itu perampok. Akhirnya mengabaikannya begitu saja.
>Perampok menggunakan tas ransel hitam dan kemungkinan menggunakan tas ransel yang ada di dalam rumah juga untuk memasukan semua barang curian.
>Barang curiannya antara lain: perhiasan, laptop, tab, infokus, dll. Prediksi sekitar 100-150jt.
>Perampok keluar dari pintu gerbang utama dengan merusak gembok kemungkinan menggunakan cairan kimia. Mungkin karena bawaannya banyak jadi tidak loncat dari pagar lagi.
>Komplotan perampok "dengan santai dan cepatnya" keluar dari portal keamanan menggunakan 2 motor dengan menggunakan helm tertutup dan topi serta masker. Anehnya tidak ada petugas keamanan yang curiga dan menghentikan motor tersebut, seolah-olah disengaja.

Di kolam renang keluarga abang Ago berenang sampai jam 12.
Karena mau berangkat lagi ke Jatiwaringin.
>Kemungkinan perampok ada yang mengikuti mobilnya dan ketika mobil sudah jalan, dia info ke komplotan yang sedang eksekusi di rumah untuk segera meningkalkan TKP karena penghuni rumah sudah mau kembali ke rumah
Kami masih berenang di lakeside sampai jam 3, karena ada Cheryl dan Zejo menyusul berenang.
Jam 3.30 kami sudah sampai rumah dan siap-siap Fhea mau les piano. Mobil kami hanya parkir di depan gerbang, karena anak-anak tertidur.
Jam 4 kami berangkat dari Bogor Raya Residence menuju Kania Music School.
Selesai les piano sekitar jam 6 sore kami menuju gereja untuk acara ngapul-ngapuli.
Mampir dulu makan malam di Hosana dekat gereja.
Baru selesai pesan makanan, datang telpon dari Abang Ago bahwa rumah mereka kerampokan.

Kami lantas langsung menuju ke cimahpar.
Semoga keluarga sudah ada di sana, termasuk polisi dan warga.
Aku bersama Pak Dody dari polisi ke pos satpam untuk cek cctv.
Kita cek dari rekaman jam 11.30 sampai jam 12.30, jam 10 sampai jam 11.30, jam 1 sampai jam 3
Ditelpon abang Ago bahwa ada warga yang menyaksikan jam 11.30 ada yang mencurigakan orang menelpon di depan rumah.
Putar balik lagi rekaman cctv ke jam 11.30 sampai jam 13.00.
Menemukan rekaman komplotan perampok tersebut jam 12.34. 2 motor dan 4 orang.












Kami di rumah abang ago sampai jam 2 pagi dinihari.
Shock, tapi tetap bersyukur.
Bapak kemudian memimpin berdoa keluarga bersama.
Bersyukur banyak yang hilang, tapi lebih banyak lagi yang diselamatkan.
*Katanya jesi tadinya tidak mau ikut berenang.
*Baru beli kamera baru bang Ago Fujifilm X-E2, hampir diserahterimakan kemarin malamnya, tapi tidak jadi. Kemungkinan kalau diserahterimakan malamnya, maka hari kejadian akan ditinggal di rumah
*Laptop berisi data-data dan dokumen tulisan ikut dirampok. Tapi bersyukur ada harddisk data lama dan laptop lama yang setidaknya masih bisa ada dokumen-dokumen yang penting
*Bersukur karena mobil tidak ikut dirampok, begitu ditemukan mobil sudah dalam kondisi terbuka pintunya

Terima kasih Tuhan untuk semua kejadian ini.
Kami tetap bersyukur!

You May Also Like

0 comment